Chapter 33 : Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Jumat, 14 Februari 2020

Chapter 33 : Better With You




Keesokan harinya, Angel sudah di pindahkan keruang rawat inap kelas VIP yang sudah diminta oleh Farrel pada pihak rumah sakit. Kondisi Angel sedikit membaik dari sebelumnya meskipun belum sadar pasca operasi yang dilakukan beberapa jam yang lalu.
Anna menatap putrinya dengan sendu, menggenggam pergelangan tangan Angel yang tidak ada infus dan terasa sangat dingin dan membeku. Kulit Angel sangat pucat oleh beberapa luka lebam akibat kecelakaan mobil yang menimpanya. Kedua kakinya diperban dan juga bagian dahinya.
Sudah 30 menit Farrel berada diluar karena sedang mengurus sesuatu hal yang penting serta bertemu sejenak dengan Ava untuk membicarakan perihal kondisi Angel.
Pintu terbuka pelan, ketika Fandi dan sekeluarga menjenguk Angel meskipun belum sadarkan diri tanpa Aifa. Aifa, Sahabat Angel itu terus saja menangis dan tak sanggup melihat keadaan Angel diruang UGD ketika kemarin kerumah sakit bahkan rela mengurung diri dikamar menangis semalaman karena tak kuasa menahan kesedihannya.
Mungkin ini berlebihan bagi siapapun yang melihatnya tapi begitulah Aifa, sifatnya yang manja dan mudah menangis membuat dirinya terus bersedih apalagi menyangkut tentang sahabat seumur hidupnya dari kecil seperti Angel.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Ayesha yang kini berdiri disamping Anna. Sedangkan Fandi dan kedua putra kembarnya memilih duduk disofa yang terletak diruang VIP itu yang sangat luas.
Anna hanya diam, lalu memilih berdiri dan memeluk Ayesha sambil terisak. "Sudah beberapa jam dan Angel tidak menunjukan tanda-tanda akan sadar diri siumannya." lirih Anna.
Ay mengelus lembut punggung Anna. "Bersabarlah Anna, Tuhan sedang menguji kita untuk tetap terus berdoa."
Fandi dan kedua putra mereka hanya menatap sedih situasi sekarang hingga pintu terbuka pelan ketika Farrel dan keponakannya si Rex memasuki ruangan itu.
"Ada hal penting yang harus aku bicarakan pada kalian semua." to the Point Farrel yang langsung saja duduk disofa berhadapan dengan Fandi dan kedua putranya.
Sedangkan Ay, wanita itu merengkuh pundak Anna yang rapuh untuk menuju sofa dan mendudukkannya disamping Farrel diikuti dengan Ay yang duduk disamping Fandi dan Rex memilih berdiri sambil bersidekap menyenderkan tubuhnya di dinding ruangan itu
"Ada apa kak? Apakah mengenai kondisi Angel?" tanya Ay pada Farrel dengan raut wajah cemasnya. Farrel adalah kakak angkat tidak sedarah dari Ayesha yang kebetulan sejak kecil wanita itu diadopsi oleh kedua orang tua Farrel.
"Ini hal yang lebih penting dari itu..." Farrel menarik napas sejenak dan menghembuskannya secara perlahan. "Langsung saja, aku minta tolong pada kalian semua agar menutup rapat-rapat kejadian ini pada keluarga Farhan khusus dengan Fayezza."
"Tunggu." sanggah Fandi dengan cepat. "Kenapa kamu melakukannya?" timpal Fandi dengan kerutan heran didahinya.
"Ini soal Fay dan Angel. 5 tahun mereka berpartner dalam perusahaan membuat keduanya saling jatuh cinta. Sebenarnya, aku tidak mempermasalahkan jika pria itu adalah Fay namun yang menjadi masalah disini adalah pria itu berbeda keyakinan dengan kami. Kamu pasti paham sebagai seorang ayah Fan jika aku ingin melindungi putriku sebaik mungkin apalagi sampai berpindah keyakinan. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya seperti itu."
"Apakah mereka saling mencintai?" tanya Ay kemudian.
"Begitulah.. aku merasa bersalah jika hal itu membuat Angel terkena imbasnya sehingga keadaannya saat ini kritis hanya karena sebuah cinta yang tak bisa dipersatukan. Namun disisilain, aku juga tidak ingin menghendaki jika putriku bersatu dengan seorang pria yang bukan seagama dengannya."
"Jadi apa yang ingin kakak lakukan? Menyuruh kami bungkam agar Fay tidak mengejar Angel kembali dan menggunakan kesempatan situasi ini untuk memaksamu merestui hubungan mereka?" tanya Ay kemudian.
Farrel mengangguk. "Kamu benar Ay. Biar bagaimanapun aku akan berupaya menjaga putriku satu-satunya agar hal itu tidak terjadi. Aku memang.. tidak pernah merasa seegois ini sebagai Ayah namun aku juga tidak ingin hal itu terjadi pada Putri semata wayangku. Dan kamu..." Farrel melirik kearah Fandi dengan tatapan seriusnya.
"Aku tahu kamu sangat dekat dengan Farhan dan kalian bersahabat sejak dulu. Justru itu aku ingin meminta tolong padamu agar tidak memberitahukan hal ini pada mereka. Aku...." Farrel menundukan wajahnya dengan raut wajahnya yang tak kuasa menahan rasa sedih sekaligus takut oleh situasi yang menimpa putrinya. Anna menggenggam lembut tangan suaminya seraya berbisik "It's oke honey.. tidak apa-apa."
"Aku hanya tidak ingin sebagai orang tua dan anak terpecahkan karena berbeda keyakinan. Aku harap kamu mengerti Fandi."
Fandi hanya mengangguk. "Baiklah, aku tidak akan mengatkan apapun pada Farhan dan putranya."
💞💞💞💞

Apakah suatu saat Fay bakal tau kalau Angel kecelakaan? Ikutin aja kisah alur ceritanya di next chapter ya
Terima kasih sudah baca. 

Dan terima kasih sudah baca Stay With Me sebelum ke Sequelnya ini.
Dan kalian bisa bersapa dengan author di Instagram : lia_rezaa_vahlefii.
Sehat selalu buat kalian. 
Jangan lupa berikan vote dan komentarnya ya.
With Love
LiaRezaVahlefi ❤
Next. Chapter 34 Better With You. Klik link nya :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar