Chapter 41 : Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Jumat, 14 Februari 2020

Chapter 41 : Better With You



Anna mempersiapkan segala kebutuhan putrinya hari ini. Sebenarnya ini adalah tugas pelayan pribadi Angel, namun sesekali Anna berinisiatif mempersiapkannya sendiri demi putrinya.
Satu hal yang Anna herankan selama satu bulan ini. Ntah mengapa melihat kondisi Angel semakin hari semakin mengurus ditubuhnya. Anna sudah menanyakan hal itu pada Angel apa yang sebenarnya terjadi, namun lagi-lagi Angel berbohong dengan alasan dirinya tidak bernafsu makan hingga membuat berat badannya turun drastis.
Tidak hanya itu saja, Anna juga menanyakan hal yang sama pada Ava namun Ava hanya memberikan jawaban yang sama seperti Angel meskipun hati Ava terselip rasa bersalah pada kedua orang tua Angel.
Pintu diketuk ketika sosok Ava berdiri diambang pintu kamar Ava dan Anna mempersilahkannya masuk. "Maaf, apa aku mengganggu?"
Anna menoleh kearah pintu dan tersenyum menatap Ava. "Tentu saja tidak. Silahkan masuk."
Ava hanya mengangguk dan melanhkahkan kakinya berdiri disamping Anna yang kini memperhatikan Angel tengah memakai syal di sepanjang lehernya. "Bagaimana kondisi Angel Ava? Apakah ada perubahan untuk kedua kakinya?"
"Sejauh ini kondisi kedua kaki Angel sedikit demi sedikit mengalami perubahan oleh terapi yang dijalankannya Tante. Angel sudah bisa sedikit menggerakkan salah satu kakinya meskipun tidak banyak. Setelahnya untuk beberapa Minggu kedepan Angel bisa belajar berdiri walau hanya beberapa detik."
Anna menghela napas bersyukur. "Syukurlah kalau begitu.. semua memang membutuhkan waktu. Terima kasih selama ini sudah merawat dan membantu Angel Ava."
"Sama-sama Tan.." senyum Ava dengan sopan dengan Anna.
Dan setelahnya, Anna meninggalkan Ava dan Angel didalam kamar ketika suara pintu di tutup, Ava mendekati Angel yang tengah duduk dikursi roda sambil memegang bunga mawar yang sudah layu dan dikemas oleh Ava dua bulan yang lalu.
Tak mau terlihat sedih Angel pun kini menatap Ava yang kini tengah memandang sendu kearahnya. Sungguh, Angel tidak ingin dikasihani oleh Ava saat ini.
"Cantik." gumam Angel pada Ava.
Ava tersenyum menatap Angel. "Berusaha untuk memujiku?"
Angel mengangguk dan terkekeh pelan. "Kamu terlihat berbeda semenjak mengenakan hijab Ava. Terlihat lebih cantik dan anggun."
Ava menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan disisilain, ada sedikit rasa iri didalam hati Angel yang dulunya sempat berniat memakainya namun tidakk bisa karena situasinya yang tidak mengizinkannya.
"Ada apa?" tanya Ava ketika Angel menatapnya tanpa berkedip.
"Tidak apa-apa. Bagaimana rasanya berhijab Va?"
"Ya.. begitulah. Ini kewajiban bagi seorang wanita muslim untuk memakainya disisilain, seseorang menyuruhku untuk memakainya."
"Oh ya? Siapa? Ayah dan Bunda mu?"
"Bukan." Ava tersenyum tipis namun sangat terlihat jika kedua pipi Ava terlihat merona. "Seorang pria yang akan menjadi calon pendamping hidupku."
"Kamu akan menikah?" tanya Angel kini menatap Ava yang wajahnya terlihat bahagia."
"Em.. ya begitulah." Ava kembali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan sedikit malu untuk mengakuinya.
"Wah.. selamat ya. Aku turut senang oleh kabar darimu tapi.." Angel kembali menundukan wajahnya.
"Ada apa Angel?"
"Aku tidak yakin apakah aku masih ada atau tidak dihari bahagiamu. Padahal aku ingin-"
"Jangan berkata seperti itu." sanggah Ava dengan cepat. "Kita akan selalu bersama Angel dan kanu pun akan datang ke acara pernikahanku begitu pun sebaliknya."
Angel tersenyum miris. "Setidaknya kamu nyata Ava. Maksudku, kebahagiaan sudah tiba didepan matamu. Sedangkan aku.. " Angel menarik napas sejenak meredakan hatinya yang sesak. "Sedangkan aku, aku melepaskan seseorang yang aku cintai karena aku terlalu rapuh dan akan pergi dari kehidupan ini. Semua percuma saja. Aku tidak ingin membuatnya sedih."
"Apa kamu masih mencintainya?" tanya Ava lagi.
"Sangat. Aku bahkan sangat mencintainya dan sekarang merindukannya tapi aku tidak sanggup pergi dari hidupnya dan membuatnya terpukul hingga membuatku harus melakukan hal ini. Biarlah aku yang mengalah Ava. Aku berharap suatu saat dia akan menemukan sosok wanita yang membahagiakan dirinya dan saling mencintai."
Ava memeluk tubuh Angel yang rapuh. "Menangislah jika ingin melakukannya sekarang dan membuatmu lega Angel. Jangan berpikir buruk agar kondisimu tidak terganggu, plish."
Dan Ya, Angel kembali mengeluarkan air mata dikedua matanya yang sendu. Dirinya sangat merindukan sosok Fay. Sudah dua bulan ia memendam rasa rindunya yang begitu menyesakkan dihatinya.
Merekapun akhirnya pergi menuju rumah sakit untuk melakukan kemoterapi Angel pada leukimianya. Bahkan saat pulang pun, Angel memilih dijemput oleh supir pribadinya karena Ava harus melaksanakan tugas dinasnya setelah memeriksa Angel.
πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž
Waktu terus berjalan dan mobil membawa Angel yang kini berubah haluan menuju sebuah lokasi yang sudah ia lakukan selama dua bulan ini tanpa diketahui siapapun dan hanya Tuhan, dirinya serta sang supir yang tau oleh hal ini.
"Kita sudah sampai nona Angel." suara sang supir membuyarkan lamunan Angel.
Mobil mereka saat ini berhenti tepat diparkiran basement perusahaan F'A Group. Sudah dua bulan Angel melakukan hal ini disetiap sore harinya 1 jam sebelum Fay pulang dari jam kerjanya.
Angel memang menyuruh Fay pergi dalam hidupnya, namun.. Angel tak bisa menepis jika hal itu sungguh menyakitkan dirinya hingga Angel hanya mampu melihat dan menatap Fay dari jarak jauh bagaimana ketika pria itu baru keluar dari perusahaan dan menuju mobilnya.
Saat itu terjadi, lagi-lagi Angel menangis dalam diam. Ia hanya mampu melihat dari kejauhan.. mungkin sebagian mengatakan dirinya pengecut, tapi Angel tidak perduli karena semua itu tidaklah mudah bagi siapapun yang berada diposisi Angel.
Supir pribadi yang mengetahui Angel menangis hanya mampu terdiam dan tidak bisa melakukan apapun meskipun dalam dirinya sedang penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
Angel menatap Fay dari kejauhan dibalik kaca hitam yang berada di mobilnya. Pria itu semakin hari semakin tampan batinya. Angel mengulurkan tangannya dibalik kaca mobil seolah-olah sedang menyentuh sosok pria itu dan begitu Fay sudah memasuki mobilnya, rasa menyakitkan itu kembali hadir karena tak bisa melihat dan menatap Fayezza lagi.
Biarlah ia seperti ini hingga menjelang akhir hayatnya walaupun kejadian itu berlangsung beberapa menit hanya untuk melihat wajah sosok pria yang ia cintai dari jarak jauh.
Angel pun menundukan wajahnya dan kembali berucap. "Dia sudah jalan Pak. Kita pulang saja."
"Baik nona Angel."
Mobil pun kembali berjalan.. Angel menggenggam kemasan mawar merah yang kini terlihat layu pemberian Fay, memeluknya kedalam dada penuh pilu oleh hatinya yang begitu mencintai Fay..
"Aku merindukanmu Fay, maafkan diriku yang pengecut ini hingga membuatku berlaku demikian selama ini. Aku hanya tidak ingin membuatmu sedih oleh kepergian diriku bila waktunya tiba." tangis Angel pun kembali pecah oleh isakan yang ia tahan.
πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž
PS : jangan tanya mengapa sudah beberapa part isinya penuh kesedihan dan kapan bahagianya atau kapan ini dan itunya, semua berdasarkan alur dan situasi Angel yang sedang berjuang oleh penyakit leukimia dan isi hatinya yang begitu mencintai sosok Fay.
Sad ending?

Ada keajaiban atau gak?
Happy ending?
Intinya ikutin aja alurnya sampai akhir

Saya harap kalian mengikuti alur ini hingga tamat seperti biasanya. 

Maaf dari jaman Stay With Me, Just Friends sampai di Better With You kisah yang saya buat sedikit mendrama penuh kesedihan dan anggap saja itu ciri khas seorang Thor LiaπŸ™πŸ˜Š

Terima kasih udah pantengin hingga part ini. Salam buat kalian sehat selalu❤️
Next, Chapter 42 Better With You, Klik Link nya :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar