Chapter 40 : Because I Love You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Rabu, 04 Maret 2020

Chapter 40 : Because I Love You



Aifa masih menangis sesenggukan. Katakanlah dia memang cengeng. Tapi saat ini rasa kesedihannya itu lebih parah dari sebelumnya.
Rex benar-benar mempengaruhi semuanya. Rex benar-benar mempengaruhi akal pikirannya. Hormon kehamilan yang sensitif membuat Aulia harus ekstra sabar berada di dekat Aifa agar sahabatnya itu tidak mengalami sedih berlebihan.
"Aifa. Ayolah. Coba minum susumu dulu." Aulia menyodorkan segelas susu hamil untuk Aifa.
"Ini sudah terabaikan sejak 20 menit yang lalu. Nanti dingin."
Aifa menggeleng. "Aifa gak bisa minum. Gara-gara ketemu Rex kenapa hati Aifa semakin sakit?"
"Diminum dulu. Ayo. Pikirkan janin kamu. Setelah itu Rex. Oke?"
Akhirnya Aifa mengalah. Dia pun meminum susu ibu hamil rasa coklat yang membuatnya mengernyit.
"Ada apa?"
"Kenapa rasanya aneh sekali?"
"Itu bukan aneh." jelas Aulia. "Hanya hambar. Rasanya memang seperti itu. Kamu akan terbiasa."
"Tapi-"
"Habiskan!"
Aifa kembali mengalah dan menurut. Aulia benar. Ini demi kesehatan janin didalam kandungannya yang masih sangat kecil.
Aifa meminum susu ibu hamilnya sampai benar-benar habis dan rasanya ia ingin muntah. Aulia segera memberikan tisu lalu satu potong buah apel berukuran kecil sebagai pencecap rasa manis di lidah Aifa.
"Sudah merasa baikan?"
Aifa menggeleng. "Tidak."
"Aifa jadi begini setelah bertemu Rex. Kenapa sepupumu itu menjungkirbalikkan perasaan Aifa?"
"Kamu masih mencintainya?"
Seketika Aifa terdiam. Dia menundukan wajahnya. Air mata menetes lagi di punggung tangan Aifa. Dengan perlahan Aulia menggengam punggung tangan sahabatnya.
"Dugaanku benar. Kamu masih cinta sama Rex. Apakah aku benar?"
"Aifa.. Aifa tidak tahu."
"Mulut boleh berkata tidak. Tapi disini." Aulia menunjuk bagian dada Aifa. "Hatimu tidak bisa berbohong."
"Aifa hanya malu. Aifa sudah tidak pantas untuk dia. Memangnya dia mau menerima Aifa? Memangnya dia mau merawat dan menerima janin ini ketika lahir? Rex bukan ayahnya. Aifa di perkosa dalam keadaan tidak sadar."
"Aifa-"
"Iya. Angel benar." tegas Aifa lagi.
"Aulia."
"Oh iya lupa."
"Aulia benar. Aifa masih cinta sama Rex. Tapi Aifa tidak ingin memberi harapan sama Rex. Aifa ingin dia pergi tapi.. tapi kenapa begitu dia ada didepan mata Aifa, Aifa benar-benar tidak berdaya?"
"Cobalah untuk tenang. Jangan banyak pikiran oke?" saran Aulia dengan lembut. "Kamu bisa stress. Ingat, kondisi kehamilan kamu masih sangat rawan untuk keguguran."
"Jadi Aifa harus bagaimana? Aifa mau pulang-"
"Hamil muda beresiko untuk melakukan penerbangan. Turki ke Indonesia memakan waktu berjam-jam."
Lalu Aifa terdiam. Pikirannya semakin kalut. Ia berusaha untuk tenang tapi sulit. Rex benar-benar masalalu dan masakini yang sulit di jauhkan dari hatinya.
"Dengar.." ucap Aulia lagi. "Aku akan membantumu. Aku akan mendatangi penginapan Rex agar pria itu tidak mengusik kehidupanmu lagi. Oke?"
"Tapi-"
"Ayo istirahat." Aulia menarik pergelangan tangan Aifa. Tubuh Aifa sudah lemas sehingga ia pun hanya menurut ketika Aulia mengantarkannya menuju kamar.
"Kamu harus banyak istirahat. Jangan lelah. Jangan banyak pikiran."
"Tapi Aulia. Aifa-"
"Jangan bikin kesal. Nanti anakku bisa mirip kamu oke?"
"Kenapa memangnya? Aifa juga cantik kok."
Aulia hanya terkekeh geli. Lalu ia membantu Aifa berbaring menyamping. Aulia meraih bantal empuk untuk diletakan di bagian belakang punggung Aifa agar nyaman.
"Tidur yang nyaman. Aku juga butuh istrirahat Aifa. Aku juga lelah."
"Terima kasih Aulia. Maaf Aifa sudah merepotkan Aulia."
"Memang merepotkan. Apalagi si pengecut itu! Kalian sama! Jodoh itu cerminan kan?"
"Aulia apaan sih!"
Aulia terkekeh geli dan berjalan kearah pintu. "Sudah sana tidur."
****
Rex mengendarai mobilnya dengan cepat. Setelah kepergian Aifa dan Aulia beberapa jam yang lalu di minimarket, saat itulah Rex memilih ke penginapan Aulia saat ini juga.
Rex mencengkram kemudinya dengan kuat. Dadanya terasa sesak dan rasanya sungguh menyiksa. Berbagai macam cara untuk meraih Aifa kembali rasanya sangat sulit.
Pekerjaannya di WK Group pun diambil alih oleh tangan kanannya. Pekerjaan terbarunya saat ini adalah Aifa. Seorang wanita yang ia abaikan selama 4 tahun.
Mobil Rex sudah memasuki halaman penginap Aulia yang mirip seperti rumah pribadi jika di lihat. Lalu Rex keluar dari mobilnya, mengetuk pintu penginapan Aulia.
Pintu terbuka setelah ketukan kesekian kalinya. Aulia bersedekap dan menatap Rex dengan kesal.
"Asalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam. Ngapa kesini!"
"Aku-"
"Jangan cari Aifa! Dia lagi istirahat dan tidur!"
Rex memang keras kepala. Bahkan dengan tubuh tinggi dan tegapnya ia memilih menyelonong masuk kedalam ruangan. Aulia semakin kesal.
"Rex!"
"Kalau gitu aku akan menunggu dia sampai bangun."
Dengan santai Rex duduk di sofa ruangan. Masa bodoh jika saat ini sepupunya itu sedang marah.
"Cepat pergi dari sini!"
"Tidak akan. Sebelum aku bertemu dengan Aifa. Oke?"
"Rex!"
"Aku juga belum bertemu dengan Fay semenjak kalian tiba di negara ini."
"Karena Mas Fay sibuk dengan pekerjaan yang lebih faedah ketimbang dirimu! Kerja enggak! Nyakitin perasaan wanita iya!"
"Lalu?" Rex berdiri menjulang dihadapan Aulia. Rex menatap Aulia dengan sinis.
"Ini masalahku dengan sahabatmu itu. Kamu sebagai adik kecil jangan ikut campur."
"Urusan Aifa urusanku juga! Dia sahabatku dari kecil."
"Hanya sahabat kan? Bagaimana denganku?" Rex memajukan langkahnya dan membuat Aulia dengan sedikit takut memundurkan langkahnya.
"Akulah seorang pria yang tidak akan pernah di lupakannya. Aku yakin saat ini dia masih mencintaiku. Jangan jadi penghalang-" PLAK!
Satu tamparan mulus mengenai pipi Rex. Aulia benar-benar emosi dengan semua ucapan Rex. Dengan mudanya pria itu berkata cinta. Tapi sesakit itu dia membuat sahabatnya menderita selama 4 tahun?
Pipi Rex merasa kebas. Dengan lancang dia mencekal pergelangan tangan Aulia bahkan tanpa segan-segan menubruknya ke dinding belakang.
"Dengar!" ucap Rex sengit. Pelan. Dan tajam. "Ini urusanku dengan Aifa! Jangan pernah ikut campur Angela Wicaksono!"
"Lepaskan aku!"
"Tidak! Aku tidak akan melepaskan jika kamu terus-menerus menghalangiku bertemu dengan Aifa!"
"Tapi-" air mata mengalir di pipi Aulia. "Lepas! Kamu benar-benar menyakitiku Rex! Aku akan mengadukan hal ini sama Tante Luna!"
Rex terkekeh sinis. "Silahkan saja. Aku tidak-"
BUG! Tinjuan secara tiba-tiba datang begitu cepat saat Fay memasuki penginapannya. Rex tersungkur kelantai. Ia memegang sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
"MAS FAY!"
"Apa yang kamu lakukan dengan Aulia HAH!" BUG! Fay kembali meninju wajah Rex.
"Kamu lupa jika Aulia sedang hamil?! KAMU LUPA?!"
Dengan kekuatan yang masih ada Rex bangun dari posisinya dan meninju perut Fay hingga pria itu tersungkur. Rex berdiri dengan tatapan tajamnya.
"Itu salah dari istrimu yang menyebalkan itu!"
Fay kembali berdiri. Ia kembali memukul wajah Rex dengan cepat dan mencengkram kerah bajunya.
"Tapi tidak seharusnya kamu menyakitinya!"
"Hentikan!" Tanpa diduga Aifa berlari kearah mereka.
Rex tidak sadar ada Aifa di belakangnya dan tersulut emosi dengan Fay sampai akhirnya Rex mendorong tubuh Aifa tanpa melihat kebelakang hingga membuat Aifa terjatuh terduduk di lantai.
"AIFA!" panik Aulia dan segera mendekati Aifa.
"Aaarggh. Sa-sakit."
Aifa memegang perutnya yang sakit. Pinggulnya terhentak kasar di lantai yang dingin. Aifa meringis kesakitan. Wajahnya memucat.
Rex dan Fay menghentikan perdebatan mereka lalu menatap Aulia dan Aifa yang terduduk di lantai.
"Aulia.. sa-sakit."
"Aifa ayo berdiri! Kamu baik-baik saja?" ucap Aulia panik.
"Aifa. Aifa.."
"Aifa tenang. Oke. Kamu harus tenang. Kita harus kedokter."
" -ini.. kaki Aifa kenapa. Kenapa ada darah keluar."
Aulia membulatkan kedua matanya terbelalak. Begitupun Rex dan Fay yang langsung mendekati mereka.
"AIFA!"
"AIFA!"
"Ya Allah Aifa." Dan Aulia menangis saat ia berusaha membantu Aifa berdiri.
Aifa tidak sanggup. Rasa sakit yang begitu menyiksa dan Aifa pingsan begitu saja dengan darah yang mengalir di kedua pahanya.
***
Ada saatnya Aifa akan menemukan kebahagiaannya kok😭
Ada alasan sendiri Author bikin alur ini sekarang😖
Makasih sudah baca.
Sehat selalu buat kalian 
With Love 💋
LiaRezaVahlefi
Instagram
lia_rezaa_vahlefii
***
Next, Chapter selanjutnya. Klik link dibawah ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar