Chapter 32 : Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Jumat, 14 Februari 2020

Chapter 32 : Better With You




Hai, Assalamualaikum. Sebelumnya terimakasih ya ukh sudah mampir kemari. Oh iya, ini ada sedikit kelanjutan chapter 32 yang aku publish di blog. Dan untuk pembaca baru dari blog, kalian bisa membaca cerita Better With You di chapter 1 sampai chapter 31 di akun platfrom dibawah ini ya. silahkan klik link nya :

https://www.wattpad.com/story/134012461-better-with-you-tamat-sudah-terbit


Serta di platfrome lainnya dengan akun LiaRezaVahlefi ( Dreame, Joylada, NovelPlush, NovelToon dan Storial )


Sekali lagi terima kasih ya, Happy Reading :)

****



Farrel berlari memeluk tubuh putrinya sambil terisak dan beberapa diantaranya termasuk keluarga Darren yang melihat kejadian tersebut juga terkejut.
Tanpa banyak bicara lagi, Farrel membawa tubuh putrinya yang bersimbah darah ke mobilnya yang dikemudikan oleh Rex. Anna yang tak kuasa melihat kejadian putri satu-satunya yang ia miliki naas ditabrak mobil saat itu juga pingsan.
Suasana terlihat tegang dan kacau saat mobil tersebut saling kebut dan tidak memperdulikan lagi peraturan lalu lintas. Yang mereka pikirkan sekarang adalah keselamatan nyawa Angel.
Bahkan, saat Farrel memegang denyut nadi tangan putrinya, denyut tersebut sekarang ini terasa melemah. Farrel terus mengeluarkan air matanya. Menyesali apa yang baru saja ia lakukan namun tidak rela putrinya itu berpindah agama.
Mobil tiba tepat didepan pintu UGD seiring berjalannya waktu ketika seorang Dokter wanita muda berusia 32 tahun baru saja keluar dari mobil pribadinya di parkiran dan menyaksikan kejadian itu.
Para suster dan petugas rumah sakit langsung saja siaga membawa tubuh Angel yang penuh simbah darah serta memasang beberapa alat bantu oksigen dan alat kebutuhan medis lainnya ditubuh Angel untuk menyelamatkan nyawa dan kondisi Angel.
Sedangkan Anna, wanita itu tetap ditangani oleh pihak rumah sakit karena belum sadarkan diri akibat syok yang menimpanya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" suara seorang dokter wanita berusia 32 tahun tersebut menghampiri Franklin yang tiba-tiba datang bersama kedua orang tuanya setelah Farrel menghubungi mereka.
"Kecelakaan karena korban ditabrak mobil, 20 menit yang lalu." ucap Franklin yang sempat menoleh kearah dokter tersebut
"Terima kasih." kata dokter itu dengan ramah dan pergi menuju ruang UGD dengan langkah cepatnya yang tergesa-gesa.
Ava, seorang dokter bedah yang mengenal sosok Angel saat kuliah mereka di London lalu berakhir disebuah Cafe untuk mengisi setiap waktu luang akhir pekan dan tetap berkomunikasi sampai sekarang.
Ava pun berlari menuju UGD dan segera membantu para suster dan tenaga medis lainnya untuk menangani Angel. Sedangkan Farrel, pria itu menunggu di luar UGD dengan segenap rasa gugup dan khawatir oleh keadaan putrinya yang begitu mengenaskan. Farrel tidak sendiri, ada Fandi, Ayesha dan kedua putra kembar mereka beserta Rex.
"Om, tenanglah. Lebih baik kita semua berdoa untuk keselamatan Angel." Rex mencoba menenangkan Farrel yang sejak tadi mondar mandir, mengabaikan penampilannya yang kusut bahkan kacau dan bercak darah kemerahan dikemeja putihnya setelah membawa Angel.
"Aku salah Rex. Aku salah, aku sudah.." Farrel mengusap wajahnya dengan kasar dan memundurkan langkahnya kebelakang hingga dirinya bersender di dinding rumah sakit kemudian meluruh dengan memejamkan kedua matanya yang rapat. Rex mendekati Farrel dan membawanya duduk di kursi.
"Tenanglah Om. Kita berdoa saja semoga adik sepupuku itu baik-baik saja."
Disisilain, Frankie juga menjauh dari situasi dan merogoh ponselnya untuk menghubungi kakaknya. "Halo? Kakak! Kemarilah, Kak Angel kecelakaan dan sekarang berada di UGD rumah sakit."
Frankie mendengar dengan jelas jika suara Aifa terpekik terkejut sekaligus histeris dan memutuskan sambungan begitu saja secara sepihak. Tepat saat Frankie memasukan ponselnya. Seorang dokter wanita yang bernama Ava keluar dari ruang UGD tersebut dengan penutup masker disebagian wajahnya.
Farrel pun langsung beringsut mendekati sang dokter. "Dokter, bagaimana keadaan putri saya?" 
Dokter Ava mengela napas panjang. Raut wajahnya terlihat sedih namun berusaha memaksakan senyum. "Saya dokter Ava yang menangani Angel. Kebetulan putri anda teman saya sewaktu kuliah di London. Kondisi Angel saat ini..." Farrel menatap Ava dengan cemas. Berharap jika putrinya baik-baik saja.

Promo Ebook Better With You Hanya Rp.250,- (Bersyarat) Klik Disini 
"Kondisinya saat ini sedang kritis dan Angel mengalami cedera tulang belakang dan mengenai area luas serta serabut sarafnya sehingga saraf motoriknya terganggu."
"Apakah itu parah dok?" tanya Farrel lagi dengan kedua matanya yang berkaca-kaca
"Kami tidak memastikannya apakah saat ini kondisi cedera yang dialami Angel parah atau tidak. Tindakan yang harus kami lakukan adalah segera mengoprasinya untuk menyelamatkan serabut saraf yang masih baik meskipun Angel harus mengalami kelumpuhan dikedua kakinya karena gangguan saraf motoriknya."
"Tolong berikan yang terbaik untuk Angel Ava, aku harap operasi kali ini berjalan dengan lancar." lirih Farrel
Ava hanya mengangguk. "Kami akan mengusahakannya. Permisi." Ava pun pergi berlalu meninggalkan Farrel yang kini diam termenung karena telah menyesali perbuatannya.

💞💞💞💞
Terima kasih sudah baca. 


Dan terima kasih sudah baca Stay With Me sebelum ke Sequelnya ini.

+ Follow akun Wattpad ini untuk mengetahui notip-notip update pembaharuan cerita dari author
Dan kalian bisa bersapa dengan author di Instagram : lia_rezaa_vahlefii.
Sehat selalu buat kalian. 
Jangan lupa berikan vote dan komentarnya ya.
With Love
LiaRezaVahlefi ❤

Next, Chapter 33 Better With You. Klik link nya :
https://www.liarezavahlefi.com/2020/02/chapter-33-better-with-you.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar