Chapter 36 : Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Jumat, 14 Februari 2020

Chapter 36 : Better With You




Keesokan harinya, Ava mengemudikan mobilnya menuju suatu tempat yang katanya kedua orang tuanya itu sudah menunggunya bersama sahabat mereka saat diusia muda.
Ava hanya menurut, niatnya ingin istirahat setelah menghabiskan waktu berjam-jam melakukan operasi pada pasien membuatnya sedikit lelah batal begitu saja karena harus mendatangi kedua orang tuanya yang kini berada disebuah restoran keluarga.
Jalanan cukup macet dan membutuhkan waktu 30 menit untuk dirinya tiba disebuah restoran keluarga tersebut kemudian memarkirkan mobilnya diparkiran yang disediakan bertepatan dengan sosok pria yang baru saja keluar dari mobilnya.
Tatapan mereka bertemu sebentar dan kembali mengabaikannya. Ava melanjutkan langkahnya memasuki restoran namun tidak menyadari jika pria tadi berada dibelakangnya dan mengikuti langkahnya dengan tujuan yang sama.
Ava pun mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru mencari posisi tempat dimana kedua orang tuanya menunggu hingga sebuah lambaian tangan yang berasal dari sang bunda dan berjarak 100 meter dari tatapannya membuat Ava segera beranjak kesana.
"Maaf Bun Ava terlambat." ucap Ava ketika sudah berada didekat mereka. "Jalanan hari ini begitu macet." Ava berucap sopan karena saat ini dimeja tersebut ada kedua orang tuanya beserta pasangan suami istri yang ada disebelahnya dan terlihat seumuran dengan ayah bundanya.
"Tidak masalah nak. Bunda tidak menyangka kalian datang bersama." Bunda Ava hanya tersenyum ramah dan menatap Ava dengan berbinar.
Ava dilanda kebingungan. "Kalian? Maksud bunda?"
"Maaf aku terlambat. Jalanan sedikit macet." ucap seorang pria tiba-tiba yang ternyata pria itu adalah sosok yang ia lihat di parkiran tadi saat dirinya baru saja memarkirkan mobilnya.
Bahkan, tanpa Ava sadari justru bundanya itu sudah melihat sosok pria tersebut yang tak jauh dari posisi Ava yang ada dibelakangnya.
"Tidak masalah. Kemarilah." panggil orang tua pria itu. Pria itu hanya menurut dan duduk disamping kedua orang tuanya. Diikuti Ava yang yang ikut duduk diantara ayah dan bundanya sendiri. "Perkenalkan.. ini Ava. Putriku yang selama ini aku ceritakan padamu Aisyah dan selama ini menempuh pendidikan kedokteran di London."
Aisyah hanya tersenyum pada Ava karena Ava adalah putri dari sahabat Aisyah saat dirinya bekerja di perusahaan Farhan dimasalalu yang bernama Dilla.
"Ini Fayezza. Putra pertamaku." kata Farhan kemudian yang memperkenalkan putra mereka pada Dilla, sahabat Aisyah yang merupakan bawahannya terdahulu di F'A Group.
Setelah pulang dari restoran keluarga, Fay memilih banyak terdiam dibalik setir kemudinya. Didepan matanya, kali ini ada mobil sang papa yang saat ini keduanya menuju kerumah ketika waktu menjelang sore hari.
Fay mengakui jika Ava memang cantik meskipun tak berhijab tapi tetap saja, Angel lah yang selalu dihatinya. Sekarang Fay benar-benar mengumpat dalam hati karena belum bisa melupakan seorang wanita yang dicintainya dan sudah menjadi istri sah dari seorang Darren. Secara tidak langsung, Fay menganggapnya diirinya sedang selingkuh perasaan dengan istri lain.
Fay hanya menghela napas panjang ketika dirinya sudah tiba di halaman luas rumah pribadinya dan memakirkan mobilnya dengan rapi kemudian keluar menuju rumahnya. Fay bisa melihat kedua orang tuanya sedang berjalan didepannya memasuki pintu rumah sambil bercerita dan tertawa renyah.
Sesekali, papanya mencium dahi mamanya dengan tatapan cinta. Fay benar-benar ingin sekali dimasa tuanya seperti papa dan mamanya. Hidup bersatu dengan pasangan yang di cintainya.

Promo Ebook Better With You Hanya Rp.250,- (Bersyarat) Klik Disini 
Fay memasuki rumahnya dan melihat mamanya pergi menuju dapur sedangkan papanya menaiki anak tangga namun sebelum menjauh, Fay segera menghampiri sang papa lalu memanggilnya.
"Papa?" panggil Fay dengan ragu.
Farhan menoleh kebelakang saat salah satu kakinya hendak menaiki anak tangga ke tiga. "Ya?"
"Ada yang ingin..." Fay menggaruk tengkuknya yang Farhan yakini tidak gatal. "Ada yang ingin Fay tanyakan dengan papa."
"Pasti sejak kepulangan dari restoran tadi kamu menyangka papa dan mama akan menjodohkanmu? Benar?" tebak Farhan secara langsung.
Fay terdiam menatap sang papa yang kini tersenyum kearahnya. Farhan pun kembali turun dari anakan tangga dan merengkuh pundak Fay lalu mendudukkannya di sebuah sofa yang tak jauh dari posisi mereka. Farhan memilih duduk disampung putranya dan sedikit memposisikan dirinya menghadap Fay.
"Apa yang kamu pikirkan sejak tadi bisa iya bisa juga tidak." ucap Farhan dengan santai.
"Ma-maksud papa?"
"Begini.." Farhan mulai berbicara serius dan menatap kedua mata Fay tanpa berkedip. "Bunda Ava yang bernama Tante Dilla itu dulunya bekerja dengan papa di F'A Group. Jauh sebelum mamamu bekerja disana dimasalalu. Setahun kemudian mama mulai bekerja di perusahaan papa dan bersahabat dengan Tante Dilla. Tak lama kemudian,, Tante Dilla mengundurkan diri dan menikah dengan seorang pria tepat setelah 1 bulan setelahnya Papa melamar Mama mu karena perjodohan yang dilakukan almarhum Kakekkmu. Papa tahu bagaimana rasanya dijodohkan Fay. Cinta dan kasih sayang sama sekali tidak ada sejak dari awal, namun seiring berjalannya waktu.. cinta bisa hadir karena terbiasa dan selalu bersama. Ya walaupun saat dimasalalu Papa suka membuat mamamu cemburu bahkan sering membuatnya menangis.." kekeh Farhan yang terlihat santai.
Fay menatap papanya dengan pandangan aneh. "Dasar papa, dan untungnya saja aku tidak mewarisi sifat papa dimasa muda." sinis Fay yang tentunya hanya bercanda. Pletakkk!! Dengan gemas Farhan menyentil dahi putranya. Membuat Fay meringis
"Kenapa papa-"
"Berhentilah mengejek papa, setiap orang bisa saja berubah Fay. Asal kamu tagu, dibalik itu semua pada akhirnya Papa mencintai mamamu diseumur hidup papa dan menghasilkan putra menyebalkan sepertimu."
"Jadi?"
Farhan mengerutkan dahinya. "Jadi? Apanya yang jadi?" tanya Farhan bingung.
"Papa berniat menjodohkanku dengan Ava?"
Dari sini, Farhan bisa melihat raut wajah kecemasan pada mimik wajah Fay yang tentunya putranya itu belum bisa melupakan sosok wanita yang dicintainya.
Farhan berdeham kecil "Semua terserah padamu Fay. Memang, penampilan Ava tidak berhijab namun hal yang terpenting dia seagama dengan kita. Kamu harus tau satu hal jika menikahi seorang wanita yang paling penting adalah melihat keyakinannya terlebih dahulu. Papa tidak mempermasalahkan jika kamu menerima Ava atau tidak yang jelas, saat ini yang papa tau Om Farrel sudah menikahkan putrinya dengan orang lain."
Farhan memilih beranjak dari duduknya dan menepuk pelan pundak Fay. "Pikirkan baik-baik Fay, sudah seharusnya usiamu sekarang ini untuk menjalin rumah tangga dengan seorang istri. Dulu, Papa melamar Mama diwaktu usia papa 30 tahun dan sekarang, usiamu saja sudah menginjak 31 tahun. Ketahuilah, Papa dan Mama tidak berniat menjodohkanmu dengan Ava namun kami sebagai orang tua hanya berharap yang terbaik buatmu karena kebahagian hatimu adalah hak mu Fay. Cukup Papa Mama saja yang dijodohkan saat dimasalalu dan putra putri papa silahkan mencari kebahagiannya sendiri asalkan pasangannya itu adalah benar-benar keturunan bibit bebet dan bobotnya yang baik serta tidak sembarangan dan pada akhirnya membuat hatimu terluka. Sebagai seorang pria kamu juga tidak bisa terus-terusan berkabung oleh hatimu yang kenyataanya Angel telah dimiliki orang lain Fay. Segeralah mencari pasangan karena beberapa hari yang lalu Papa melihat sendiri bagaimana mama begitu antusias menggendong seorang bayi dari menantu tetangga sebelah."
Farhan meninggalkan Putranya yang saat ini terlihat mencerna semua omongannya barusan. Bahkan, saat Farhan kembali menaiki anak tangga dirumahnya, pria itu sempat menoleh kearah putranya yang sedang berpikir dan merenung.
"Papa harap suatu saat kamu bisa menemukan kebahagiaanmu nak." gumam Farhan dalam hati
💞💞💞💞

Terima kasih sudah baca. 


Dan terima kasih sudah baca Stay With Me sebelum ke Sequelnya ini.

Dan kalian bisa bersapa dengan author di Instagram : lia_rezaa_vahlefii.
Sehat selalu buat kalian. 
Jangan lupa berikan vote dan komentarnya ya.
With Love
LiaRezaVahlefi ❤
Next, Chapter 37 Better With You. Klik Link nya :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar