Chapter 46 : Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Jumat, 14 Februari 2020

Chapter 46 : Better With You




Dua hari kemudian.
Setelah Anna pergi dengan amarahnya yang menggebu-gebu, Farrel memilih diam dan menemani putrinya yang kini sudah di pindahkan ke rawat inap dalam keadaan belum sadarkan diri.
Sejak tadi, Farrel menggenggam tangan Angel yang terlihat pucat dan memutih. Berat badan Angel turun drastis oleh wajahnya yang cekung mengingat kondisi penyakitnya yang sudah stadium akhir.
Ntah bagaimana putrinya bisa menutupi semua ini dalam setahun yang jelas selama ini Angel terlihat baik-baik saja dan tidak membuat orang-orang terdekatnya curiga.
Sebagai ayah, Farrel tidak bisa menyalahkan situasi dan cara Angel yang terlalu menutupi semuanya mengingat tujuan Angel adalah untuk tidak membuat dirinya sebagai orang tua cemas sekaligus khawatir.
Farrel mengecek ponselnya. Berharap jika ada satu saja panggilan masuk atau pesan singkat dari istrinya namun sama sekali tidak terjadi semenjak kejadian dua hari yang lalu. 
Anna susah sekali di hubungi bahkan tidak mau mengangkat panggilannya.
Pintu terbuka dengan lebar dan nyaring bahkan terdengar suara gebrakannya yang lantang. Masuklah sosok Fandi dan Farhan. Farhan menarik napas sejenak, berusaha bersikap sabar dan tidak terbawa emosi oleh Farrel dan dengan melihat kedua mata Farrel. Farhan sangat paham bagaimana pria itu tidak ingin kehilangan putrinya.
"Dua hari yang lalu istrimu mendatangi rumahku dan menangis bahkan bersimpuh dibawah kaki Aisyah hanya untuk memohon agar putraku segera melamar putrimu yang saat ini sedang sekarat." ucap Farhan sambil menoleh kearah Angel yang kini terbaring lemah tidak sadarkan diri bahkan Farrel pun tercengang mendengar semua penjelasan Farhan.
"Apa? A-Anna kerumahmu dan-"
"Iya." timpal Farhan lagi. "Awalnya aku memang tidak mengizinkan bahkan merestui hubungan Fay dan Angel namun sebagai sosok orang tua aku tidak ingin membuat putra dan putriku tertekan. Sudah cukup aku dan Aisyah saja yang mengalami perjodohan dimasalalu. Aku tidak ingin kedua anakku mengalaminya dan satu hal yang perlu kamu tau Farrel, sangat haram bagi agamaku jika harus berpindah keagamamu. Sebaiknya, izinkan Angel berpindah ke agamaku dan aku yakin Fay lah sosok yang dibutuhkan Putrimu selama ini mengingat kondisinya sekarang ini. Aku-"
"Daddy..." lirih Angel dengan nada bergetar dan tanpa banyak bicara lagi, Farrel beringsut mendekati putrinya dan mengabaikan Farhan dan Fandi.
"Sayang.." Farrel membantu Angel yang kini bangun dari ketidaksadarannya dan memposisikan tubuh rapuh putrinya bersandar dikepala brankar.
"Dad, dimana mommy.. aku-" Angel memegang kepalanya yang mendadak pusing lalu hidungnya kembali mimisan. Farrel segera meraih tisu dan mengelap darah segar yang mengalir dihidung Angel dengan pelan.
"Sayang, jangan terlalu banyak pikiran ya. Mommy ada dirumah dan Daddy akan menghubunginya untuk kemari." ucap Farrel kemudian membawa Angel dalam pelukannya..
Angel terisak pelan. "Sakit dad, sakit, hikzz .. aku sudah tidak sanggup lagi oleh semua ini, sesuatu membuatku sakit hingga akhirnya aku kembali lemah seperti sekarang. Maafkan aku sudah membuat Daddy dan mommy khawatir."
Angel memejamkan matanya, dirinya terlalu malu untuk menatap Fandi dan Farhan yang kini tengah menatapnya iba. Untuk sesaat, akhirnya Angel memejamkan kedua matanya dan kembali tertidur pulas. Dengan perlahan, Farrel merebahkan kembali tubuh putrinya lalu menyelimutinya
"Semua pembicaraan tadi dan keputusannya ada ditanganmu Farrel. Aku harap kamu berlaku bijak dan memikirkan semuanya, pikirkan kebahagiaan putrimu dan perdulikan perasaan istrimu yang saat ini sedang membutuhkanmu. Aku tidak masalah jika Anna sekarang ini ada dirumahku, hanya saja.. sebagai seorang pria aku tidak tega melihat seorang wanita menangis bahkan terluka apalagi oleh situasi sekarang. Aku merestui Fay dan Angel serta aku menerima putrimu sebagai menantuku dalam keadaan apapun dengan dirinya yang berpindah agama dan mengikuti Fayezza."ucap Farhan kemudian.
Farrel terdiam sejenak menatap Angel dan memunggungi Farhan dan Fandi hingga akhirnya, kedua pria itu pergi keluar tanpa sepatah katapun 

πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž
Selama 30 hari Farrel memilih menyendiri dalam ruang kerjanya yang berada dirumahnya. Memikirkan dan memantapkan hatinya untuk benar-benar mengizinkan bahkan merestui putrinya berpindah agama bahkan menikahi seorang pria yang di cintainya.
Namun, karena sebuah kondisi Angel yang semakin hari semakin memburuk itulah hingga pada akhirnya Farrel mengizinkan putrinya meskipun ada rasa tak rela dihatinya Orang tua mana yang tak sedih jika putra maupun putrinya akan berpindah agama.
Farrel terdiam sejenak, menatap putrinya yang kini sedang memakan buah yang disuapin oleh Anna. Tidak ada yang istimewa, Angel benar-benar terlihat jauh dari kata calon pengantin wanita karena pada dasarnya ia tidak tahu sama sekali rencana ayahnya.
Ya, Farrel sengaja tidak memberitahukan hal itu sesuai omongan Rex yang sempat memberitahunya bahwa selama ini Angel mengindari Fay karena penyakitnya bahkan tidak ingin membuat Fay atau siapapun cemas oleh penyakitnya. Itulah yang ditakutkan Farrel hingga akhirnya tidak ingim membuat putrinya itu stress oleh hal itu.
Pintu terbuka, masuklah beberapa orang yang diantaranya ada Fandi, Aifa dan Frankie tanpa Ay yang saat ini sedang tidak enak badan dan sosok Franklin yang berada di luar negeri mewakilkan Frankie untuk urusan perusahaan.
Tak lama kemudian, masuklah sosok Farhan, Aisyah, Fay dan Feby serta Rex kemudian seorang penghulu dan ustadz yang membuat Angel mendadak bingung oleh semua hal itu.
"Mom.. ada apa ini? Apakah mereka semua sekarang ini sedang menjengukku?" tanya Angel dengan raut wajah kebingungannya.
Farrel angkat bicara, dan menggenggam lembut tangan putrinya. "Ini adalah hari kebahagiannmu sayang, menikahlah. Daddy mengizinkanmu dan merestuimu bersama Fayezza. Daddy tahu kamu mencintainya."
"Dad.. " lirih Angel dengan kedua matanya yang berkaca-kaca. Ada sedikit rasa bahagia dihatinya namun kesedihan yang mendalam jika ini semua hanyalah sesaat karena dirinya akan pergi dari dunia ini.
"Jangan terlalu banyak berpikir sayang.." ucap Anna lagi. "Kami merestuimu dan kebahagiaanmu adalah prioritas kami." Anna memeluk tubuh Angel yang sedikit menegang, mengelus punggungnya lembut dan kembali berkata.
"Putriku sudah dewasa dan sekarang akan menikah dengan pria tampan yang baik."
Angel menitikkan air matanya karena terharu sekaligus bahagia namun ada terselip rasa sedih mengingat hidupnya tidak akan lama lagi. Tanpa banyak bicara lagi, Farrel menggendong tubuh Angel dan mendudukkannya di kursi roda lalu mendorongnya kearah sofa yang sudah diduduki oleh Fay. Hingga keduanya bersebelahan.
Angel masih saja menunduk, tidak berani menatap Fay yang saat ini terlihat tampan meskipun hanya berpenampilan sederhana oleh kemeja putih dan celana bahannya berwarna hitam serta peci hitamnya.
Pengucapan dua kalimat syahadat pun dimulai dan dipimpin oleh seorang ustadz. Semuanya terdiam sesaat dan fokus oleh Angel yang saat ini mengucapkan dua kalimat syahadat dan dibantu oleh ustadz tersebut.
Pengucapan dua kalimat syahadat pun berjalan dengan lancar, dilanjutkan dengan pengucapan Ijab Qabul yang di pimpin oleh penghulu.
Semuanya menatap haru. Anna maupun Aisyah pun menatap haru kepada Fay dan Angel kini saling bertukar cincin dan Angel mencium punggung tangan Fay dilanjutkan dengan Fay mencium kening Angel. Begitupun Aifa yang kini menitikkan air mata dan bahagia karena sahabatnya itu pada akhirnya bersanding dengan pria yang dicintainya.
🌼🌼🌼🌼
Terima kasih sudah baca. 
Sehat selalu buat kalian. 

Jangan lupa berikan vote dan komentarnya ya.
With Love
LiaRezaVahlefi
Instagram
lia_rezaa_vahlefii
Next, Chapter 47 Better With You. Klik link di bawah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar