Chapter 44 : Just Friends ( Spoiler Versi Novel ) - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Senin, 27 Januari 2020

Chapter 44 : Just Friends ( Spoiler Versi Novel )




PT Food Prima Jaya. Bandung. Pukul 08.00 pagi
Akhirnya Ayesha diterima bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pangan setelah melalui interview. Saat ini Ayesha sedang masa training selama 2 bulan.
Ayesha di terima sebagai Accounting. Ayesha sedang sibuk di kubikelnya dan mulai fokus dalam bekerja. Akhir-akhir ini ia lembur bekerja sehingga membuatnya kurang istirahat dan sedikit mengantuk.
Ayesha memilih berdiri dari duduknya dan berniat ke bagian pantry untuk membuat secangkir coffe. Sesampainya disana, Ayesha segera membuatnya dan meminumkan memilih duduk dikursi kecil untuk meminum sedikit.
Baru beberapa menit menelan coffe tersebut membuat Ayesha meringis kesakitan di bagian perutnya. Wajah Ayesha berpeluh dan pucat. Keringat bercucuran di tubuhnya. Dengan perlahan Ayesha meletakkan secangkir coffe tadi diatas meja pantry.
Ayesha berniat kembali kubikelnya. Ia lupa kalau tadi pagi tidak mengembalikan sarapan. Akhir-akhir ini ia memang kurang makan karena selain sibuk, uang yang ia miliki juga pas-pasan.
Baru berjalan beberapa langkah, kedua mata Ayesha mengabur dan ntah kenapa setelah itu rasa pusing semakin menjadi-jadi dan semuanya menjadi gelap.
****
Rumah sakit kota Bandung. Pukul 11.00 siang.
Ayesha terbangun dengan rasa pusing yang begitu berat. Lalu Ayesha meringis kesakitan saat mendapati tangannya terpasang jarum inpus.
"Ya Allah, aku dirumah sakit."
Salah satu suster menghampiri Ayesha. "Selamat siang Ibu Ayesha. Permisi saya, saya tensi dulu."
Ayesha mengangguk lemah. Selama di periksa, berbagai macam pikiran meemenuhi benaknya. Ia memperhatikan sekitarnya dan tidak ada siapapun yang ia kenal.
"Tekanan darahnya 90/60. Ibu ada pusing?"
"Iya Sus. Tubuh saya juga lemas."
Suster tersebut terseyum tipis dan mencatat hasil tensi Ayesha di buku catatan rekam medis.
"Saya sakit apa ya Sus?"
"Dari hasil pemeriksaan tadi, ibu pingsan karena vertigo dan maag. Ibu kalau makan tidak teratur ya?"
"Iya Sus. Akhir-akhir ini saya sibuk dan tidak sempat makan."
"Tadi pagi ibu sarapan?"
Ayesha tersenyum miris. "Em, saya cuma minum secangkir kopi."
"Kopi itu yang bikin ibu sakit perut hebat dan pingsan. Pemicu maag salah satunya kopi."
Ayesha hanya terdiam dan menyadari kesalahannya yang melalaikan makan teratur.
"Em Sus, saya mau tanya. Semua biaya pengobatannya disini berapa ya?"
Suster itu tersenyum ramah. "Untuk masalah biaya bisa di tanyakan ke bagian administrasi ya Bu. Tapi.."
Ayesha mengerutkan dahinya ketika suster didepannya itu terdiam sesaat sambil sibuk membalikan halaman demi halaman dan terlihat mengecek datanya.
"Tapi semua biaya ini sudah lunas Bu. Biaya perawatan Ibu sudah di bayar secara pribadi tanpa jaminan kesehatan."
"Apa?!" Ayesha terkejut. "Siapa?"
"Fandi Hamilton. Disini keterangannya keluarga pasien."
Detik berikutnya yang Ayesha lakukan adalah syok dan tak percaya. Bagaimana bisa?
Jangan bilang kalau yang membawa dirinya saat pingsan kerumah sakit pria itu juga?
****
Rumah sakit kota Bandung. Pukul 14.00 siang. 2 hari kemudian.
Setelah melakukan sholat Zuhur dimushola mesjid rumah sakit, saat itu juga Ayesha memilih pulang. Tadi lagi dokter umum sudah visit keruangannya dan memberi keputusan kalau ia boleh pulang hari ini.
Sudah 2 hari ia tidak bertemu putrinya. Tentu saja ia sangat khawatir dan merasa tidak enak karena sudah merepotkan ibu Daniyah yang sudah menjaga Aifa.
Ayesha sudah tidak memikirkan tentang Fandi lagi saking mencemaskan Aifa. Fandi akan menjadi urusan kedua setelah Aifa karena masih banyak berbagai macam pertanyaan yang harus ia tanyakan pada Fandi.
Ayesha segera memesan taksi online. Ia bersyukur hari ini mendapatkan izin dari atasan karena masa pemulihan kesehatan.
Taksi online pun tiba dan segera menuju Lembang untuk ke kostnya. 
Dalam hati Ayesha bertanya lagi. Kenapa Fandi bisa ada di Lembang? Kenapa pria itu malah membantunya? Bagaimana bila istrinya tahu dan cemburu?
Ayesha memijit keningnya dengan pelan. Rasa pusing masih terasa walaupun tidak terlalu parah. Waktu terus berjalan hingga akhirnya, taksi online tiba di depan hunian kost putri lembayung.
Ayesha membayar ongkosnya dan segera keluar dari taksi tersebut. Kedua langkah Ayesha sedikit cepat untuk menuju rumah Ibu Daniyah. Dari jarak beberapa meter, pintu rumah Ibu Daniyah terbuka lebar.
"Asalamualaikum, Bu Daniyah?"
"Wa'alaikumussalam. Alhamdulillah, Mbak Ayesha pulang. Sudah sehat Mbak?"
"Alhamdulillah sudah Bu. Em, Aifa mana?"
"Dia sama aku."
DEG.
Jantung Ayesha berdegup kencang. Tiga kata tadi terlontar dari bibir seorang pria yang tentu tahu siapa orangnya. Dengan perlahan, Ayesha membalikan badannya. Wajahnya memucat.
Ayesha syok berlipat-lipat. Dilihatnya Fandi tengah menggendong Aifa. Tak hanya itu, Ayesha sadar kalau pakaian bayi yang dikenakan Aifa adalah pakaian baru. Apakah Fandi baru saja membelikannya?
"Sayang, tuh, Mommy kamu sudah pulang. Kamu senang kan?"
Suara Aifa tertawa dan berbicara bahasa bayi terdengar. Fandi memajukan langkahnya dengan santai.
Setahun tidak bertemu. Bagi Ayesha, Fandi semakin tampan saja. Fandi mencium gemas pipi Aifa. Aifa tersenyum dan menepuk-nepuk kedua tangannya. Ayesha semakin gugup. Bahkan kedua kakinya melemas. Rasa rindunya pada Aifa mendadak hilang ntah kemana.
"Kenapa sayang? Apakah kamu bahagia Mommy ada didepan kita? Ah, kita sama. Daddy juga senang. Iya kan Mommy?"
Daddy.. Mommy.. dua kata itu sukses membuat Ayesha serasa panas dingin di tubuhnya.
Detik berikutnya Fandi hanya tersenyum smirk mendapati Ayesha yang diam mematung. 
***
ini salah satu isi spoiler versi novel Just Friends ya Ukh. Untuk membaca kelanjutan ceritanya kalian bisa mengikuti Open PO nya di penerbit Millenium Publisher atau melalui penulis ya. Kalau order melalui penulis bisa menghubungi aku melalui DM akun Instagram lia_rezaa_vahlefii untuk mendapatkan nomor WhatsApp nya. Novel Just Friend tidak tersedia di toko buku dan Ebooknya ya Ukh. Terima Kasih :)
Sehat selalu buat kalian.
With Love, LiaRezaVahlefi

1 komentar:

  1. Mau beli tp dh telat brt saya baru tau gimana dong, buku" yg lain jg bagus mau semuanya klo bisa. Yg g pake IG gmn mba mau tau WA nya ??

    BalasHapus