Chapter 47 : Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Jumat, 14 Februari 2020

Chapter 47 : Better With You



Keesokan harinya, semenjak menikah dua hari yang lalu selama itulah Fay setia berada disamping Angel bahkan rela memindahkan pekerjaannya dirumah sakit demi menjaga istri tercinta.
Sudah 15 menit berlalu, Fay terlihat fokus dengan layar laptop yang menampilkan puluhan email penting dari perusahaan yang harus ia tanggapi sekaligus dikerjakan diwaktu yang bersamaan.
Sedangkan Angel, wanita itu duduk disebelah Fay sambil memangku semangkuk bubur makan siangnya dan membuat Angel merasa tidak selera ketika hanya melihatnya saja.
Fay menoleh kesamping lalu mengelus puncak kepala istrinya dengan tatapan lembut. "Sayang, kenapa tidak makan? Kenyang?"
Angel menoleh kearah Fay ketika saat ini suaminya menatapnya hangat dan tersenyum manis, membuat jantung Angel berdebar karenanya lalu menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?"
"Aku... " Angel menghela napas sejenak. "Baiklah, aku akan-"
"Mau di suapin?" tanya Fay lagi yang akhirnya membuat Angel mengangguk. "Sini... " dengan cekatan Fay meraih semangkuk bubur yang berada di pangkuan Angel lalu menyuapkannya pada Angel.
Angel pun siap membuka mulutnya bahkan melahapnya dengan patuh hingga membuat Fay terkekeh geli dan sesekali mengusap lembut puncak kepala istrinya. Suapan demi suapan pun diterima oleh Angel hingga tersisa sedikit.
"Kamu ini kalau minta disuapin bilang, jangan diam saja." ucap Fay lagi yang membuat pipi Angel merona merah.
"Aku hanya tidak ingin mengganggumu Fay. Em, maaf sudah merepotkanmu."
Tepat saat suapan terakhir, Fay tersenyum dan tak lupa membantu Angel meminum segelas Air putih di ikuti oleh obat yang sudah diresepkan pada penyakit Angel.
Dengan lembut, Fay meraih tisu dan mengelap sisa basah oleh air putih yang berada di sudut bibir Angel.
"Alhamdullilah sudah makan siang dan minum obat. Kamu harus istirahat ya.." Angel kembali menggeleng.
"Ada apa? Apakah ada yang sakit?"
"Tidak.." ucap Angel dengan tatapan melasnya. "Aku pengen di peluk."
Fay pun hanya tersenyum manis. Oh astaga hanya melihat senyuman Fay membuat Angel ingin menangis rasanya bahkan rona merah diwajahnya semakin terlihat jelas.
"Kemarilah.." ucap Fay lagi, dan tanpa diduga pria itu memangku Angel dengan kasih sayang yang membuat Angel semakin merapatkan pelukannya terhadap tubuh Fay yang berbidang.
"Fay..."
"Hm?"
Angel menenggelamkan wajahnya pada leher Fay dan sesekali mengecupnya pelan. "Bolehkah sekarang aku memanggilmu Mas Fay sama seperti mama yang memanggil papa Farhan itu 'Mas Farhan' ?"
Fay melirik sejenak kearah Angel, kemudian mencium kedua kelopak mata istrinya hingga membuatnya terpejam.
"Boleh, aku bahkan menyukai panggilan itu sayang." ucap Fay lagi lalu menarik dagu Angel kemudian mencium bibirnya.
Angel sama sekali tidak menolak bahkan sangat menyukai ciuman romantis ini.
Tepat saat itu, Ava yang hendak masuk keruangan rawat inap Angel untuk mengecek tekanan darah Angel terdiam seketika saat ia membuka pintu yang kebetulan tidak terkunci meskipun tidak menimbulkan suara.
Ava melihat dengan jelas bagaimana Fay mencium bibir Angel hingga akhirnya membuat dirinya menjauh dari sana oleh hati yang terluka sekaligus memilih menahannya karena semua sudah jelas jika Fay saat ini sudah menikah dengan Angel.
Ava melangkahkan kakinya dengan perasaan nyeri oleh gestur tubuhnya yang tidak bersemangat. Langkahnya sangat berat. Ava sudah menaruh hati pada Fay selama menjalin ta'aruf dengannya hingga membuat Ava kebapaeran.
Dari kejauhan, Franklin yang baru saja memasuki lorong rumah sakit untuk menjenguk Angel bersama mommynya tiba-tiba melihat Ava yang berjalan dengan tatapan yang sendu dan menunduk hingga akhirnya mereka bertiga pun bertemu secara berselisihan.
Ava tidak menyadari jika dua orang pengunjung rumah sakit yang baru saja berselisihan dengannya adalah sosok Franklin dengan mommynya.
Begitu Ayesha dan Franklin tiba didepan pintu ruangan Angel, Franklin terdiam seketika menoleh kebelakang melihat posisi Ava yang masih berjalan gontai. Ay yang menyadari putranya sejak tadi tidak melepas pandangannya pada Ava kini berucap pelan.
"Sayang, bila kamu ada keperluan lain urus saja terlebih dahulu. Mommy tunggu diruangan Angel."
Franklin menoleh kearah mommynya yang sepertinya sangat peka terhadap dirinya. "Baiklah, aku memang ada keperluan sedikit. Mom tunggu saja di dalam."
Ay hanya mengangguk dan masuk keruangan Angel ketika dilihatnya wanita itu sedang duduk berpangku diatas paha Fay dan saling berbincang.
"Wah, apakah Aunty menganggu kalian?" tanya Ay dengan senyuman sembari berdiri diambang pintu.
"Tidak Aunty." ucap Fay sambil mengembalikan posisi Angel duduk di sofa tepat bersebelahan dengannya setelah sebelumnya sudah tidak berciuman lagi.
Fay pun beranjak dari duduknya dan menyambut kedatangan Ayesha yang kini membawa keranjang berisi buah-buahan.
"Bagaimana keadaanmu Angel?" tanya Ay begitu duduk disamping Angel. Sedangkan Fay, pria itu menaruh keranjang buah dari Aunty Ayesha diatas meja dan memohon pamit untuk keluar sejenak.
"Seperti biasa, beginilah keadaanku Tan. Tidak ada peningkatan." Angel berusaha memaksakan senyumannya meskipun rasanya sangat sulit.
"Kamu harus bersabar dan berjuang Angel. Tante bersyukur saat ini ada sosok Fay yang kamu cintai berada didekatmu. Maaf kemarin aunty tidak datang menghadiri pernikahan kalian."
"Tidak masalah, Aku sangat senang jika Tante berkesempatan menjenguk ku hari ini. Oh iya bagaimana kabar Aifa?"
"Apa kamu mulai merindukanku?"
sebuah suara mengisi ruangan ketika sosok Aifa, Rex, Feby dan Frankie memasuki ruangan Angel dan menjenguknya.
Betapa bahagianya hari ini jika semua orang terdekat Angel menjenguknya dan semuanya terasa begitu menyenangkan bahkan Angel pun melupakan sejenak rasa sakit di tubuhnya.
"Tentu saja. Kamu memang wanita yang suka dirindukan oleh siapapun termasuk kakak sepupuku itu." kekeh Angel sambil melirik kearah Rex yang ada dibelakang Aifa.
Ay hanya tertawa pelan melihat guyonan Angel dan Aifa diikuti oleh Rex dan Frankie.
"Oh iya, dimana kak Fay?" tanya Feby yang kini ikut duduk bergabung di sofa.
"Tadi kakak liat dia baru saja keluar." ucap Angel. "Mama dan papa tidak kemari?"
"Tidak kak. Mereka sedang sibuk dan aku senang banget akhirnya kak Angel menjadi kakak ipar ku. Ugh, bahagia sekali rasanya akhirnya sekertaris kakak selama 5 tahun menjadi istrinya.." raut wajah Feby terlihat senang bahkan tak meninggalkan senyuman di kedua lesung pipinya. Sama seperti Aisyah
"Kamu juga suatu saat akan menjadi calon adik iparku Feb. Iya kan mom?" timpal Aifa yang sontak membuat Feby mendadak kikuk bahkan wajahnya terlihat merona dan Frankie yang mendengar hal itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Rex menepuk pelan bahu Frankie. "Wah, lihat bung. Sepertinya calon istriku itu sudah menyukai sosok Feby sebagai calon adik ipar. Iya kan Tante Ayesha?" goda Rex.
Sekali lagi, Ay hanya tertawa pelan melihat anak-anak yang tak terasa usianya sudah dewasa. Ay sudah mengetahui hubungan putrinya dengan putra sahabatnya itu namun jika Fandi mendengar kata Rex barusan, cepat atau lambat Ay sangat yakin jika suaminya itu akan mengeluarkan tatapan menakutkannya pada Rex.
Merekapun akhirnya mengobrol dan bercanda. Menghibur Angel yang tentunya membuat wanita itu tersenyum bahagia oleh orang-orang terdekatnya.
💞💞💞💞

A
va memilih duduk disebuah taman belakang rumah sakit. Meredakan sejenak rasa sakit dihatinya betapa dirinya cemburu melihat Fay bersama Angel..

Namun Ava bisa apa? Jika sebelumnya Angel lah sosok wanita pertama yang sudah menempati hati Fay.
Kedua mata Ava berkaca-kaca hingga suara bariton membuatnya terkejut beserta sebuah uluran tangan yang berada di samping wajahnya
"Ini..."
Ava menoleh kebelakang ketika mendapati sosok Franklin berada dibelakangnya dan menyodorkan sebuah kain sapu tangan lalu Ava memilih mengabaikannya.
Franklin memutar posisinya, mengitari bangku taman dan berdiri disamping Ava.
"Aku tidak tau apa yang terjadi. Sepertinya kamu membutuhkan sapu tangan ini untuk menghapus air matamu." ucap Franklin yang menyodorkan sapu tangannya pada Ava.
Merasa diam dan tak ada respon, Franklin menghela napas sejenak lalu meletakan sapu tangan itu diatas paha Ava dan pergi begitu saja dengan jantungnya yang berdebar.
Franklin merasa heran dengan dirinya mengapa hatinya begitu perduli dengan orang lain dan khususnya untuk Ava. Sebelumnya ia tidak seperti itu. Dirinya terlalu kaku untuk berkata panjang kali lebar dengan orang lain hingga membuatnya memilih pergi dari sana.
Disisilain, dari jauh Fay melihat semuanya. Ia menatap Ava yang kini tengah melamun oleh raut wajahnya yang sedih.
"Maafkan aku Ava. Maaf aku tidak bisa mencintaimu meskipun aku berusaha membuka hatiku padamu. Kamu benar, aku tidak perlu memaksa diri untuk mencintaimu dan menerimamu namun tetap saja hal itu membuatku bersalah ketika seiring berjalannya waktu kamu mulai menyukaiku. Aku harap kamu ikhlas karena sekarang diriku bersama Angel."
💞💞💞💞
Malam harinya, sudah 30 menit Fay setia berada disamping Angel bahkan kembali memeluk istrinya itu sambil menemaninya menonton film sebuah drama Romance Korea.
Sebenarnya ini pertama kalinya ia menonton film itu. Film yang membosankan bagi para pria manapun namun Fay tidak memperdulikan karena semua ini demi Angel.
Sesekali Fay melirik kearah Angel yang tersenyum sendiri melihat adegan di film tersebut bahkan saat sebuah adegan romantis bagaimana para tokoh utama di film itu sedang melakukan perjalanan bulan madu dan sedang berada dikamar yang sudah didekor romantis.
Fay terdiam sejenak melihat adegan tersebut. Dirinya berpikir apakah ia harus membuat kejutan seperti itu untuk istrinya??
Waktu terus berjalan, hingga film drama tersebut selesai. 
Angel tertidur tanpa Fay sadari dan akhirnya pria itu menggendong tubuh Angel lalu merebahkannya di brankar tempat tidurnya.
Waktu masih menunjukan pukul 21.00 malam, Fay pun merogoh ponselnya dan sedikit menjauh dari posisi Angel agar tidak membangunkannya.
"Halo Ava. Em, Ada hal penting yang harus aku bicarakan padamu dan langsung saja ke intinya, bolehkah aku meminta izin padamu membawa Angel kesuatu tempat? Hanya dua hari dan aku butuh tim medis untuk mendampingi kami juga agar bisa memantau kondisi Angel..."
💞💞💞💞
Terima kasih sudah baca. 

Dan terima kasih sudah baca Stay With Me sebelum ke Sequelnya ini.
Sehat selalu buat kalian. 

Jangan lupa berikan vote dan komentarnya ya.
With Love
LiaRezaVahlefi ❤
Instagram
lia_rezaa_vahlefii
Next, Chapter 48 Better With You. Klik Link di bawah ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar