Chapter 53 : Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Kamis, 13 Februari 2020

Chapter 53 : Better With You




Tiga hari kemudian
Tiga hari berlalu semenjak kepergian istri yang tercinta Angela Wicaksono. Saat ini, Fay sedang mengemudikan mobilnya setelah kepulangannya dari perusahaan F'A Group
Pekerjaannya sangat banyak sehingga membuat Fay malam ini harus lembur namun membutuhkan ekstra kesabaran dan kekuatan yang besar untuk mencoba menghalau rasa sakit dan kesedihan dihatinya.
Bagaimana itu tidak terjadi jika selama dua hari ini ia tidak bekerja karena berkabung atas kepergian Angel namun dihari ketiga semuanya terasa sedih saat Fay menginjakkan kakinya di perusahaan.
Terlalu banyak kenangan di F'A Group karena selama 5 tahun Angel menjabat sebagai sekertarisnya. Dimulai dari bekerja, bagaimana cara wanita itu memasuki ruangannya, mengatur segala schedule dan rapat, mendampinginya saat berpergian kemanapun dalam urusan pekerjaan.. cara Angel yang setia menunggu dan bekerja dengan tekun diruangannya sendiri.
Untuk sesaat, Fay menepikan mobilnya sejenak. Terlalu beresiko untuk mengemudi dalam keadaan hati yang menyedihkan. Dalam keheningan malam dan jalanan yang sepi, Fay kembali mengeluarkan air mata yang mengalir di pipinya.
Ia sudah tidak perduli lagi jika siapapun menganggapnya sebagai pria cengeng namun tentunya tidak ada yang tahu bagaimana rasanya kehilangan sosok orang yang dicintainya apalagi seorang istri kesayangannya.
Terlalu lama meratapi kesedihan oleh waktu yang terus berjalan hingga akhirnya Fay kembali memantapkan hatinya untuk melanjutkan perjalanannya menuju rumah.
Sesampai rumah, Fay segera membersihkan tubuhnya dikamar mandi. Berharap jika kucuran air hangat yang berasal dari shower diatas kepalanya membuat pikirannya rileks.
Tak membutuhkan waktu yang lama akhirnya Fay keluar dari kamar mandinya hanya menggunakan wardrobe berwarna putih. Untuk sesaat, Fay menatap meja rias didepan matanya.
Meja yang selalu dipenuhi oleh berbagai macam kosmetik milik Angel dan bagaimana cara istrinya itu duduk didepan meja rias hanya untuk berkaca sembari membersihkan wajah naturalnya sebelum tidur.
Fay melangkahkan kakinya mendekati cermin rias tersebut, memperhatikan berbagai macam jenis kosmetik yang sedikit berantakan namun tidak berubah sama sekali bahkan Fay tidak berniat sedikitpun untuk merubahnya apalagi merapikannya.
Seulas senyum mengembang di bibir Fay. Dulu, segala sesuatu dan benda-benda seorang wanita tidak ada satupun berada dikamarnya hingga kehadiran Angel sebagai istrinya, semua benda-benda tersebut ada dikamar Fay.
"Pantas saja kamu selalu cantik di mataku jika dirimu sangat suka sekali perawatan diwajahmu Angel." gumam Fay sambil menatap alat-alat kosmetik milik mendiang istrinya.
Fay hendak meraih sebuah lipstik berwarna pink natural. Lipstik yang selalu Angel pakai ketika menyambut kedatangannya sepulang kerja dan berias hanya untuk didepannya
Saat itu, dirinya tergerak untuk membuka sebuah laci meja rias tersebut ketika mendapati sebuah kotak berwarna coklat dan berpita putih diatasnya.
Fay mengerutkan dahinya dan segera meraihnya kemudian membukanya ketika kotak tersebut berisi sebuah Tasbih mutiara putih yang sepertinya teruntuk dirinya hasil buatan tangan Angel.
Fay sangat tahu, yang mana hasil buatan tangan dan yang mana benda hasil beli. Fay memegangnya sejenak, dirinya yakin ketika Tasbih tersebut adalah hasil buatan istrinya dan melihat sepucuk surat didalamnya.
Tanpa banyak bicara lagi, Fay memilih duduk dikursi meja rias tersebut dan segera membaca surat dari Angel.
Tangan Fay bergetar sesaat, hatinya terasa pilu dan sesak oleh kesedihan yang menerpa dirinya. Dengan segala kekuatan dan kemantapan hatinya, Fay membuka surat tersebut secara perlahan dan membacanya dengan pelan dalam hati.
"Asalamulaikum Mas Fay tercinta. Maaf jika surat ini akan membuat mas sedih namun sebagai istri aku tidak bermaksud demikian. Apalagi membuat pasangan yang aku cintai mengeluarkan air mata kesedihan karena diriku. Bukan air mata kebahagiaan..

Promo Ebook Better With You Hanya Rp.250,- (Bersyarat) Klik Disini 
Maafkan diriku yang pada akhirnya memilih menulis kata demi kata, ungkapan demi ungkapan oleh hatiku yang terdalam ini mas.
Begitu aku mengetahui diriku merasakan sesuatu dan tanda-tanda tentang diriku yang akan dipanggil Allah, saat itulah aku memilih menorehkan segala curahan hatiku disurat ini. Aku tidak tahu apakah kepergianku ini akan menjadi kenyataan atau tidak, sebagai manusia biasa dan istri mas Fay, hanya inilah yang bisa aku lakukan dengan menulis surat ini dalam keadaan usaha dan keadaan yang sedang sakit. Tapi aku berusaha semampuku demi mas Fay.. aku sengaja tidak berbicara langsung dengan mas karena tidak ingin membuat suamiku tercinta kepikiran karena ku, sudah cukup oleh urusan pekerjaan yang berada diPerusahaan mas yang menyita banyak pikiran, sebagai istri.. aku tidak ingin melakukan hal demikian.
Yang pertama, Aku minta maaf jika selama bekerja dulu aku membuat kesalahan pada mas. Membuat mas kesal terhadapku atau semacamnya. Maafkan diriku mas, dan yang kedua.. soal penyakit leukimia ku. Aku sengaja mengentikan segala kegiatan kemoterapi yang bagiku hanya membuang waktu saja bahkan berharap dari sisi manusia dan medis. Bukan aku tidak mau berusaha mas, aku sudah berikthiar dengan sabar selama setahun penuh melakukannya tapi cara itu membuatku semakin sakit. Selama ini aku hanya bisa diam dan tak ingin membuat orang-orang sekitarku cemas akan diriku. Aku hanya bisa berdoa dan berharap oleh mukzizat yang diberikan dari Allah untuk kesembuhan ku meskipun pada akhirnya, aku merasa sebentar lagi Allah akan memanggilku..
Hingga seiring berjalannya waktu, aku mengetahui Ava yang menyukai mas. Ada rasa sakit, sekaligus cemburu yang tak tahan aku rasakan ketika mendapati hal itu. Namun aku bisa apa? Aku hanyalah wanita cacat yang duduk dikursi roda dan berpenyakitan hingga membuatku menutup diri dan menjauh darimu Mas. Maafkan aku hingga aku nekat mencium Darren dengan sengaja waktu itu supaya mas membenciku dan menghindariku.
Aku mohon dengan sangat dan maafkan aku saat itu mas, aku hanya takut karena sudah tidak percaya diri lagi oleh segala kekurangan yang aku miliki. Aku tidak cantik lagi seperti mas katakan sebelumnya, aku tidak bisa berjalan lagi dan umurku.. tidak akan lama lagi.
Tapi sepertinya, Allah tidak mengizinkanku melakukan semua itu ketika akhirnya, saat aku pergi makan malam bersama Rex dan Aifa.. disitulah aku bertemu dengan mas dan Ava. Betapa syoknya saat itu ketika aku menyadari jika sosok pria yang menjadi calon suami Ava adalah Mas Fay. Kami sempat bertukar cerita mengenai pria yang kami cintai, tidak banyak dan hanya sedikit saja. Ava tidak tahu jika pria yang aku maksud adalah mas Fay dan aku tidak tahu pria yang sudah membantunya berhijrah adalah mas Fay... Sosok pria yang aku cintai selama ini. Dunia memang sempit tapi aku tidak bisa menyalahkan takdir jika Ava menyukaimu Mas.
Menikahlah dengannya.. aku ikhlas jika kalian hidup bersama saling melengkapi dan mencintai. Aku tahu, Mas belum mencintainya.. tapi percayalah jika cinta hadir karena selalu bersama dan terbiasa. Ava sosok yang cantik, baik dan berbeda dengan wanita lain mas. Aku pun mengetahuinya karena kami berteman sejak lama.
Mas Fay tercinta.. sekali lagi, aku minta maaf dan ridho atas segala kesalahan yang aku punya selama ini, meskipun aku sudah meminta maaf pada mas namun tetap saja, sebagai istri yang menuruti semua kewajiban pada suaminya.. aku ingin terus meminta maaf hingga penyampaian dalam surat ini. Ridhoku ada pada mas, tolong maafkan aku..
Dan aku mengucapkan, selamat ulang tahun yang ke 32 tahun untuk mas Fay tercinta. Maaf hanya ini pemberian dariku yang aku buat, aku sengaja membuatnya semata-mata hanya ingin membuat mas menyukainya dan semakin mencintaiku serta menyayangiku. Aku sengaja, karena semenjak menikah.. aku ingin membahagiakan mas hingga akhir hayatku dengan segala cara yang bisa aku lakukan dijalan Allah. Aku tahu, Mas Fay sosok suami yang tidak pernah meninggalkan sholat hingga akhirnya aku terpikir membuat tasbih untuk mas.
Jangan pernah meninggalkan sholat mas karena itu kewajiban.. dan jangan pernah lupakan aku.. tolong kirimkan aku doa disetiap sholat, tidak ada yang aku harapkan ketika di alam kubur terkecuali kiriman doa dari orang-orang didunia termasuk mas Fay.
Aku sudah berusaha bertahan secara sabar oleh penyakitku. Maafkan diriku yang hanya bisa menemani mas sebagai pasangan halal diwaktu yang tidak lama. Berbahagialah mas, carilah kebahagiaanmu dijalan yang halal karena aku tidak ingin mas terus-terusan berkabung karena diriku.
Allah selalu ada untuk mas, dan juga diriku sebagai istri tercintamu.. Aku pergi hanya sesaat karena sudah takdirnya Allah mengambilku kembali, karena didunia ini.. hanyalah ilusi semata untuk tempat persinggahan orang-orang sebelum menuju akhirat.
Sekali lagi, selamat ulang tahun mas Fay ku, terima kasih sudah mencintaiku dengan segenap perasaan dan ketulusan secara ikhlas..Aku mencintaimu sayang, Mas Fay tercintaku. "
Dan lagi, Fay mencoba menghapus jejak air mata yang menggenang di pipinya sambil menggenggam erat sebuah tasbih putih sebagai hadiah nya yang ke 32 tahun, sangat sederhana namun begitu berarti.
Fay memperhatikan cincin pernikahan yang melekat di jari manisnya, merabanya pelan dan mengingat semua bagaimana saat pernikahan sederhana itu Angel menyematkan cincin pernikahan itu dijari manisnya seraya bergumam ..
"Aku juga mencintaimu Angel. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling ke wanita lain jika dirimu adalah sosok yang sudah tertanam dihatiku? Aku memaafkannmu, terima kasih atas segala cara dan usaha yang kamu lakukan untukku disaat kamu berjuang melawan segala rasa sakit yang kamu alami. Aku meridhoimu Angel.. dan aku tidak akan melupakanmu sampai kapanpun serta tidak akan menganggapmu pergi karena aku yakin, insya Allah suatu saat kita kembali bersama di Surga dengan segala amal dan perbuatan baik yang aku kumpulkan di dunia ini. Tunggulah aku Angel, hingga waktunya tiba ketika Allah mempertemukan kita untuk kembali bersama disurga."
Untuk sesaat Fay kembali menangis sambil menundukan wajahnya, memeluk erat sepucuk surat terakhir dari istri tercintanya serta menggenggam erat tasbih putih dari istri tercinta.
💞💞💞💞
Terima kasih sudah baca. 
Dan kalian bisa bersapa dengan author di Instagram : lia_rezaa_vahlefii.
Sehat selalu buat kalian. 
Jangan lupa berikan vote dan komentarnya ya.
With Love
LiaRezaVahlefi ❤️

Next, Chapter 54 Better With You. Klik Link dibawah ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar