Chapter 44 : Because I Love You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Rabu, 04 Maret 2020

Chapter 44 : Because I Love You



Aifa terbangun. Sayup-sayup ia membuka kedua matanya. Sinar matahari memasuki ruangan kamar hotel berfasilitas presidential suite.
Aifa mencoba untuk duduk. Mengumpulkan kesadaran setelah seharian kemarin benar-benar hari yang melelahkan. Aifa menoleh kearah jam dinding hingga membuatnya panik.
"Ya ampun!" Aifa menepuk jidatnya. "Aifa kesiangan!"
Dengan cepat Aifa turun dari ranjang. Aifa hampir saja terpeleset dilantai yang licin setelah kedua kakinya memakai alas kaki hotel.
"Mau kemana?"
Aifa menoleh ke belakang saat tangannya sudah memegang kenop pintu kamar. Jantung Aifa berdegup kencang. Penampilan Rex begitu shirtless yang hanya mengenakan wardrobe putih.
Tetesan buliran air masih terlihat jelas di rambut Rex yang ikal. Rex menyugar rambutnya kebelakang dan ia terkekeh geli melihat Aifa terkejut terpesona menatapnya.
Aifa memalingkan wajahnya kesamping. Beralih menatap ke lain meskipun saat ini wajahnya merona merah malu.
"Aifa mau masak. Aifa sudah bilang sama Om Farrel tadi malam buat minta bantu sama koki disini untuk ajarin Aifa."
"Tidak perlu."
Aifa menatap Rex. "Kenapa?"
Bukannya menjawab, Rex hanya berjalan santai dengan langkah tegapnya.  Dan Aifa merasa gugup untuk pertama kalinya karena pesona ketampanan Rex begitu kuat setelah mandi. Rex berdiri di hadapan Aifa. Aifa memundurkan langkahnya.
"Aku sudah sarapan tadi pagi."
Aifa mendongakan wajahnya. "Kenapa Aifa tidak di bangunin?"
"Aku sudah membangunkan si Princess ini." Rex mengusap pipi Aifa yang bersemu merah. "Tapi si Princess ini tidak bangun lagi setelah sholat subuh. Alhasil Pangeran makan sendirian."
"Maafin Aifa. Aifa kelelahan. Ini semua salah Daddy yang mengundang tamu terlalu banyak."
Rex hanya tersenyum simpul. Tanpa ragu ia memeluk Aifa. Aifa terbelakak kaget. Posisi seperti ini semakin membuat Aifa gelisah dan ingin meleleh karena gugup.
"Maklumi saja Aifa. Daddy dan Mommy ingin mengetahui bahwa Princess Made in Korea nya ini bahagia dan diketahui banyak orang."
"Maafin Aifa Mas. Aifa istri yang belum bisa sepenuhnya Istiqomah untuk bangun pagi. Aifa janji tidak akan tidur pagi lagi setelah  sholat subuh. Aifa-"
Rex menyentuh bibir Aifa dengan telunjuk jarinya. Pria itu beralih menangkup kedua Pipi Aifa kemudian mencium keningnya.
"Aku tidak apa-apa sayang. Percayalah. Aku akan memakluminya. Jangan merasa bersalah terus. Oke?"
Aifa menggeleng. "Tapi Mas. Aifa takut Mas marah."
"Aku tidak akan marah."
"Bukankah aku sudah berjanji sama Daddy untuk menerima kekurangan dan kelebihanmu?"
Aifa mengangguk lagi dan Rex akhirnya tersenyum. Posisi mereka masih sama. Tidak berubah. Rex menatap wajah Aifa yang sangat cantik natural ketika istrinya itu baru bangun dari tidurnya.
Aifa menatap Rex yang semakin terlihat seksi saja setelah mandi. Wajah tampan rupawan yang ia cintai sejak dulu.
Rex beralih menatap bibir Aifa yang tipis dan berwarna merah muda. Seketika Aifa berdegup kencang. Wajah Rex sudah dekat. Hidung mereka sudah saling bersentuhan.
"Em Mas. A-aifa.. " Tiba-tiba Aifa menjauhkan dirinya dari Rex. Lalu ia berdeham. "Aifa mau pipis. Lagi kebelet."
"Oh." Rex menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Suasana mendadak canggung dan salah tingkah. "Yaudah. Kamu-"
Dan Aifa sudah berlari menuju kamar mandi. Menutup pintunya dengan cepat. Lalu Aifa meluruh di belakang pintu kamar mandi sambil memegang degup jantungnya yang menggila.
Aifa memegang kedua pipinya yang bersemu. "Ya Allah... Ya Allah... Kuatkan hati Aifa kalau sudah berhadapan dengan Mas Rex. Rasanya Aifa mau meleleh."
****
🤣🤣🤣🤣
Ngakak. Eh tapi.. 
Selow dulu kita yakan sebelum senam jantung 😏
Makasih sudah baca. Maaf tadi pagi gak sempat update.
With Love 💋
LiaRezaVahlefi
Instagram
lia_rezaa_vahlefii
****
Next, Chapter selanjutnya. Klik link dibawah ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar