Chapter 44 : Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Jumat, 14 Februari 2020

Chapter 44 : Better With You


Rex, Aifa dan Angel tiba di parkiran mobil Rex dengan kedua mata Angel yang berkaca-kaca. Aifa yang menyadari hal itu menoleh kearah Rex yang berada dibelakangnya sejak tadi. "Rex, aku butuh bantuanmu."
"Ada apa?" ucap Rex dan menyamakan posisinya dengan Aifa kemudian saling berhadapan.
"Untuk malam ini, aku yang akan menyetir mobilmu. Sepertinya Angel sedang butuh sandaran dirimu Rex."
"Aifa, aku baik-baik saja percayalah." sanggah Angel dengan cepat
Aifa menatap Angel dan kembali bersimpuh didepan Angel. "Aku tau Angel. Tapi pelukan seorang pria dan sandarannya setidaknya membuatmu tenang."
Angel menatap Aifa sejenak dan benar, kedua air matanya kembali meluruh apalagi Angel sempat melihat kedalam tas kecil yang ia bawa dan didalamnya terdapat bunga mawar yang sudah mengering oleh kemasan yang berasal dari Fay beberapa hari yang lalu ketika insiden dirinya mencium Darren dan membuat Fay cemburu.
"Ayo Angel, kita pulang.." bujuk Rex dan akhirnya menggendong tubuh Angel serta tak lupa Aifa melipat kursi roda sahabatnya itu dan meletakkannya di bagasi belakang mobil.
Aifa pun segera mengemudikan mobil Rex ketika mereka bertiga sudah berada didalam mobil. Dengan perlahan, Rex meraih kepala Angel dan membawanya kedalam dada bidangnya.
"Menangislah Angel. Aku tahu bagaimana perasaanmu yang begitu cemburu melihat Ava bersama Fay. Kau masih mencintainya kan?"
Angel hanya terisak dikeheningan dalam mobil, membuat Rex semakin mengeratkan pelukannya dengan tubuh Angel yang begitu rapuh dan gemetar kecil oleh tangisannya.
"Mengapa takdir begitu kejam padaku Rex? Salahkah aku jika disisa hidupku ingin bahagia dengan Fay namun Daddy tidak memgizinkanku bersama dirinya?" lirih Angel dengan nada suaranya yang terdengar menyakitkan.
"Jangan berkata seperti itu Angel.. apapun yang terjadi aku dan Aifa akan ada selalu untukmu. Percayalah jika Fay masih mencintaimu. Aku bisa melihat dari kedua matanya dan asal kau tau sesama pria aku sangat mengenal bagaimana kedua mata Fay yang begitu menginginkan wanita dicintainya namun tak bisa berbuat apapun karena sebuah penghalang besar diantara kalian."
Sebagai seorang pria, dirinya tak kuasa menahan rasa sedih dan tidak bisa berbuat banyak apapun selain mencoba menenangkan Angel.Aifa melirik kearah belakang melalui spion tengah yang ada di mobil Rex. Air mata meluruh di pipinya oleh situasi yang ada.
"Rex..." panggil Angel dengan lirih.
"Hm?"
"Berjanjilah kamu harus membahagiakan Aifa, sahabatku itu. Aku tidak ingin ketika diriku tidak ada lagi kamu mengecewakannya."
"Jangan berkata seperti itu." ucap Rex. "Kamu harus yakin untuk bisa sembuh dan bisa berjalan lagi. Aku merindukan keceriaanmu, senyumanmu dan perdebatan kita ketika sedang berkumpul dengan Tante Anna dan Om Farrel dirumah.."
Angel mencoba memaksakan senyumnya dalam dekapan hangat Rex. "Aku harap seperti itu Rex. Sama seperti bunga mawar yang aku pegang saat ini.. aku merasa, hidupku semakin hari semakin layu seperti bunga mawar ini. Bunga ini terlihat rapuh, layu dan tidak segar lagi dengan bentuk sebelumnya yang cantik merekah."
"Angel..."
"Aku ingin memiliki mawar yang baru dari seorang pria yang aku cintai namun aku bisa apa? Jika sekarang takdir berkata lain. Apalagi dirinya sudah menemukan pasangan yang sempurna dan seakidah dengannya, sudah seharusnya Fay memberi banyak bunga yang indah pada Ava.. kamu tahu? Meskipun bunga ini terlihat layu dan sudah layak dibuang, bagiku ini sangat berharga. Kapan lagi aku bisa menerima salah satu pemberiannya disisa hidupku apalagi Fay akan menikah dengan wanita lain." ucap Angel dengan lirih, mencoba menahan rasa kondisinya yang semakin melemah.
"Semua akan baik-baik saja Angel. Percayalah. Aku yakin Fay tidak mencintai Ava. Kaulah yang dicintainya."
Hati Angel terasa menghangat oleh omongan Rex meskipun tetap saja takdir sudah ditetapkan dirinya tidak bersama Fay. Angel berusaha untuk bertahan oleh kondisinya sekarang namun tak berani berkata dan membuat Rex atau Aifa cemas karena dirinya.
"Aku menyayangimu Rex. Jaga Aifa..."
Akhirnya Angel memilih mengalah oleh kondisi yang ia tahan sedari tadi sejak direstoran melihat Ava dan Fay bersama hingga membuat keadaannya semakin memburuk.
Dengan perlahan, Angel memejamkan kedua matanya. Bahkan tanpa Rex sadari, kedua lubang hidung Angel mengeluarkan darah segar.
"Aku akan menjaga Aifa sampai kapanpun, dan juga dirimu Angel. Jangan lupa kau adalah adik yang aku sayangi." ucap Rex dengan pelan.
"Aku juga tidak tahu jika selama ini dokter itulah yang menjadi calon istri Fay." Rex bergumam dengan helaan napasnya dan semakin memeluk tubuh Angel.
"Angel, kamu harus berjanji padaku untuk terus berjuang dan sembuh hingga membuatmu kembali bisa berjalan. Kamu mengerti?"
Hening, tidak ada suara dan komentar apapun dari bibir mungil Angel. "Angel.." panggil Rex sekali lagi.
Aifa yang sedari tadi berusaha fokus oleh kemudinya menoleh kebelakang. "Rex! Apa yang terjadi?"
"Angel.. sayang kamu tidur?" dengan perasaan khawatir, Rex melepas rengkuhan tubuh mungil Angel dan menangkup kedua pipi Angel ketika dilihatnya kedua mata adiknya itu terpejam rapat oleh kulit wajah yang memutih dan dingin serta darah segar yang mengalir di hidungnya.
"Angel.. Angel.. a-apa yang terjadi? Angel.. sadarlah. Ka-kamu kenapa?" panik Rex sambil menepuk pelan pipi Angel yang tidak merespon apapun bahkan secara tidak langsung membuat kedua mata Rex berkaca-kaca.
"A-angel.. ka-kamu kenapa? Hikzzz." tangis Aifa pun pecah dan kembali menoleh kedepan, berusaha untuk fokus menyetir hingga akhirnya, Aifa pun menepikan mobil Rex dan keluar dari mobilnya.
Rex semakin panik, ia pun akhirnya memilih mengambil alih dan mengemudikan mobilnya sendiri sementara Aifa menangis histeris memeluk tubuh Angel..
"Angel...hikzzz.. jangan sekarang,pliss.. aku mohon jangan pernah tinggalkan aku."
💞💞💞💞
Ava dan Fay pun akhirnya menyudahi makan malam mereka dan menuju parkiran mobil ketika sebuah deringan ponsel bergetar didalam tasnya ketika nama Aifa terpampang jelas dilayar ponselnya.
Ava pun mengangkatnya dan terdengar suara panik dari Aifa yang menmbuat tubuh Ava menegang seketika. Fay yang menyadari hal itu bertanya pada Ava.
"Ava,apa terjadi sesuatu?"
"Tolong antar aku kerumah sakit!" ucapnya sambil meletakkan kembali ponselnya kedalam tasnya.
"Ada apa? Apakah ada pasien darurat yang harus kamu tangani malam ini?"
"Cepat Fay!" potong Ava dengan panik. "Waktu kita tidak banyak. Pasienku saat ini sedang kritis."
"Kritis?" Kerutan didahi Fay terlihat sangat jelas. Ntah kenapa tanpa diduga dirinya pun ikut merasakan kecemasan. "Siapa?"
"Temanku, wanita yang kamu lihat tadi dan duduk di kursi roda bersama kita saat makan malam." Ava hendak membuka pintu mobil Fay namun pria itu mencegah pintu mobilnya dengan cepat.
"Katakan padaku apa yang terjadi dengan wanita itu?!" Kali ini Fay menatap Ava dengan serius oleh suaranya yang terdengar nyaring bahkan menegang. Ava tertegun oleh sikap Fay barusan namun mengabaikannya karena pikirannya terlalu fokus oleh Angel.
"Dia menderita Leukimia dan sekarang kondisinya kritis. Aku harus kerumah sa-" Fay sudah tidak mendengar semua kelanjutan omongan Ava dan segera masuk kedalam mobilnya dengan perasaan yang bagaikan ditusuk oleh ribuan pisau.
Sedangkan Ava, wanita itu tidak memperdulikan sikap Fay barusan dan berusaha untuk meredakan kecemasannya pada kondisi Angel bahkan tanpa Ava sadari, raut wajah Fay saat ini terlihat cemas serta menegang oleh urat-urat dilehernya yang menimbul dengan jelas.
Kedua tangan Fay mencengkram kuat dikemudikan stirnya. Nafasnya memburu oleh perasaan gelisah dan panik.
"Kenapa Angel? Kenapa?" lirih Fay dalam hati.
"Kenapa kamu menanggung semuanya sendiri seolah-olah kamu wanita yang kuat dibalik semua sikapmu selama ini? Aku sudah menduga dari awal jika terjadi sesuatu denganmu oleh caramu yang menghindariku. Aku mohon bertahanlah, izinkan aku memperjuangkanmu sekali lagi. Tunggu aku dan jangan pergi.. " lirih Fay dalam hati oleh kedua matanya yang berkaca-kaca.
💞💞💞💞
Terima kasih sudah baca. 


Dan terima kasih sudah baca Stay With Me sebelum ke Sequelnya ini.

+ Follow akun Wattpad ini untuk mengetahui notip-notip update pembaharuan cerita dari author
Dan kalian bisa bersapa dengan author di Instagram : lia_rezaa_vahlefii.
Sehat selalu buat kalian. 
Jangan lupa berikan vote dan komentarnya ya.
With Love
LiaRezaVahlefi ❤️
Next, Chapter 45 Better With You. Klik Link nya :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar