Hate Or Love : Rencana Pernikahan - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Jumat, 28 Februari 2020

Hate Or Love : Rencana Pernikahan




Hai, Assalamualaikum. Sebelumnya terimakasih ya ukh sudah mampir kemari. Oh iya, ini ada sedikit kelanjutan chapter Hate Or Love yang aku publish di blog ini. Dan untuk pembaca baru dari blog, kalian bisa membaca cerita Hate Or Love yang sudah publish dari chapter ( Kepergian Ray Davidson ) hingga chapter ( Masalalu dan ancaman Davidson  di akun platfrom Wattpad dibawah ini ya. silahkan klik link nya :


Serta di platfrome lainnya dengan akun LiaRezaVahlefi ( Dreame, Joylada, NovelPlush, NovelToon dan Storial )



Sekali lagi terima kasih ya, Happy Reading :)

****


London, Inggris.
Rex tersenyum bahagia ketika mendapati dirinya baru saja memenangkan lomba kejuaraan sepak bola di sekolahnya. Merasa bahagia, ia pun tidak sabar untuk segera menaiki anak tangga dan menuju kamar mommynya.
Niatnya hendak mengetuk pintu kamar pun tidak jadi ketika dari dalam Rex mendengar suara mommynya yang lagi terisak.
Seketika Rex mendengus kesal. Mommynya selalu saja seperti itu. Menangis, menangis dan menangis meskipun sebagai anak Rex sangat tahu penyebab kesedihan mommynya itu
Suara langkah kaki terdengar menaiki anak tangga bertepatan saat sepupunya yang bernama Angel itu menuju kamar aunty Luna kemudian hendak mengetuk pintunya namun tidak terjadi karena Rex buru-buru mencegahnya.
"Rex! Kenapa kau-"
Mengabaikan Angel yang berkoar, Rex pun segera mengajak Angel menjauh.
"Ikut aku!"
"Kemana? Ayolah batalin saja niatmu karena saat ini Daddy ingin berbicara dengan aunty Luna."
"Nanti saja!" Rex menghentikan langkahnya dan merampas ponsel yang ada ditangan Angel.
Angel menatapnya tidak suka. "Ada apa? Saat ini Daddy ingin berbicara dengan Aunty. Hanya sebentar."
"Mereka bisa kembali berbicara setelah-"
"Jika kau akan berbicara soal pria itu, jangan sekarang! Kau lupa jika ponsel yang ada ditanganmu masih tersambung dengan Daddy?"
Rex yang terdiam pun memilih mengangguk dan segera memberikan ponselnya pada Angel.
"Maafkan aku tapi-"
"Ternyata begitu ya anak jaman sekarang tidak ada sopan santunnya dengan orang tua?!"
Keduanya pun menoleh, bahkan tanpa Rex dan Angel sadari, Daddy Angel yang bernama Farrel pun kini berdiri santai dibelakang mereka sambil bersedekap
"Da-daddy?"
"Uncle?"
"Kaget ya?" Farrel menatap putri dan keponakannya itu dengan santai. Ia pun mendekati keduanya dan kembali berbicara. "Apa yang kalian sembunyikan dariku?"
"Em itu anu- dad! Aku lapar ayo kita makan." dengan manja Angel berusaha mengalihkan bahkan meminta gendong pada Daddynya.
Farrel hanya tertawa kemudian menggendong tubuh putrinya. "Ah, kau berat sekali princess! Kau tau? Mansion kakek begitu besar sehingga Daddy harus menghubungimu dan mencari tau keberadaanmu. Tapi kau malah mematikan ponselnya."
Farrel pun menatap Rex sehingga membuat putra Luna itu pun merasa malu sekaligus salah tingkah.
"Ayo kita makan. Para maid sudah mempersiapkan makan siang kita bahkan mommy pun ikut membantu mereka. Kau juga harus ikut Rex."
Farrel pun segera pergi dari sana diikuti Rex yang berjalan di belakangnya. Sesaat, Rex memandang uncle dan sepupunya. Ada rasa iri didalam hatinya mengingat Angel memiliki sosok ayah yang ada untuknya, tidak seperti dirinya.
Disisilain, Farrel yang diam sambil menuju ruang makan pun rasanya sudah tidak sabar lagi ingin bertemu Luna mengingat kepergian Luna dari Indonesia menuju London secara dadakan pun membuatnya bertanya-tanya hingga saat ini.
Luna terlalu menutup diri bagi Farrel meskipun sebenarnya ia tau mengenai permasalahan dan pernikahannya dengan pria yang sudah membunuh sepupunya itu, Ray

Promo Ebook Better With You Hanya Rp.250,- (Bersyarat) Klik Disini 
Mungkin Luna tidak akan berbicara, tapi Farrel berinisiatif akan membuat Luna berbicara dengan cara apapun mengingat Luna adalah tanggung jawabnya juga setelah mendiang Ray memberinya pesan untuk menjaga Luna dan Rex 10 tahun yang lalu.
🔫🔫🔫🔫
Denpasar, Indonesia.
Menjelang malam, Irma yang baru saja selesai mengurus sorum mobil sebagai atasan segera menuju sebuah apartemen yang sudah ditinggali Ronald selama lima tahun ini.
Sesampainya di sana, Irma segera mengetuk pintunya. Tidak membutuhkan waktu lama ketika Ronald membukanya dengan penampilan yang hanya memakai kaos santai oleh celemek di tubuhnya

"Sedang memasak?"

"Begitulah," ucap Ronald santai.
"Baru saja. Aku sedang membuat makan malam. Kamu datang di saat yang tepat."

Irma hanya tersenyum tipis. Kecantikannya begitu terpancar oleh gamis dan hijabnya.

"Tante Irma!" Suara pekikan Ray dari dalam membuat keduanya menoleh dan dengan manja, Ray segera merentangkan kedua tangan pada Irma karena ingin digendong.

Irma segera menggendongnya dengan Ronald yang mempersilakan masuk. Sesampainya di dalam, Ray terlihat manja dengan Irma mengingat dirinya begitu menginginkan sosok ibu sejak dulu. Mereka memang sering menghabiskan waktu Bersama.
Ronald hanya tersenyum memandang interaksi keduanya ketika saat ini, menjelang larut malam dengan senang hati Irma menemani Ray tidur sambil membacakan buku dongengnya.

Tidak mau mengganggu, Ronald segera pergi dari sana, memilih duduk di ruang tamu begitu beberapa menit kemudian Irma keluar dari kamar Ray sambil tersenyum dan menyerahkan beberapa contoh kertas di depan wajahnya.

"Bagaimana, Ron? Aku sangat bingung memilih, karena motif dan model semuanya bagus."

"Bagaimana dengan ini?" Ronald menyodorkan salah satu contoh kertas tersebut pada Irma. "Ini terlihat simpel dan sangat bagus. Bahkan menarik."

"Ini akan menjadi kertas undangan pernikahan yang bagus. Ah, aku tidak sabar untuk pernikahan kita, Ron."

🔫🔫🔫🔫

Bagaimana perasaan Luna kalau tahu ya 😔😭
Makasih sudah baca. Sehat selalu buat kalian.
With Love 💋
LiaRezaVahlefi
Instagram
lia_rezaa_vahlefii
NEXT CHAPTER SELANJUTNYA. KLIK LINK DI BAWAH INI |: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar