Spoiler : Hate Or Love ( Bertemu Kembali ) - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Jumat, 28 Februari 2020

Spoiler : Hate Or Love ( Bertemu Kembali )






Mengabaikan bunyi klakson pengendara lain, Ronald mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Yang ia pikirkan sejak tadi adalah segera tiba disana dan membawa Ray pulang. 

Jangan sampai Ray bersama Luna. Itu yang Ronald pikirkan
Mungkin ini terdengar egois, tapi Ronald bisa apa mengingat sebuah ancaman dari Davidson 5 tahun yang lalu membuatnya tidak bisa berbuat apapun meskipun hatinya tidak bisa berbohong jika ia sendiri sebagai Ayah tidak tega memisahkan Ray dengan ibunya.

Kepadatan lalu lintas dan pengendara lain dimalam hari membuat Ronald menggeram frustasi karena akan menghambat perjalannya.

Oh semoga saja Luna tidak mengetahui dia adalah Ray. Dan semoga saja Ray tidak berbicara untuk membeberkan fakta yang sebenarnya.

Ronald mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Pikiran Ronald saat ini benar-benar membuatnya gelisah hingga tanpa ia sadari kecepatan tersebut membuatnya hilang kendali.

Cittt!! Ronald mengerem mobilnya secara dadakan ketika seorang wanita tengah menyebrang dalam keadaan hamil besar. Jantung Ronald berpacu secara cepat, kedua matanya membelalak seketika bertepatan saat wanita tersebut syok sambil memegang jantungnya.

Dengan was-was, Ronald melepas safety beltnya dan segera keluar dari mobilnya mengecek keadaan wanita hamil tersebut.

"Nyona maafkan saya yang terburu-buru sehingga hampir saja menabrak anda." ucap Ronald dengan tatapan khawatirnya.

"Tolong.. tolong saya. Saya-"
Ronald semakin panik terlebih wanita tersebut meringis kesakitan sambil memegang perutnya.

"Apakah anda mau melahirkan sekarang?" dengan cepat, Ronald segera menggendong tubuh lemah wanita tersebut dan segera menuju rumah sakit.

Tanpa diduga Ronald teringat Luna yang hendak melahirkan dan mengalami kontraksi beberapa tahun yang lalu dan saat ini kembali membayang pikirannya. Hal yang tidak terlupakan begitu saja bagi Ronald.

"Aarrghh, perutku... Sakit sekali."
"Bertahanlah Nyonya. Saya akan segera membawa anda kerumah sakit."

🔫🔫🔫🔫

Luna menatap Ray yang tidak sadarkan diri. Beberapa jam bersamanya membuat Luna tidak menyangka jika anak kecil itu ditemukan dalam keadaan pingsan oleh suhu tubuh yang demam ketika ia memiliki keperluan beberapa menit dengan para karyawan toko bunganya. Itu terjadi karena Ray berhujan-hujanan saat menuju tempatnya.

Dengan cepat Luna membawanya kerumah sakit dan disinilah ia berada. Di ruang UGD dengan pembatas tirai brankar pasien setelah dokter memeriksanya.

Ray mengalami demam tinggi dan tifus. Hal yang membingungkan lagi adalah saat ini Luna tidak bisa mengabari pihak keluarga atau orang tua Ray. Ray sangat cemas. Dan dia tidak mengetahui dimana alamat rumah Ray atau nomor ponsel keluarga Ray.

Luna kembali mengulurkan tangannya menyentuh kening Ray yang masih demam. Wajahnya pucat oleh bibir yang sedikit memutih. Sejenak Luna menatap Ray lagi dan merasa ada yang menjanggal dihatinya.

"Ray terlihat mirip seseorang." ucap Luna dalam hati.

Tapi itu tidak mungkin! Hanya kebetulan. Pikiran Luna terus berputar dengan isi pemikirannya sambil mengelus kening Ray. Berharap anak kecil itu segera siuman.

"Dokter! Dokter! Suster! Tolong saya, dia mau melahirkan!!"

Suara seorang pria yang panik yanh berasal dari Ronald pun terdengar. Ronald terlihat panik sambil memapah tubuh wanita hamil.

Kesibukkan para Dokter maupun suster yang segera menangani pasien pun terjadi. Mereka tengah berupaya memberikan pertolongan terlebih pasien tersebut 
 mengalami kontraksi.

Selang beberapa detik kemudian, Ray yang tidak sadarkan diri pun siuman dari pingsannya dengan kedua matanya yang sayup-sayup sambil memegang dahinya. Luna terkejut dan mendadak kelegaan dihatinya muncul.

"Arghh, aduh kepalaku pusing sekali."
Ray berusaha untuk bangun, namun Luna kembali mencegahnya.

"Jangan bergerak. Ya Allah.. Aunty begitu mengkhawatirkan mu nak, Sebentar."

Dengan tergesa-gesa, Luna segera berdiri dari duduknya dan menyibak tirai pembatas brankar pasien.

"Dokter! Dokter! Tolong! Dia sudah siuman." pekik Luna memanggil dokter yang sedang berlalu lalang diruangan UGD.

Mendengar hal itu, Tanpa Luna sadari, Ronald yang masih ada disana itupun menoleh ke arah sumber suara hingga akhirnya tatapan Ronald dan Luna pun bertemu.

Ronald dan Luna saling berpandangan dari jarak beberapa meter, mengabaikan suasana sekitar yang terlihat sibuk oleh aktivitas masing-masing dokter dan perawat. 

Bahkan Luna pun tidak menyadari jika ada seorang dokter yang melewati dirinya untuk memeriksa kondisi Ray yang terbaring lemas.

Jantung Luna berdegup dengan kencang. Tanpa membuang waktu lagi Ronald segera mendatangi Luna dengan tatapan khawatir dengan firasatnya sejak tadi. 

Sunggh Ronald tahu bahwa Ray menghilang karena putranya itu merindukan ibunya.

Ronald mengabaikan Luna yang berdiri mematung ketika ia melewati wanita itu. Ronald terkejut dan tidak menyangka ketika menemukan Ray dalam keadaan pucat dan lemah terbaring di brankar pasien.

Dan Ronald tak menyangka takdir membawanya kembali setelah menolong wanita hamil tadi dan berakhir dengan bertemu Luna.

"Apa yang terjadi dengannya Dok?" tanya Ronald pada Dokter yang kini tengah menempelkan stetoskop ke bagian dada Ray.

"Anda ayahnya?"

"Iya" Ronald mengangguk cepat. 

"Bagaimana kondisinya?"

Ronald menatap Ray dengan khawatir sambil mengelus puncak kepala putranya.
"Dia mengalami demam tinggi. Tifus dan dehidrasi. Sebaiknya putra anda harus dirawat inap beberapa hari disini sampai kondisinya pulih."

Ronald terus bertanya mengenai kondisi Ray pada dokter yang terus menjelaskannya. Tapi tanpa siapapun sadari, Seketika Luna kehilangan konsentrasinya. Ia gagal fokus karena terlalu syok dengan situasi sekarang. Ia tidak tahu jika Ronald berada di Los Angeles dan,
Ia juga tidak tahu jika.. jika seorang anak kecil yang bersamanya sejak tadi.. yang tidur di pangkuannya bahkan mendatanginya sebulan yang lalu, membeli bunga ditempatnya, adalah Ray.. putranya

Dengan tubuh lemas dan terlalu syok, Luna memundurkan langkahnya. Tubuhnya gemetar dengan kedua matanya yang mulai berkaca-kaca.
Mendapati hal itu, Ronald segera mendekati Luna begitu dokter tadi sudah pergi dan kembali menutup tirainya. Luna sama sekali tidak bergerak sedikitpun saat Ronald mendekatinya hingga keduanya berhadapan.

Air mata menetes di pipi Luna. Luna membenci dirinya sendiri mengapa ia mudah mengeluarkan air mata disaat situasi seperti ini.

Ronald sudah membolak-balikan hatinya, Ronald juga sudah menanamkan rasa cinta padanya. Berawal dari kebencian, hingga menjadi cinta. Cinta dan benci hanya beda tipis hingga fakta itulah yang terjadi diantara keduanya.

"Mommy... "

Suara lirihan Ray yang pertama kali terdengar membuat keduanya menoleh kearah Ray.

"Jangan tinggalkan aku Mom. Aku menginginkan Mommy ada bersamaku dan jangan menjauh dari Daddy lagi." Ray menatap Luna dengan tatapan memohonnya.

Luna tersentuh. Hatinya teriris. "Ray. Mom-"
Dan tangis Luna pun pecah di iringi rasa dilema. Dilema  ingin merengkuh putranya, atau meninggalkan Ronald karena teringat kesepakatan Ayah mertuanya.




🔫🔫🔫

Bagaimana kelanjutan ceritanya???


Part dihapus sebagian demi kepentingan penerbitan. Cerita sudah di kontrak dengan perjanjian materai 6000 oleh penerbit Millenium Publisher. Mohon maaf dan semoga maklum ☺️
Hate Or Love tersedia versi cetak.

       




Info pemesanan : Wa Penerbit : 0823-8721-1236Wa Penulis : 0812 5368 2826      





Yuk ukh, yang lagi kelebihan rezeki bisa beli versi novelnya ya di penerbit Millenium Publisher
Kalian juga bisa beli melalui Shoppe resmi milik penerbit Millenium Publisher loh, Cek link nya :

Hate Or Love tidak tersedia di Toko Buku ya. Hanya ada di Penerbit dan Shoppe.
Jika kalian tidak bisa menginstall Shoppe, Jangan khawatir ya ukh. pemesanan bisa dilakukan nomor Wa di bawah ini :

Info pemesanan : 
Wa Penerbit : 0823-8721-1236 ( Mbak Ranika )

TIDAK ADA EBOOK KARENA MENGHINDARI PLAGIAT.
***
Alhamdulillah Hate Or Love kini bisa kalian peluk dalam versi cetak.
"Kak kira-kira Rex bisa menerima kenyataan situasi dan menerima Ronald gak?"
"Kak bagaimana hubungan Luna dan Ronald nanti? Apakah mereka kembalian?
"Lalu bagaimana dengan Ray?"
"Terus bukannya Luna tahu ya kalau selama ini Ronald dan Irma mau nikah di Bali? Itu beneran gak sih? Terus Luna nya gimana?"
"Oh iya, kira2 isi surat dari mendiang suami Luna terdahulu apa ya? Kok sudah 10 tahun Luna gak berani baca sampai sekarang?"
( JAWABANNYA ADA DI VERSI CETAK )
Pokoknya banyak part yang sangat lengkap.
Part manis.
Part BAPER
Insya Allah kamu gak akan menyesal beli versi cetaknya nanti.
Jangan lupa tag dan mention ke akun instagram lia_rezaa_vahlefii kalau kamu sudah peluk Luna dam Ronald ya.

Jazzakallah Khairan :)
With Love
LiaRezaVahlefi
Instagram 
LiaRezaVahlefi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar