Chapter 54 : Better With You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Kamis, 13 Februari 2020

Chapter 54 : Better With You




Anna terdiam merenung dikamarnya malam ini, sudah kesekian kalinya Farrel mendapati istrinya melamun oleh kesendiriannya. Berulang kali Farrel menasihatinya dengan cara yang lembut agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan atas kepergian Angel karena itu adalah suatu Takdir yang diberikan oleh Tuhan untuk mereka.
Wajah Anna terlihat pucat dengan kedua pipinya yang terlihat cekung bukti bahwa selama kepergian Angel, Anna tidak memilik nafsu makan dan memilih diam, melamun, menyendiri bahkan menangis dikeheningan malam.
Kedua mata Anna pun terdapat lingkaran hitam di bawah matanya menandakan jika Anna tidak nyenyak dalam tidurnya dan kerap kali terbangun karena bermimpi Angel hingga berakhir dengan menangis dikeheningan malam. Farrel berusaha semampunya berada disamping Anna, memeluknya dan menghiburnya namun sepertinya hal itu tidak cukup bagi Anna karena mendapati kenyatannya putri semata wayangnya meninggal dunia.
Farrel memang terpukul, apa yang dirasakan Anna sama halnya dengan yang ia rasakan juga, namun.. Farrel berusaha tegar dan mencoba menerima kenyataan takdir yang diberikan oleh Tuhan.
Berbeda dengan Anna yang bersedih dalam situasi berkepanjangan. Farrel bisa apa jika Anna seperti itu? sebagai suami ia tidak bisa menyalahkan situasi dan hanya bisa memberi nasihat serta menemani Anna dikala seperti ini.
"Sayang..." bujuk Farrel yang kini ikut duduk disamping Anna di pinggiran tempat tidur. "Ini sudah malam. Saatnya kita tidur."
Anna tetap diam, pandangannya kosong menatap arah jendela luar tanpa tertutup tirai. Wajahnya terlihat layu seperti tidak memiliki semangat hidup. Farrel menghela napas sejenak ketika Anna seperti itu. Bahkan, untuk makan saja.. jika tidak disuapin, Anna tidak mau makan sama sekali. Dengan penuh kesabaran, Farrel pun memeluk tubuh Anna yang rapuh.. membawanya kedalam pelukan hangatnya kemudian membantu Anna untuk segera berbaring diatas tempat tidur.
Ada kalanya mereka bercinta di waktu tertentu, tapi tetap saja.. hal seperti itu tidak berpengaruh untuk Anna sendiri. Dan sekarang, Farrel memilih memeluk istrinya yang rapuh hingga tertidur pulas.
💞💞💞💞
Keesokan harinya, Farrel terbangun dalam keadaan Anna yang tidak ada lagi disamping tempat tidurnya. Dengan panik, Farrel mencari keberadaan Anna hingga seorang asisten rumah tangga memberitahunya jika Anna sedang berada ditaman belakang.
Anna memilih bangun terlebih dahulu dan duduk di bangku taman belakang rumah mereka sambil berjemur di pagi hari yang cerah.
Untuk sesaat, Farrel menatap istrinya dengan berdiri dijendela ruangan lantai dua dari kejauhan ketika suara derap langkah kaki membuatnya menoleh kebelakang yang ternyata berasal dari Rex.
"Maaf Om Farrel, aku kesini pagi-pagi sekali. Ada yang perlu aku bicarakan mengenai WK Group, apakah aku menganggu waktu Om?" tanya Rex secara sopan
"Tidak. Baiklah, kita keruangan kerjaku."
Merekapun akhirnya pergi ke ruangan kerja Farrel yang berada dilantai bawah. Membahas segala sesuatunya mengenai perkembangan aset perusahaan, saham dan lain-lain dengan waktu yang memakan kurang lebih 60 menit hingga suara histeris dan pecahan kaca membuat Farrel maupun Rex panik dan keluar ruangan tersebut.
Farrel berlari tergopoh-gopoh kesumber suara panikan yang berasal dari pengurus asisten rumah tangga yang berada di ruangan paling ujung rumah tersebut diikuti dengan Rex yang berada dibelakang Farrel.
"Apa yang terja-" mendadak tenggorokan Farrel tercekat ketika dirinya melihat asisten rumah tangganya berdiri didepan pintu sebuah gudang sambil ketakutan dan histeris.
"Tuan.. nyo- nyonya.." asisten paruh baya tersebut tergagap karena terlalu syok sambil menunjuk kearah dalam gudang.
Dengan segala pikiran dan kepanikan oleh jantung yang berdebar, Farrel pun mendatangi sang asisten bersama dengan Rex ketika kedua matanya nyaris keluar bahkan membeku seketika serta tak percaya oleh apa yang Farrel lihat kali ini..
"Anna!!!!!!!!"
"Tanteee!!!!"
Farrel memekik dan terkejut. Dengan gerak cepat, Farrel memasuki gudang tersebut dan meraih tubuh Anna.
"Rex!!! Bantu aku menurunkan Anna.." Rex sama paniknya bahkan kedua matanya berkaca-kaca saat mendapati Anna.. ditemukan dalam keadaan gantung diri disebuah gudang dalam keadaan wajah dan tubuhnya yang sudah kaku membiru bahkan lidah yang terjulur."
💞💞💞💞
Terima kasih sudah baca. 
Dan kalian bisa bersapa dengan author di Instagram : lia_rezaa_vahlefii.
Sehat selalu buat kalian. 
Jangan lupa berikan vote dan komentarnya ya.
With Love
LiaRezaVahlefi ❤️

Next, Chapter 55 Better With You. Klik link di bawah ini : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar