Chapter 45 :Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Jumat, 14 Februari 2020

Chapter 45 :Better With You




Setelah tiba dirumah sakit, Fay dan Ava pun berpencar. Ava pergi keruang UGD yang langsung saja di sambut oleh perawat dan memakaikan Ava jas dokter sedangkan Fay, pria itu pun mendekati Rex yang saat ini sedang memeluk Aifa yang menangis.
"Apa yang terjadi?" tanya Fay oleh raut wajah cemasnya. Aifa menatap Fay sejenak dengan wajahnya yang basah oleh air mata lalu mendongakkan wajahnya menatap Rex seolah-olah berkata 'bagaimana ini Rex?' Rex hanya terdiam begitupun Aifa.
"Rex, katakan padaku. Apa benar selama ini Angel menderita leukimia?" tanya Fay lagi dengan raut memelas.
Rex menghela napas panjang hingga akhirnya mengangguk lemah. "Kenapa kalian tidak memberitahuku selama ini?"
Rex hendak menjawab namun Aifa lebih cepat membuka suaranya. "Karena Angel terlalu mencintaimu hingga membuatnya tak sanggup untuk jujur padamu Fay. Bahkan, pernikahan antara Darren dan Angel tidak pernah terjadi."
Fay menatap Aifa sejenak. Tidak ada kata-kata yang formal lagi dengan kata 'Pak Fayezza' yang biasa Aifa sebutkan ketika saat ini Aifa sedang gelisah oleh situasi yang ada.
Sedangkan Fay, pria itu berharap apa yang dikatakan sahabat Angel itu tidaklah Fakta meskipun dari raut wajah sedih Aifa sudah membuktikan semuanya.
"Angel lumpuh karena ia pergi dari altar saat pendeta hendak menikahkan diirinya dengan Darren . Angel berlari keluar sambil menangis dan sebuah mobil menabrak tubuhnya tanpa Angel sadari saat berlari keluar gereja menghindari situasi yang ada hingga bagian tulang belakangnya cedera dan mengakibatkan kelumpuhan dikedua kakinya sampai sekarang."
Fay memundurkan tubuhnya selangkah, mendadak seluruh tubuhnya melemas seketika dan menundukan wajahnya karena tidak menyangka dengan semua kejadian yang saat ini menimpa sosok wanita yang di cintainya itu.
Bertepatan saat itu, Farrel dan Anna berlarian di ujung lorong dari pintu masuk UGD dengan raut wajah cemas dan menghampiri mereka.
"Rex! Dimana putriku? Apa yang terjadi?" tanya Farrel yang kini terlihat kalut sekaligus ketakutan.
"Dia sedang ditangani oleh Ava dan tenaga medis lainnya." ucap Rex setelah Aifa melepas pelukannya pada tubuh Rex.
Kedua mata Anna berkaca-kaca dan yang Farrel bisa lakukan saat ini adalah merengkuh pundak istrinya dan memeluknya. Waktu terus berjalan dan kedatangan Ava pun membuat seluruh pihak Angel berdiri dari duduknya dan menatap Ava dengan tatapan penuh kecemasan.
"Ava.. bagaimana kondisi putriku?" tanya Farrel pada Ava yang baru saja dokter wanita itu melepas masker yang merekat di hidung dan bibirnya. Ava hendak berbicara empat mata dengan kedua orang tua Angel. Semuanya sudah tidak bisa di sembunyikan lagi namun tanpa di duga Aifa dengan sikap lantang dan cemasnya berkata lebih cepat.
"Bagaimana dengan leukimianya Ava? Apakah saat ini bertambah parah?"
Dengan cepat Farrel menoleh kearah Aifa oleh tatapan terkejutnya. "Apa? Leukimia? Itu tidak-"
"Aifa tidak berbohong Om. Angel menderita leukimia selama setahun ini." sanggah Rex sebelum Farrel mengira Aifa berbohong.
Farrel menatap Rex, berharap ini hanyalah mimpi buruk hingga tatapannya kali ini beralih ke Ava yang hanya diam membisu sama seperti Fay yang tengah bersedih jika wanita yang di cintainya itu menanggung semuanya selama ini tanpa diketahui oleh kedua orang tuanya sendiri.
"Ava.." lirih Anna dan menggenggam tangan Ava yang terasa dingin. "Apakah yang dikatakan Rex dan Aifa benar?"
Dan akhirnya, Ava mengangguk lemah. "Iya Tan.. Semua benar. Maafkan aku selama ini tidak mengatakannya pada kalian mengingat ini semua adalah kemauan Angel. Angel hanya tidak ingin membuat orang-orang terdekat sekaligus yang disayanginya sedih oleh penyakit yang dideritanya. Sudah setahun ia menderita leukimia terlebih kedua kakinya yang lumpuh menghambat proses penyembuhan dan kemoterapi leukimianya."
"Apakah tidak ada jalan lain terutama untuk pendonoran cangkok sum-sum tulang buat leukimianya? Apapun yang di butuhkan untuk keselamatan Angel aku akan membayar berapapun biayanya." ucap Farrel penuh harap.
"Itu bisa saja di lakukan Om, namun resiko kematian Angel lebih tinggi dan sangat cepat karena kemoterapi yang dilakukan bisa menimbulkan efek infeksi berat untuk menghancurkan sel-sel leukimianya."
Fay kembali angkat bicara. "Tapi Ava, bukankah itu satu-satunya cara untuk penyembuhan Angel?"
"Iya, kemoterapi adalah salah satu metode untuk penyembuhan leukimia Angel tapi asal kamu tahu Fay, resiko kematiannya sangat tinggi meskipun Angel mendapatkan pendonor sum-sum tulang belakang tapi tetap saja jika efek dari anastesi itu ada terutama infeksi pasca operasi."
"Ya Tuhan putriku..." lirih Anna. "Bagaimana kondisi Angel saat ini Ava?"
"Kondisinya sangat kritis dan Angel..." tenggorokan Ava terasa tercekat namun ia sendiri tidak bisa berdiam diri saja mengingat ini adalah hal yang penting dan sudah tidak bisa di tutupi lagi.
"Katakan pada kami Ava. Bagaimana dengan Angel.." desak Rex lagi.
"Saat ini Angel sudah memasuki stadium akhir."
Dan untuk sesaat, tangis Anna dan Aifa pun pecah. Sedangkan Fay, pria itu menundukan wajahnya dan mengusap wajah lelahnya karena mendapati kenyataan pahit jika Angel, wanita yang dicintainya itu akan pergi cepat atau lambat.
Fay berusaha menepis hal buruk itu. Ia harus yakin dan banyak berdoa jika keajaiban dari Allah bisa datang kapan saja. Tidak ada yang bisa berkehendak kecuali mukzizat dari Allah yang Maha Kuasa.
"Aku ingin menikahi Angel." ucap Fay kemudian
Farrel yang sedari tadi memeluk istrinya tiba-tiba menatap Fay tidak suka dan tentunya membuat Ava terkejut.
"Fay.." panggil Ava pelan namun sepertinya Fay mengabaikan Ava.
"Apakah kamu berusaha mengambil kesempatan oleh situasi ini? Sudah aku katakan sejak dulu jika aku tidak mengizinkan putriku menikah dengan pria yang tidak seakidah dengannya."
"Aku tidak berniat mengambil kesempatan oleh situasi sekarang Om. sekalipun Om menghalangi hubunganku dengan Angel tapi tetap saja, kami saling mencintai hingga akhir hayat. Izinkan aku memperjuangkan Angel sekali lagi dan aku berjanji akan membuatnya bahagia hingga maut memisahkan kami."
"Kamu!!! Jangan harap-"
"Nikahkan saja mereka Farrel! Kamu benar-benar ayah yang egois." dengan kasar Anna melepas rengkuhannya yang sejak tadi dilakukan olehnya pada tubuh suaminya dan memundurkan langkahnya sedikit sambil menatap suaminya dengam tajam.
"Anna.. aku-"
"Apakah kamu masih bersikap egois dengan putrimu sendiri yang saat ini sedang berjuang melawan penyakitnya?! Kemana sikapmu yang dulunya sosok pria sekaligus sosok Ayah yang baik dan lembut Farrel?"
Rex berusaha menengahi oleh situasi yang semakin menegang ketika uncle dan Auntynya mulai berdebat. "Om Maaf aku tidak bermaksud ikut campur oleh hal ini. Apa yang dikatakan Tante Anna benar Om. Sebagai keponakan aku ingin melihat adik sepupuku bahagia, bukan mengalami kesedihan terus menerus. Selama ini hanya aku dan Aifa lah yang selalu menjadi isi curahan hati Angel bagaimana adikku itu mencintai Fay bahkan cemburu karena melihat Ava dan Fay akan menikah."
Ava tertegun dan tidak percaya oleh semua hal ini. Ia tidak menyangka jika selama ini sosok pria yang di cintai temannya itu adalah Fayezza. Sosok yang mulai ia sukai seiring berjalannya waktu.
Ada rasa tidak suka dan cemburu sekaligus tidak tega oleh posisi Angel. Dengan segenap perasaannya.. Ava menguatkan hatinya.
"Maafkan aku sepertinya aku harus kembali keruangan untuk mengecek kondisi Angel. Fay..." Ava menatap Fay sejenak dan berusaha tersenyum meskipun hatinya terasa pilu. "Jika hubungan sebelumnya sudah terjadi diantara kita lebih baik akhiri saja dan berbahagialah dengan Angel. Sudah kukatakan jika kamu tidak perlu memaksakam dirimu yang harus menyukaiku bahkan menaruh hati padaku."
"Ava..."
Ava menggeleng cepat. "Tidak apa-apa. Maafkan aku jika sejak awal aku sama sekali tidak mengetahui bahwa wanita yang kamu cintai selama ini adalah Angel, teman lamaku sekaligus pasienku sendiri. Aku pergi, permisi." ucap Ava pada semuanya dan melenggang pergi dengan hatinya yang sakit sekaligus berpasrah diri karena saat ini Angel yang membutuhkan sosok Fay. Bukan dirinya.
Apakah Farrel merestui Angel dengan Fay setelah mendengar ancaman dari istrinya? Ikuti saja alurnya ya. ThxπŸ™ dan kenapa alurnya lambat? Seperti biasa dari jaman Stay With Me sampai Just Friends.. supaya feel-nya dapat
πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž
Terima kasih sudah baca.
Sehat selalu buat kalian. 
Jangan lupa berikan vote dan komentarnya ya.
With Love
LiaRezaVahlefi ❤️
Instagram 
lia_rezaa_vahlefii
Next, chapter 46 Better With You. Klik link dibawah ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar