Chapter 50 : Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Kamis, 13 Februari 2020

Chapter 50 : Better With You



"Morning sayang, apakah semalam tidur nyenyak?" Angel tersipu malu. "Lebih dari nyenyak. Em, Mas bolehkan aku meminta izin padamu?"
"Meminta izin?" Fay mengerutkan dahinya. "Apa yang ingin kamu minta?"
"Hari ini aku ingin menginap dirumah Daddy dan mommy. Aku merindukan mereka mas, terus ingin tidur sama mereka. Sudah lama sekali aku tidak bertemu mereka meskipun hanya berjarak beberapa hari namun yang paling kurindukan adalah Daddy." gumam Angel dengan tatapan memohonnya.
Fay terdiam sesaat. Angel benar, semenjak menikah. Farrel yang kini statusnya menjadi ayah mertuanya itu tidak pernah sekalipun menjenguk Angel dan dirinya. Hanya Anna yang selalu terlihat batang hidungnya. Fay sudah menanyakan hal itu pada mommy mertuanya namun jawaban dari Anna tetaplah sama setiap ditanya jika Farrel sedang sibuk, mengurus perusahaanya bersama Rex dan lain-lain.
Kali ini Fay tidak ingin berburuk sangka, meskipun ada rasa tidak enak dihatinya. Memang, Angel akhirnya mendapat restu dan sudah menikah dengannya namun ntah mengapa Farrel seperti sosok mertua yang mengindari diirinya dan tidak menganggapnya menantu?
"Boleh ya mas? Semalam aja kok. Hm?"
Dan lihat, melihat kedua mata Angel yang begitu memohon benar-benar membuat Fay tak tega sekaligus tak kuasa menolaknya. "Em, baiklah. Mas izinkan."
"Terima kasih mas." dengan perlahan Angel mengecup kilat bibir tipis Fay. "Tapi, adalagi yang aku inginkan dari mas."
"Katakanlah. Insya Allah aku akan menurutinya."
"Aku ingin mas membelikanku syar'i."
"Itu saja? Ada lagi?" tanya Fay sambil mengelus pelan pipi istrinya.
Angel mengangguk. "Itu saja mas, tapi syar'i nya berwarna putih ya."
"Warna putih?" tanya Fay dengan kerutan didahinya. Tangan Fay yang sejak tadi membelai pipi Angel tiba-tiba terhenti seketika. Mendadak Fay merasakan sesuatu yang menakutkan apalagi istrinya itu meminta pakaian berwarna putih. Buru-buru Fay menepis hal buruk tersebut.
"Kenapa harus warna putih? Bukankah warna lain juga bagus? Seperti biru atau pink?"
"Tidak mas." Angel menggeleng pelan. "Aku hanya ingin memakai pakaian warna putih. Beliin ya??? Plish." rengek Angel dengan wajah memelas.
Fay berusaha tersenyum menenangkan keinginan istrinya. Tadi katanya mau nginap dan tidur sama kedua orang tuanya yang dimaksud Fay adalah mertuanya dan sekarang Angel ingin dibelikan syar'i warna putih. Tiba-tiba Fay bergidik ngeri dan sesuatu yang membuatnya sesak sekaligus firasat buruk dihatinya buru-buru ia tepis.
"Baiklah, nanti sepulang kerja kita singgah di butik beli syar'i warna putih. Setelah itu kerumah mommy dan Daddy." kata Fay dan Mengabaikan perasaan tidak nyaman oleh hatinya. Yang pertama sosok Daddy mertuanya yang sepertinya memang tidak menyukai dirinya dan yang kedua, permintaan Angel yang aneh-aneh.
💞💞💞💞
Malam ini, Angel begitu cantik oleh balutan syar'i putih sesuai kemauannya dan sekarang sudah berada disamping Fay. Sebenarnya, Angel merasa tidak enak dengan posisi Ava namun dokter wanita itu berusaha meyakinkan dirinya dan sempat berbicara secara empat mata jika semuanya akan baik-baik saja. Makan bersama di meja makan yang super besar dengan desain mewah khas Eropa malam ini menambah kesan kehangatan dan sesekali gelak tawa memenuhi isi ruangan.
Untuk sesaat, Farrel sebagai mertua Fay sekaligus besan dari Farhan menepiskan rasa egonya demi putrinya malam ini. Semua terlihat bahagia dan menyantap sajian lezat terkecuali dengan Franklin yang sibuk memainkan ponselnya dan adakalanya ia melirik kearah Ava yang berusaha menutupi kesabaran diri wanita itu. Franklin sangat tau jika Ava menyukai sosok Fay dan belum bisa melupakannya.
Angel merasa bahagia dan bersyukur. Ada rasa sedih menyelinap dihatinya. Bahkan sekarang ini, Angel menatap satu per satu orang-orang terdekat yang selama ini bersamanya seolah-olah ia berpikir kapan lagi bisa merasakan moment seperti itu.
Angel menatap Aifa, yang kini terlihat tertawa riang sambil bercanda dengan uncle Farhan yang terus menggodanya soal perjodohan dengan Rex hingga membuat Fandi menggeram kesal. Berbeda dengan Anna, Aisyah dan Ayesha yang memilih membahas menu masakan tradisional.
Dan Feby, adik iparnya itu diam-diam terlihat salah tingkah saat Frankie menyodorkan sepiring cake coklat padanya. Bahkan memotongkannya seolah-olah pria itu memanjakan adik iparnya. Tapi, itu semua tidak berjalan dengan lama. Mendadak Angel pusing oleh kedua matanya yang mengabur.
Angel berusaha untuk fokus oleh keringat dingin yang mengucur didahinya. Tubuhnya gemetar kecil karena nyeri yang menerjang disekujur tubuhnya. Dan akhirnya, Angel pun terkulai lemas dengan menyenderkan pipi pucatnya dilengan Fay, membuat Fay yang sejak tadi mengobrol dengan Rex disampingnya tiba-tiba menghentikan pembicaraannya dan mendapati Angel telah menutup kedua matanya oleh tubuh yang dingin.
"Angel!!! Angel,, sayang.. apa yang terjadi???!" panik Fay sambik menepuk pelan pipi istrinya hingga akhirnya, membuat seisi ruangan menoleh kearah Fay dan suasana menjadi gaduh.
Tanpa banyak bicara lagi Ava meraih tasnya dan merogoh untuk mencari sesuatu lalu mengeluarkan senter kecil berbentuk pulpen yang selalu ia bawa kemanapun dan mendekati Fay yang kini terlihat memucat dan ketakutan oleh Angel yang berada didalam pelukannya.
Ava beringsut mendekati Fay dan memeriksa kondisi Angel, memegang denyut nadi yang berada dipergelangan tangan Angel dan terasa sangat melemah lalu beralih membuka kedua mata Angel, mengecek iris mata temannya itu menggunakan senter kecilnya.
Kedua mata Ava mulai berkaca-kaca oleh nadanya yang bergetar khawatir. "Kita harus membawanya kerumah sakit. Kondisi Angel saat ini kritis oleh kesadarannya yang menurun." 
💞💞💞💞
Terima kasih sudah baca. 
Dan kalian bisa bersapa dengan author di Instagram : lia_rezaa_vahlefii.
Sehat selalu buat kalian. 
Jangan lupa berikan vote dan komentarnya ya.
With Love
LiaRezaVahlefi ❤

Next chapter 51 Better With You. Klik Link dibawah ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar