Chapter 39 : Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Jumat, 14 Februari 2020

Chapter 39 : Better With You




Darren mendorong kasar pundak Angel dan berdiri dengan amarahnya dan tidak terima oleh tindakan Angel yang diluar dugaan dengan mencium bibirnya meskipun hanya saling menempelkan bibir.
"Darren, A-aku minta maaf. Aku-"
"Apa yang kamu lakukan!! Mengapa kamu menciumku?" napas Darren memburu oleh kedua matanya yang menatap Angel dengan tajam.
"Darren aku-"
Disisilain, Ava yang baru saja tiba dan tadinya hendak masuk seketika mendengar suara amarah seorang pria didalam ruangan Angel dengan pintu yang sedikit terbuka dan sekarang ini diirinya hanya bisa diam mematung apalagi suara amarah dari pria itu begitu lantang dan nyaring.
"Jika kamu berlaku demikian hanya untuk membuat pria lain cemburu buta dan salah paham maka jangan lakukan itu denganku! Aku bukan pria pelarian seperti yang kamu pikirkan!!"
"A-aku minta maaf, aku tidak bermaksud-"
Darren pergi begitu saja dengan amarahnya yang berada di ubun-ubun kepalanya tanpa memperdulikan Angel dan mendengarkan semua penjelasan wanita itu.
Bagaimana Angel bisa melakukan hal yang diluar dugaan jika kedua mata Darren menangkap dengan jelas sosok Fay berdiri diambang pintu dan terkejut melihat dirinya bersama Angel sedang berciuman.
Darren melangkahkan kakinya menuju pintu namun saat membukanya, lagi-lagi Darren dikejutkan dengan sosok Ava yang tercyduk menguping amarahnya dengan Angel didalam.
Ava terdiam mendapati kilatan amarah Darren yang terpancar dikedua matanya dan meneguk ludahnya dengan susah. Ava pun memilih masuk kedalam ruangan dan tanpa sengaja dirinya hampir saja menginjak setangkai bunga mawar yang tergeletak begitu saja dilantai kemudian meraihnya.
Ava berjalan mendekati Angel yang sedang menangis dan terisak. "Angel..." mendengar namanya dipanggil oleh seorang yang dikenalnya. Dengan cepat Angel mengusap air matanya dengan punggung tangannya.
Ava menghela napas dan duduk dihadapan Angel sambil menghapus air mata yang tersisa dan berlinangan di pipi Angel. "Apa yang terjadi? Aku mendengar seorang pria marah-marah dan baru saja keluar dari ruangan ini?"
"Aku melakukan suatu kesalahan Ava."
"Apa yang kamu lakukan?" Ava mengusap lembut rambut Angel dan mengabaikan rambut wanita itu yang rontok dan menempel ditangannya.
"Aku.." Angel menarik napasnya sejenak berusaha meredakan rasa sesak dihatinya. "Aku baru saja membuat pria yang aku cintai cemburu dan salah padam dengan mencium pria yang baru saja keluar."
"Kenapa kamu melakukannya?"
"Karena aku ingin dia pergi dari hidupku. Semuanya percuma saja Ava. Umurku sudah tidak lama lagi dan penyakit ini semakin hari semakin menyiksaku hingga membuatku berpikir tentang kebahagiannya. Lebih baik dia bersama orang lain yang sempurna daripada denganku yang seperti ini meskipun aku yang mengalah oleh rasa sakit hati ini."
Ava memperhatikan mimik wajah Angel yang begitu mencintai sosok pria itu. Ya, Angel sudah bercerita tentang pria yang ia cintai semenjak dirinya memiliki alasan mengapa harus menyembunyikan penyakitnya dan itu merupakan salah satu alasannya selain kedua orang tuanya. Tidak lebih, hanya sesingkat saja tentang pria itu hingga membuat Ava berusaha untuk memakluminya.
Ava menyerahkan setangkai bunga mawar segar yang sempat tergeletak didepan pintu pada Angel dan membuat wanita itu terpaku sesaat. "Sepertinya bunga ini berasal dari pria yang kamu cintai Angel. Ambilah, biar bagaimanapun sesuatu yang berasal dari orang yang kita cintai sangat berharga. Tak hanya cinta dan hatinya, tapi juga pemberiannya."
Angel tersenyum sendu dan menerima bunga mawar tersebut dengan tangan gemetar. Bahkan, saat menerima bunga tersebut tangan Angel mencium wangi semerbak bunga mawar itu dengan perlahan hingga sebulir air mata menetes dikelopak mawar tersebut.
"Ava.."
"Ya?"
"Bisakah aku meminta bantuanmu?"
Ava menggenggam tangan Angel yang begitu pucat oleh kulitnya yang putih dan dingin bahkan terlihat mengurus.
"Maukah kamu bantu aku mengemas bunga mawar ini agar terlihat baik dan tidak rusak sekalipun akan layu?" Ava menatap Angel sejenak yang sepertinya terlihat sangat memohon dibalik kedua matanya yang sayu dan berkaca-kaca.
"Aku merasa pria yang aku cintai tidak akan pernah kembali lagi di kehidupanku begitu melihat semua hal tadi. Aku anggap ini pemberian terakhir darinya dan aku mohon tolong bawa ini kepusara tanahku ketika saatnya tiba. Aku ingin selalu membawanya kemanapun aku pergi hingga akhir hayatku."
"Angel.. jangan berkata seperti itu, aku-"
Angel menggeleng lemah. "Plish.. tolong bantu aku. Jika aku tidak bisa memiliki bahkan melihatnya lagi, setidaknya aku masih bisa memiliki pemberian terakhirnya ini. Mawar indah yang aku inginkan dan aku menyuruhmu untuk meletakkannya dipusaraku meskipun layu."
💞💞💞💞
Terima kasih sudah baca.Dan kalian bisa bersapa dengan author di Instagram : lia_rezaa_vahlefii.
Sehat selalu buat kalian. 
Jangan lupa berikan vote dan komentarnya ya.
With Love
LiaRezaVahlefi ❤
Next Chapter 40 Better With You. Klik Link nya :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar