Chapter 48 : Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Jumat, 14 Februari 2020

Chapter 48 : Better With You


Setelah berbicara dengan Ava yang memang dokter wanita itu sudah mengizinkan Angel boleh pulang kerumah, akhirnya Fay memutuskan membawa istrinya pulang.
Awalnya Fay ingin membawa kesuatu tempat, namun saran Ava yang mengatakan jika kondisi Angel bisa saja memburuk kapanpun, membuat Fay akhirnya mengurungkan niatnya untuk mengajak Angel berlibur.
Namun memilih kesuatu tempat yang akan membuat Angel terkesan.
Fay melangkahkan kakinya untuk kembali menuju ruang rawat inap Angel. Ada rasa perasaan bersalah didirinya ketika melihat kedua mata Ava yang begitu menyedihkan. Fay tahu, sejak berbicara Ava menutupi masalah pribadi antara mereka berdua namun Fay tak bisa menepis jika wanita itu baru saja menangis.
Disisilain, Ava terdiam sejenak ketika Fay baru saja pergi dari ruangannya. Kedua air mata Ava kembali mengalir tanpa di inginkan. Rasa yang begitu menyakitkan dihatinya membuat Ava hanya bisa memilih diam dan mengalah.
Ya, semua demi temannya. Angel membutuhkan seseorang yang di cintainya untuk bisa bersama dirinya disetiap waktu. Angel butuh itu.
Hatinya selalu berkata demikian namun ntah mengapa rasa kesedihan yang terus menerus menjalar dihatinya membuatnya tidak nyaman.
Ava pun kembali melirik ke sebuah sapu tangan yang berada diatas meja kerjanya, kemudian meraihnya dan menatapnya sendu.
Ava menghela napas sejenak. "Ntahlah, aku tidak tahu. Biarlah kali ini aku yang mengalah meskipun rasanya sangat sakit. Mengalah dan merelakan orang yang mulai aku cintai bersama wanita lain."
💞💞💞💞
Pukul 19.00 malam.
Sudah 15 menit berlalu dan saat ini Fay dan Angel menuju ke sebuah vila yang jauh dari pemukiman kepadatan kota dan berada di daerah Bogor.
Fay sengaja membawa istrinya kesini yang tidak terlalu jauh dengan alasan tidak ingin membuat kondisi Angel cepat lelah.
"Mas Fay, kita kemana sih? Dari tadi aku tanya gak dijawab. Ugh menyebalkan sekali." dumel Angel yang kini tengah berada di mobil bersama Fay dan menyenderkan kepalanya dalam dada bidang suaminya.
Fay hanya tersenyum geli. Dirinya sengaja tidak mengatakan apapun dan tidak menjawab semua keceriwisan istrinya sepanjang jalan dari Jakarta menuju Bogor. Hanya sebuah kecupan didahi yang ia lakukan.
"Ih, tu kan dari tadi diam aja. Tau ah!" kesal Angel yang akhirnya menjauh dari pelukan Fay lalu membuang pandangannya kesamping kaca mobil sambil memperhatikan lalu lalang jalanan kota.
Fay melirik kearah Angel lalu kembali menarik pundak istrinya dan membawanya kedalam pelukan. "Jangan ngambek, cantiknya hilang."
"Mas Fay tega! Dari tadi bukannya menjawab malah-"
"Diem. Berisik! kalau begini rasanya aku pengen cepat-cepat bungkam bibirmu dengan ciuman panas ku." bisik Fay sambil mencubit pelan bibir Angel yang mengerucut melalui lengannya yang melingkar dileher istrinya agar suaranya tidak terdengar oleh supir pribadi yang kini tengah fokus mengantar mereka ke Villa.
Jantung Angel berdebar kencang, Astaga.. Angel tau suaminya itu sering mencuri kecupan kecil di bibirnya. Ugh sombong sekali mentang-mentang baru bisa berciuman bibir. batin Angel
Well, tidak masalah buat Angel. Kali ini Angel menang banyak karena dirinya adalah sosok istri sekaligus ciuman pertama bagi Fay. Angel tersenyum malu seketika bahkan merasa bahagia dan terkekeh geli.
"Ada apa?" tanya Fay dengan kerutan didahinya.
Angel semakin mengeratkan pelukannya pada Fay. "Tidak apa-apa. Mau tahu saja."
"Dasar gak jelas. Tadi marah-marah sekarang senyum-senyum sendiri. Wanita memang susah dimengerti apalagi argh... " ringis Fay saat Angel mencubit perut sispacknya.
"Udah jangan kebanyakan bicara, apa perlu Mas yang aku bungkam dengan bibirku sekarang?"
Waktu terus berjalan hingga akhirnya mobil mereka pun memasuki halaman luas Villa yang membuat Angel kembali mengerutkan dahinya.
"Villa?"
"Hm. Aku harus menutup matamu sayang, ini kejutan."
"Kejutan? Tapi-"
Dengan cepat Fay memposisikan tubuh istrinya memunggunginya lalu mengikatkan sebuah kain pada kedua mata Angel kemudian keluar dari mobil sambil menggendong tubuh istrinya ala bride style.
"Mas, ini kejutan apa sih? Aku lagi gak ulang tahun loh mas."
"Kamu akan suka. Percaya deh sama aku." bisik Fay yang akhirnya membuat Angel kembali terdiam.
Angel penasaran sejak tadi, apa yang sebenarnya dilakukan oleh suaminya ini? Tidak memberitahunya bahkan tidak mengatakan apapun serta tujuan mereka.
Fay melangkahkan kakinya memasuki Villa lalu membuka sebuah pintu kamar dan membuat Angel kembali mengernyit ketika samar-samar hidungnya mencium aroma wewangian mawar yang begitu menyeruak sekaligus menambah debaran jantungnya semakin berdetak kencang.
"Sekarang, buka penutup matamu." perintah Fay yang akhirnya Angel menurutinya hingga membuat Angel terkesima sekaligus tak menyangka oleh suguhan didepan matanya.
"Mas.. ini--"
"Kamu suka?" ucap Fay yang kini tengah menatap istrinya lembut. Angel semakin mengeratkan kedua lengannya pada leher Fay dan mengangguk mantap oleh raut wajah keterkejutan. Sebuah kejutan dengan kamar yang di hiasi oleh kelopak mawar merah dan lilin kecil temaram.
"Se-sejak kapan Mas mempersiapkannya? Sebenarnya, Mas gak perlu repot-repot-"
"Aku ikhlas melakukannya Angel. Semua untukmu dan untuk kita berdua malam ini.. kita butuh privasi untuk melakukan banyak hal malam ini."
Angel terdiam sejenak, menatap suaminya. Mendengar kata 'privasi' benar-benar membuat jantung Angel berdegup kencang.
Fay pun hanya tersenyum lembut dan membawa Angel untuk duduk dipinggiran ranjang di ikuti oleh dirinya yang mengelus lembut puncak kepala istrinya dengan sayang.
"Maaf jika dekorasi kamar ini tidak terlalu bagus. Aku-"
"Terima kasih.." bisik Angel dengan tatapan penuh cintanya. "Semua kejutan dari Mas aku menyukainya."
"Sama-sama sayang, menyenangkan istri adalah suatu kewajiban buatku. Disisilain, aku melakukannya ketika aku menemanimu menonton drama Korea saat adegan di film tentang kamar romantis. Aku melihat bagaimana cara dirimu tersenyum tanpa berkedip menonton film itu. Jadi, tidak ada salahnya aku melakukannya untuk kita malam ini."
"Ugh, Mas Fay benar-benar romantis." ucap Angel yang kini memeluk suaminya dengan erat. "Aku tidak menyangka jika pria arogan sepertimu bisa semanis ini. Aku harap saat ini aku tidak diabetes Mas."
"Aku juga tidak menyangka jika wanita udik sepertimu pencium handal. Boleh aku memintanya lagi?"
Kedua pipi Angel terlihat merona merah. Bahkan jantungnya berpacu dengan cepat. Hawa gerah melanda dirinya karena selama dirumah sakit Angel tidak mandi. Hanya menyeka tubuhnya itupun dibantu oleh mommynya. 
"Ada apa?" tanya Fay ketika diirinya sudah kembali memasuki kamar mereka.
Angel menggeleng lemah. "Em, tidak ada mas. Aku baik-baik saja."
"Jangan bohong." ucap Fay dengan nada tak suka. "Mas tau ketika wajahmu sedang berbohong atau tidak dan saat ini kamu berbohong.."
Angel pun akhirnya mengalah dan kembali berucap. "Mas, aku minta maaf jika selama ini menjadi istri yang tidak sempurna buat mas. Aku... Aku.. aku." lirih Angel yang kemudian tanpa banyak bicara lagi Fay kembali duduk disebelah Angel dan memeluk tubuh istrinya dengan hangat.
"Ssshhh... Tenanglah." ucap Fay sambil mengelus bahu istrinya. "Jangan berkata seperti itu lagi. Aku menerima kekurangan dan kelebihanmu karena aku mencintaimu. Kamu tidak perlu merasa bersalah jika tidak bisa melayaniku seutuhnya. Aku memahamimu sayang Plish, jangan merasa bersalah."
Angel tertegun sejenak bagaimana cara bicara Fay yang ternyata sangat peka dengan hal yang dipikirannya sekarang.
"Semuanya akan baik-baik saja Angel percayalah, jangan merasa bersalah cuma karena hal itu." Senyum Fay dengan sabar 
💞💞💞💞
Terima kasih sudah baca. 
Dan kalian bisa bersapa dengan author di Instagram : lia_rezaa_vahlefii.
Sehat selalu buat kalian. 
Jangan lupa berikan vote dan komentarnya ya.
With Love
LiaRezaVahlefi ❤️
Next, Chapter 49 Better With You. Klik link dibawah ini :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar