Chapter 42 : Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Jumat, 14 Februari 2020

Chapter 42 : Better With You



Hai readers kesayangan. Gak kerasa sore ini Alhamdullah menjelang berakhirnya bulan Ramadhan. Saya minta maaf dan mohon ridhonya jika selama ini ada salah sama kalian terutama dalam merangkai cerita yang sekiranya bikin kalian gak sreg atau semacamnya πŸ™.
Sekali lagi, saya sebagai penulis mengucapkan Minal Aidin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan batinπŸ˜ŠπŸ™
Selamat menunggu waktu berbuka puasa dihari terakhir, semoga tahun depan kita semua dipertemukan oleh bulan Ramadhan kembali dan selamat menunggu malam takbiran.
Terima kasih. Selamat membaca!
Have a nice day, salam Lia - 14/06/2018 πŸ’•
πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž
Malam harinya, Aifa begitu antusias dengan Angel karena malam ini adalah malam Minggu. Sebenarnya Angel enggan untuk keluar malam namun Aifa sejak tadi membujuknya dengan tatapan manjanya yang seperti biasanya dilakukannya begitu menginginkan sesuatu.
Ya, Aifa sahabatnya itu selalu saja begitu. Membuat Angel pada akhirnya mengalah dan tidak ada salahnya sesekali ia pergi keluar rumah toh bersama Aifa juga.
"Kamu tidak perlu khawatir Angel, aku sudah merayu om Farrel dan tante Anna agar mengizinkan kita.." ucap Aifa yang kini membantu Angel memakaikan syalnya.
"Jangan terlalu lama-lama. Tidak baik seorang wanita pulang larut."
Tanpa Angel dan Aifa sadari, sejak tadi Farrel berdiri diambang pintu kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar putrinya.
"Tenang saja om" ucap Aifa dengan semangat. "Kami tidak akan pulang larut dan aku pastikan Angel akan bergembira malam ini."
"Baiklah. Aku mengizinkan kalian.."
Aifa pun mendorong kursi roda Angel yang sudah siap kemudian berhenti sejenak tepat disamping Farrel. "Daddy. Aku pergi dulu.. tidak apa-apa kan aku jalan malam ini?"
Farrel tersenyum seraya menunduk dan mengecup kening putrinya. "Tentu saja. Sesekali kamu butuh refreshing sayang. Bersenang-senanglah.." "Asyikk!!! Let's go Angel.. kesenangan dan hiburan menanti kita sebentar lagi."
Farrel hanya tersenyum menatap keduanya yang tak terasa usia mereka dewasa dan kembali berteriak. "Jangan lupa untuk tidak pulang larut!" teriak Farrel lagi yang hanya diangguki Aifa kemudian keluar menuju ruang tamu sambil mendorong kursi roda Angel. Begitu sampai diluar, Aifa berhenti tepat disebuah mobil dan membuat Angel mengerutkan dahinya.
"Ini kan mobil Rex? Kenapa-"
"Hai adik sepupuku." Rex keluar begitu saja yang kini berpenampilan casual.
Angel menatap keduanya secara bergantian dan bingung. "Ka-kalian... Kenapa kalian bisa-"
"Oh ayolah Angel, sekarang aku sudah dewasa dan pria inilah yang akan menjadi calon masa depanku."
"Calon masa depan? Astaga, begitu banyak yang aku lewatkan selama ini. Dan apa itu benar Rex?"
Rex menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Em, ya begitulah. Aku.. sudah dekat sama Aifa selama 4 bulan ini."
Angel mendengus dengan wajahnya yang mengejek. "Wah-wah.. dunia memang sempit ya? Aku tidak menyangka saat dulu berupaya menjodohkan kalian, kamu dan Aifa sama-sama saling menolak bahkan tidak ingin bertemu terlebih dahulu sebelumnya. Dan sekarang-"
Aifa tertawa dan tanpa banyak bicara membantu Angel untuk berdiri secara pelan untuk memasuki mobil sementara Rex melipat kursi roda sepupunya kemudian menaruhnya di bagian bagasi belakang mobil.
"Sejak tadi kamu banyak bertanya kenapa dan kenapa aku ini itu bla bla dan bla. Semua bisa saja terjadi Angel sekalipun jika aku berniat menjadi pria brengsek membawa Aifa lari dan menikahinya secara diam-diam." canda Rex yang membuat Aifa terbahak keras.
"Pantas saja selama ini Aifa mu itu tidak pernah membahas hal-hal cinta lagi! Ternyata kalian sudah saling mengenal ya.. Kamu tau? Sebelum Aifa bertemu denganmu dia selalu bertanya denganku bagaimana- hhmmmffttt."
Tanpa diduga dengan cepat Aifa membekap bibir Angel sambil menyengir.
"Euh Rex apa yang dikatakan Angel hanyalah sebuah kebohongan..."
"Hhhmmfftt....."
"Kamu tahu sendirikan jika Angel.."
"Hhmmmffttt..." dengan kesal Angel melepas bekapan tangan Aifa di bibirnya. "Kamu ini! Kenapa tidak mau mengaku?!! Menyebalkan sekali."
Aifa hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Aku hanya-"
"Sudah-sudah hentikan." sanggah Rex dengan cepat. "Daripada kalian berdebat lebih baik kita makan sesuatu yang ada di restoran atau cafe. Kamu tahu baby? Aku begitu merindukan adik sepupuku ini dan malam ini adalah malam spesial untuk Angel dengan segala kesenangan dan hiburan yang ada." senyum Rex
"Maafkan aku Angel baru bisa menjengukmu. Pekerjaanku terlalu banyak akhir-akhir ini." ucap Rex lagi dan menoleh kearah Angel.
"Tidak masalah Rex." senyum Angel kemudian. "Tapi terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan malam Minggu ini demi aku."
"Ugh... Calon suamiku perhatian dan manis sekali sih.." puji Aifa sambil memegang kedua pipinya yang merona merah.
"Aku hanya tersentuh melihat kalian berdua. Kamu tau Angel? Dengan dirimu yang sebagai adik sepupunya Rex saja dia begitu menyayangimu. Bagaimana dengan diiriku yang akan menjadi istrinya suatu saat. Ah, aku jadi tidak sabar bila itu terjadi."
Kedua pipi Aifa merona. Aifa dengan segala berlebihan dan kekonyolannya kembali terjadi. Angel mendengus kesal.
"Sungguh! Kalian pasangan yang menyebalkan dan menganggapku seperti obat nyamuk saja."
Aifa mengabaikan Angel yang kesal. "Rex, aku iri kamu bisa perhatian gitu sama Angel.." rengek Aifa pada Rex.
Rex terkekeh geli. "Akan kulakukan ketika saatnya tiba Aifa. Ayo kita masuk mobil." Rex pun membawa tubuh Angel kebagian kursi belakang penumpang dan setelahnya, Rex kembali melipat kursi roda Angel dan meletakkannya dibagian bagasi belakang mobil. 
πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž
Terima kasih sudah baca. 

Dan terima kasih sudah baca Stay With Me sebelum ke Sequelnya ini.

+ Follow akun Wattpad ini untuk mengetahui notip-notip update pembaharuan cerita dari author
Dan kalian bisa bersapa dengan author di Instagram : lia_rezaa_vahlefii.
Sehat selalu buat kalian. 
Jangan lupa berikan vote dan komentarnya ya.
With Love
LiaRezaVahlefi ❤️
Next chapter 43 Better With You, Klik link nya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar