Chapter 43 : Just Friends ( Spoiler Versi Novel ) - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Senin, 27 Januari 2020

Chapter 43 : Just Friends ( Spoiler Versi Novel )


PT Food Prima Jaya. Bandung. Pukul 08.00 pagi
Akhirnya Ayesha diterima bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pangan setelah melalui interview. Saat ini Ayesha sedang masa training selama 2 bulan.
Ayesha di terima sebagai Accounting. Ayesha sedang sibuk di kubikelnya dan mulai fokus dalam bekerja. Akhir-akhir ini ia lembur bekerja sehingga membuatnya kurang istirahat dan sedikit mengantuk.
Ayesha memilih berdiri dari duduknya dan berniat ke bagian pantry untuk membuat secangkir coffe. Sesampainya disana, Ayesha segera membuatnya dan meminumkan memilih duduk dikursi kecil untuk meminum sedikit.
Baru beberapa menit menelan coffe tersebut membuat Ayesha meringis kesakitan di bagian perutnya. Wajah Ayesha berpeluh dan pucat. Keringat bercucuran di tubuhnya. Dengan perlahan Ayesha meletakkan secangkir coffe tadi diatas meja pantry.
Ayesha berniat kembali kubikelnya. Ia lupa kalau tadi pagi tidak mengembalikan sarapan. Akhir-akhir ini ia memang kurang makan karena selain sibuk, uang yang ia miliki juga pas-pasan.
Baru berjalan beberapa langkah, kedua mata Ayesha mengabur dan ntah kenapa setelah itu rasa pusing semakin menjadi-jadi dan semuanya menjadi gelap.
***
Rumah sakit kota Bandung. Pukul 11.00 siang.
Ayesha terbangun dengan rasa pusing yang begitu berat. Lalu Ayesha meringis kesakitan saat mendapati tangannya terpasang jarum inpus.
"Ya Allah, aku dirumah sakit."
Salah satu suster menghampiri Ayesha. "Selamat siang Ibu Ayesha. Permisi saya, saya tensi dulu."
Ayesha mengangguk lemah. Selama di periksa, berbagai macam pikiran meemenuhi benaknya. Ia memperhatikan sekitarnya dan tidak ada siapapun yang ia kenal.
"Tekanan darahnya 90/60. Ibu ada pusing?"
"Iya Sus. Tubuh saya juga lemas."
Suster tersebut terseyum tipis dan mencatat hasil tensi Ayesha di buku catatan rekam medis.
"Saya sakit apa ya Sus?"
"Dari hasil pemeriksaan tadi, ibu pingsan karena vertigo dan maag. Ibu kalau makan tidak teratur ya?"
"Iya Sus. Akhir-akhir ini saya sibuk dan tidak sempat makan."
"Tadi pagi ibu sarapan?"
Ayesha tersenyum miris. "Em, saya cuma minum secangkir kopi."
"Kopi itu yang bikin ibu sakit perut hebat dan pingsan. Pemicu maag salah satunya kopi."
Ayesha hanya terdiam dan menyadari kesalahannya yang melalaikan makan teratur.
"Em Sus, saya mau tanya. Semua biaya pengobatannya disini berapa ya?"
Suster itu tersenyum ramah. "Untuk masalah biaya bisa di tanyakan ke bagian administrasi ya Bu. Tapi.."
Ayesha mengerutkan dahinya ketika suster didepannya itu terdiam sesaat sambil sibuk membalikan halaman demi halaman dan terlihat mengecek datanya.
"Tapi semua biaya ini sudah lunas Bu. Biaya perawatan Ibu sudah di bayar secara pribadi tanpa jaminan kesehatan."
"Apa?!" Ayesha terkejut. "Siapa?"
"Fandi Hamilton. Disini keterangannya keluarga pasien."
Detik berikutnya yang Ayesha lakukan adalah syok dan tak percaya. Bagaimana bisa?
Jangan bilang kalau yang membawa dirinya saat pingsan kerumah sakit pria itu juga?
***

Apakah benar Fandi yang bawa?

Yuks lanjut Chapter 44. Klik Link nya :

https://www.liarezavahlefi.com/2020/01/chapter-45-just-ftiends-spoiler-versi.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar