Chapter 40 : Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Jumat, 14 Februari 2020

Chapter 40 : Better With You




Sudah dua bulan lamanya semenjak kejadian Fay melihat Angel berciuman dengan Darren di ruang rawat inap nya. Selama itulah Fay benar-benar merasakan hatinya yang sesak sekaligus cemburu melihat hal itu.
"Sebagai seorang pria kamu juga tidak bisa terus-terusan berkabung oleh hatimu yang kenyataanya Angel telah dimiliki orang lain Fay." omongan papanya beberapa hari yang lalu terus saja terngiang-ngiang dikepalanya semenjak melihat Angel melakukan ciuman itu dengan Darren
Apakah dirinya harus mulai belajar melupakan sosok Angel? Pikirannya kali ini mengatakan jika semuanya sudah jelas bahwa Angel telah sah menyandang status istri orang lain. Tapi mengapa hatinya mengatakan sebaliknya? Apalagi melihat pancaran manik mata Angel yang terlihat masih mencintainya. Ya. Fay yakin Angel masih mencintainya, tapi mengapa berlaku demikian? Semuanya benar-benar membuatnya bingung.
"Segeralah mencari pasangan karena beberapa hari yang lalu Papa melihat sendiri bagaimana mama begitu antusias menggendong seorang bayi dari menantu tetangga sebelah."
Fay mengacak rambutnya dengan gemas ketika dipikirkannya kali ini berputar oleh omongan papanya lagi. Pekerjaanya kali ini benar-benar membuatnya tak bisa berkonsentrasi bahkan laptop yang sejak tadi menyala terabaikan begitu saja hanya karena memikirkan masalah pribadinya.
Fay memegang ponselnya lagi menatap layarnya dengan bimbang dan sesekali ia meletakkannya kemudian meraihnya lagi dan terulang seperti itu selama beberapa menit.
Fay menyenderkan tubuhnya di kursi kerjanya. Menghela napas panjang lalu kembali memijit ujung alisnya sambil berpikir keras apakah tindakannya kali ini benar atau tidak. Pria itu memilih berdiri menuju meja mungil yang terdapat dispenser dan ada beberapa gelas cangkir serta kebutuhan untuk membuat minuman hangat lainnya disampingnya.
Fay pun meraih gelas tersebut dan membuka kemasan bubuk coklat import yang pernah dibelinya dari Spanyol sewaktu urusan bisnis pekerjaannya.
Spanyol.
Lagi-lagi Fay teringat kenangannya bersama Angel ketika pertama kalinya ia mengungkapkan perasaan dan melamar wanita itu tepatnya di negara bagian Venice. Fay menghentikan gerakan tangannya ketika hendak menuangkan dua sendok coklat bubuk tersebut kedalam cangkir sambil menatapnya sedih.
Fay ingat jika ini adalah kebiasaan Angel ketika menjadi sekertarisnya dulu. Menyiapkan minuman kesukaannya secangkir hot chocolate dan memarahinya ketika dirinya meminum secangkir kafein dengan alasan tidak baik untuk kesehatan tubuh.
Fay menghela napas panjang. Keinginannya untuk membuat secangkir hot chocolate menguar begitu saja dan akhirnya ia kembali duduk di kursi kerjanya tepat saat jam istrirahat sudah tiba.
Fay membatin. Ia tidak bisa selama-lamanya bersikap seperti ini oleh pemikirannya yang menyukai sosok wanita apalagi wanita tersebut sudah bersuami.
Dengan perasaan canggung sekalipun gugup, Fay pun mengirimkan pesan singkat pada Ava untuk mengajaknya bertemu disebuah Cafe minimalis untuk membicarakan sesuatu sekaligus membahas hal-hal yang sebelumnya mereka bicarakan.
Setelah mengirimnya, Fay memasukan ponselnya kedalam celana bahannya lalu melepas Jas Formalnya sambil menggulung kemeja lengan panjangnya hingga kesiku kemudian meraih kunci mobil dan pergi ketempat tujuan dengan perasaan yang tak menentu sekaligus sedikit tidak bersemangat namun ini semua demi kebaikannya. 

💞💞💞💞
Terima kasih sudah baca.
Dan kalian bisa bersapa dengan author di Instagram : lia_rezaa_vahlefii.
Sehat selalu buat kalian. 
Jangan lupa berikan vote dan komentarnya ya.
With Love
LiaRezaVahlefi ❤️
Next, Chapter 41 Better With You. Klik Link nya :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar