Chapter 49 : Raihan ( Salah Kirim Emot ) - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Rabu, 22 Januari 2020

Chapter 49 : Raihan ( Salah Kirim Emot )


"Muhammad Fathur?"
"Hadir Pak."
"Muhammad Malik?"
"Hadir Pak."
"Muhammad Raihan Azka?"
"Hadir Pak." ucapku dengan nyaring
Absensi yang di lakukan Pak Ridwan terus berjalan. Kegiatan hari ini adalah berkemah selama 2 hari 2 malam. Mungkin kegiatan hari ini adalah aktivitas membuat kemah dan keperluan lain-lain lalu di lanjutkan besok dengan kegiatan Outbound.
Getaran ponsel di saku jeansnya ku terasa. Aku pun meraihnya dan membaca sebuah pesan singkat dari aplikasi chating WhatsApp. Oh rupanya dari Raisya.
"Rai."
"Apa?"
"Aku cantik kan?"
Sebuah pesan singkat yang undafedah. Semenjak kejadian tadi malam di warung makan terserah tiba-tiba dia jadi aneh. Sok kepedean tingkat akut.
Ya ampun. Dia itu belajar dari siapa? Atau jangan-jangan ketularan orang di luar sana? Kok bisa-bisanya sok kepedean? Tapi aku tidak bisa berbohong jika akhirnya senyum di bibirku terbit. Ia dia memang cantik. Sangat. Manis. Makanya aku suka.
"Biasa aja."
"Kok gitu? Tapi kenapa suka?"
Bertepatan saat itu, Kak Fika memberiku pesan singkat di jam yang sama.
"Raihan aku bawa kue lagi nih. Nanti kamu coba cicipin ya."
"Tidak kak. Makasih."
Ddrrt.. ddrrt.... pesan singkat dari Aisyah.
"Raihan bisa minta tolong gak? Nanti bantuin aku dirikan tenda kemah ya?"
"Maaf gak bisa."
"Tolong ya Raihan.. aku gak bisa :("
Ddrrt.. dddrrttt.. dari Fika.
"Pokoknya cobain aja deh. Rasanya pasti enak."
Ddrrt... Ddrrt... Ddrrt... Dari Raisya.
"Raihan... Balasssss. Aku cantik kan?"
"Raihan."
"Rai.."
"Aku bisa lihat kamu loh ya dari sini. Aku bisa awasin kamu. Cepat bales!"
Aku mendengus kesal. Resiko orang tampan emang susah ya. Banyak fans yang ngechat. Untung aku sudah laku.
Ddrrt.. ddrrt.. dddrrttt dari Jannah
"Raihan lagi apa?" Kegiatan kemah sekarang gimana? Ah sayang banget gak bisa ikut :("
Dengan cepat aku membalas pesan singkat dari Raisya. Sebelum si nyai rombeng itu kembali ngambek seperti yang sudah-sudah. Aku hendak memberi emot Love saja ke Raisya namun tiba-tiba layar sentuh ku eror bertepatan saat pesan singkat Fika masuk.
Dan aku tercengang. Sial.
Pesan singkat beremot Love yang aku kirimkan ke Raisya tadi tanpa sengaja terkirim ke Fika. Aku hendak menarik kembali pesan singkat itu karena-
"Raihan!"
Aku tersentak. Pak Ridwan berjalan ke arahku dan menatapku tajam bahkan tatapannya menyeramkan.
"Maaf pak."
"Tolong hargai saya bicara! Jangan sibuk sama ponsel kamu! Atau saya sita ponselmu sekarang!"
"Maaf pak."
Pak Ridwan mendengus kesal lalu kembali ke barisan depan memberi instruksi pada semua siswa. Aku hanya menghela napas panjang dan memilih memasukan ponselku daripada aku terkena hukuman yang tidak berfaedah.
🎮🎮🎮🎮
Tenda yang aku dirikan saat ini berukuran besar. Muat sampai sampai 4 orang. Ada Nua, Anu, aku dan satu lagi teman kami bernama Lukman.
"Rai."
"Apa?"
Nua sibuk memukul-mukul benda sebagai penancap tenda kami di atas tanah agar berdiri dengan tegak dan benar.
"Tahun ajaran baru nanti kamu sudah mutuskan masuk jurusan apa?"
"Sudah."
"Jurusan apa?"
"IPS."
"Wah berarti kita sama." timpal Anu tiba-tiba.
"Iya aku juga." seru Lukman yang baru saja keluar dari tenda.
"Kalian gak ambil jurusan bahasa? Rencana aku ingin mengambil jurusan bahasa." ucap Nua dengan nada suara kecewa.
"Tidak." ucapku lagi. "Dari awal aku memang ingin jurusan IPS."
"Cieee Raihan."
Aku memutuskan tatapanku pada Nua dan menoleh ke samping. Tiga orang cewek menatapku dengan jahil.
"Ciee ciee."
"Huuuuuuuu yang jadian. Gak bilang-bilang."
"Huaaaaaa aku patah hati nih."
Aku mengerutkan dahi bingung. Tiga orang cewek yang gak aku kenal namanya tiba-tiba hadir sambil berkata gak penting seperti tadi.
Aku berdiri dan bersedekap. "Ada apa?"
"Gak usah pura-pura gak tahu deh Rai. Sekarang lagi heboh tuh di snapgram."
"Iya tuh. Tapi kalian cocok kok."
"Iya bener! Couple goals."
"Apa yang kalian biacarakan?" ucapku dingin. Ah sebentar. Tiba-tiba aku terpikir Raisya. Jangan-jangan mereka sudah tahu kalau aku dan Raisya sudah menikah?
Aku memilih memunggungi mereka dan kembali berkutat dengan pekerjaanku yang sibuk memasang tenda. Aku berusaha untuk tenang meskipun sedikit was-was.
"Selamat ya Rai! Akhirnya kamu sudah menemukan tambatan hati. Hahahaha siapa coba yang gak mau sama Kak Fika. Sudah cantik. Tajir. Pintar."
Lalu aku terdiam. Jantungku berdetak kencang karena perasaan gelisah hingga akhirnya ketiga cewek itu melenggang pergi.
"Rai, eh bener apa yang dikatain mereka?" Nua menghampiriku dan berbisik disebelahku.
Tepukan pelan sangat terasa dan itu berasal dari Anu yang kini berada di sebelahku juga. "Wah, jahat banget sih. Nyadar dong situ sudah nikah."
Dan aku mengumpat dalam hati begitu teringat pesan emot Love yang salah kirim ke Fika. Seharusnya itu untuk Raisya. Bukan Fika.
Oh tidak. Bakal begadang lagi malam ini bujuk si dia.
🎮🎮🎮🎮
Susah pang banyak fans. Di chat banyak cewek cantik bingung sendiri 😂😂😂😂
Kak kok dikit? 
"Iya, maaf ya. Kan biar dikit insya Allah sudah udpate tiap hari."
Kak kok tumben updatenya malam? Biasanya duo R update siang atau sore.
"Iya maaf ya. Profesi author ini dua. Punya bayi besar dan bayi kecil yang mesti di urus sekaligus punya profesi Baperin kalian. Jadi ya.. maaf kalau updatenya gak nentu
😆😆😆
Makasih sudah baca. Sehat selalu buat kalian
With Love 💋
LiaRezaVahlefi
Instagram 
lia_rezaa_vahlefii.

Next, chapter 50. KLIK LINK NYA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar