Chapter 48 : Because I Love You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Rabu, 04 Maret 2020

Chapter 48 : Because I Love You



Aifa begitu bahagia kali ini. Pertama. Perlakuan Rex yang begitu manis semenjak menikah. Kedua, Honeymoon mereka yang begitu menyenangkan. Ketiga, malam pertama mereka yang begitu romantis semalam.
Sejak tadi, Rex melihat Aifa yang tak berhenti tersenyum. Istrinya itu sedang menikmati keindahan pantai berlaut biru didepan matanya.
Tapi di balik senyum Aifa saat ini. Tanpa wanita itu sadari, ada luka yang sedang tersembunyi. Seketika hati Rex tersayat mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu.
Akankah Aifa akan memaafkannya bila mengetahui semuanya meskipun pria itu yang menjadi pertama untuk Aifa secara tidak langsung?
Rex mengepalkan salah satu tangannya didalam saku celana jeans yang ia pakai. Bayangan wajah Aifa yang akan terpukul bila mengetahui semuanya benar-benar membuatnya tidak sanggup sekaligus gugup.
"Mas!"
Rex tersadar kedunia nyata. Dari jarak jauh Aifa memanggilnya sambil melambaikan tangan kearahnya. Mau tidak mau Rex tersenyum lalu mendatangi istrinya.
"Hei sayang. Ada apa?"
Rex terdiam. Tanpa diduga Aifa sedang berjongkok diatas pasir dan menulis sesuatu disana.
Aifa mengukir huruf R besar dan ada Love kecil di sampingnya. Rex tak bisa menyembunyikan raut wajah senyumnya. Istrinya itu benar-benar mencintainya. Tidak seperti dirinya yang malah menyembunyikan fakta terpenting diantara mereka.
"Sini aku fotoin." tawar Rex yang kini mengeluarkan ponselnya. Dengan senang hati Aifa mengangguk.
Satu foto telah di dapatkan. Aifa pun meraih ponsel Rex dan mengarahkannya kepada mereka.
"Ayo Mas! Kita selfie lagi."
Rex terkekeh geli. Ia pun merangkul pundak Aifa. Dengan manja Aifa menempelkan pipinya pada pipi Rex. Sebuah senyuman bahagia yang mereka perlihatkan didepan kamera.
"Huaaaaaaaaaaaa disini Aifa cantik banget!"
"Kamu memang cantik Aifa."
Aifa memeluk Rex dengan erat. "Terima kasih Mas. Aifa bahagia. Rasanya mau menangis. Alhamdulillah impian Aifa tercapai."
Rex membalas pelukan Aifa. Aifa berjinjit mencium pipi Rex kemudian duduk diatas pasir. Rex ikut duduk di samping Aifa. Ia menselonjorkan kedua kakinya dan Aifa memeluk erat pinggul Rex dari samping.
"Mas?"
"Hm?"
"Boleh Aifa jujur?"
"Mau jujur apa?"
"Waktu Aifa ke Turki beberapa Minggu yang lalu. Ray datang menemui Aifa."
Rex terdiam. Ia berusaha menahan amarah dan rasa cemburunya. Tapi ini demi Aifa. Aifa butuh dirinya sebagai pendengar yang baik dengan segala curahan hatinya.
"Kedatangan Ray menyembuhkan luka di hati Aifa. Saat itu Aifa benar-benar terpuruk setelah mengira Mas jadi menikah dengan Mbak Aisyah. Ray begitu tulus. Aifa merasa nyaman sama Ray. Dia selalu buat Aifa tertawa."
"Sampai akhirnya Ray mengungkapkan perasaanya pada Aifa. Aifa sempat tidak menyangka Mas. Ray mencintai Aifa sejak lama. Tapi senyaman apapun Aifa sama dia. Aifa tetap mencintai Mas. Aifa sudah menolaknya. Maaf jika hal ini membuat Mas cemburu."
"Jujur memang terdengar menyakitkan." ucap Rex pelan. Hawa sepoi-sepoi desiran pantai menjadi penyejuk diantara mereka. "Setidaknya aku jodoh kamu. Bukan dia."
Aifa mengangguk. "Mas."
"Hm?"
"Disini kita bahagia. Bisa jadi saat ini Ray terpukul karena Aifa tidak menaruh hati padanya."
"Apa maksudmu Aifa?"
Aifa menumpukan dagunya pada lengan Rex. "Jika itu terjadi, rasa kesedihannya akan bertambah dimasalalu Mas. Maukah Mas memaafkan Ray atas kejadian masalalu? Demi Aifa."
Rex menatap Aifa sejenak. Lalu beralih menatap air laut pantai yang biru didepan matanya.
"Aku sudah memaafkannya. Kamu tidak perlu khawatir."
"Oh ya?" Aifa terkejut. "Kapan?"
"Sebulan yang lalu. Sebelum kita menikah."
Aifa tidak bertanya lagi. Ia menatap wajah Rex dari samping. Aifa bisa melihat pancaran kedua mata Rex yang menyimpan perasaan terpukul oleh masalalu.
"Mas, kalau boleh tahu.. sebenarnya masalah apa yang terjadi diantara keluarga kalian? Aifa tidak terlalu mengetahui cerita itu."
"Jika aku cerita berjanjilah jangan pernah mengungungkitnya lagi."
Aifa mengangguk. "Aifa janji." Rex pun kembali membawa Aifa kedalam pelukannya.
"Masalalu itu terjadi sangat lama. Saat Mommy masih masih remaja. Tepatnya di Los Angeles. Waktu itu Mommy belum mualaf."
"Lalu?"
"Dulu Mommy bekerja disebuah kedai cake. Waktu itu Mom akan menikah dengan seorang pria. Namanya David. Pria itu adik kandung Om Ronald."
"Pernikahan mereka tidak terjadi. Kakek tidak menyutujui Mommy menikah dengan David karena Ayah David seorang bos besar agen mafia. Ayahnya juga salah satu pelaku penyelundupan senjata ilegal dan bandar narkoba."
Aifa terkejut. Ia melepaskan pelukannya pada Rex. "Ya ampun. Itu mengerikan sekali. Pantas saja kakek Mas tidak setuju berbesanan dengan orang seperti mereka. Jadi bagaimana kelanjutan ceritanya?"
"Karena tidak disetujui. Mom dan David melakukan pelarian. Saat itu kakek marah besar. Kakek mengutus beberapa anak buahnya untuk mengejar Mommy. Ditengah perjalanan, mereka di temukan. Berbagai macam perlawanan di lakukan saat itu. David tewas di tembak. Mommy pingsan lalu dibawa kembali ke rumah dan terpukul setelah mengetahui kematian David."
"Lalu? Bagaimana Mommy Luna bisa sampai ke Indonesia?" tanya Aifa yang semakin penasaran tentang masalalu ibu mertuanya.
"Terjadi penyerangan di rumah Kakek sebulan kemudian setelah Ayah Ronald mengetahui putranya tewas di bunuh. Kakek tewas di lenyapkan oleh Ayah Om Ronald. Sedangkan Mommy kabur dari rumah. Mommy pergi ke Indonesia bersama kakak lelakinya bernama Ben. Mereka bersembunyi di kota Bandung. Mommy memutuskan untuk mengikhlaskan semuanya. Mommy mualaf bersama Om Ben. Sampai akhirnya mereka bertemu dengan kedua orang tuamu Aifa."
"Apakah Mommy Aifa juga sekolah di Bandung?"
"Hm." Rex mengangguk. "Dari situ persahabatan Mommy Ayesha dan mommy Luna terjalin semasa sekolah menengah atas. Mereka juga bertemu dengan Daddy Fandi. Om Farhan."
"Bagaimana nasib Ronald setelah itu?"
"Butuh bertahun-tahun sampai akhirnya mereka bertemu lagi dengan Mommy. Tanpa Mommy sadari, Selama itu Om Ronald mencari tahu keberadaan Mommy. Saat itu Mommya belum menikah dengan almarhum Daddyku."
"Lalu beberapa tahun kemudian, Mommy menikah dengan Daddy. Daddy pun ikut mualaf dengan Mommy."
"Namanya Ray Davidson ya Mas kalau gak salah?
"Iya."
"Apakah Om Ronald pergi ke Indonesia juga?"
Rex mengangguk. "Hm. Dia ke Indonesia. Bekerja sama dengan salah satu wanita yang ternyata menjadi istrinya bernama Natasya untuk menculik Mommymu."
"Kenapa Mommy Aifa di culik?"
"Dia membenci mommymu dan marah padanya karena ulah Daddymu Aifa. Aku tidak tahu pasti penyebabnya apa. Mungkin urusan cinta. Tapi setelah itu, kedua orang tuamu bahagia Aifa. Mereka menikah. Saat itu kamu masih kecil."
Aifa tersenyum tipis. Ia tidak menyangka bahwa Rex mengetahui kejadian masalalu orang tuanya dengan detail.
"Setelah berakhirnya acara pernikahan Daddy Fandi dan Mommy Ayesha, Mommyku di culik. Mommy disekap. Daddyku benar-benar syok dan berjuang keras menolong Mommy."
"Benarkah?" Aifa syok. "Siapa yang melakukannya?"
"Om Ronald. Ayah tiriku itu."
"Dia yang melakukannya?"
"Hm." ucap Rex lagi. "Dia memang mengincar Mommy setelah mengatahui dimana Mommy berada. Saat itu dia ingin melenyapkan Mommy dengan letusan senjata api, Tapi siapa sangka kalau tenyata Daddy bertindak lebih cepat. Daddy melindungi Mommy dan.."
Kedua mata Rex berkaca-kaca. "Dan tiga peluru itu meluncur mengenai tubuh Daddy. Daddy tewas di tempat. Mommy begitu hancur. Ronald kabur bersama Natasya."
"Natasya? Istri terdahulu Om Ronald?
"Iya. Tapi Tante Natasya sudah meninggal. Dia sempat menyukaiku karena dia tidak bisa memiliki keturunan."
"Oh ya?"
"Hm. Tante Natasya pernah menculik ku dengan alasan yang sama. Sampai akhirnya dia di hasut sama Ayah Ronald untuk melenyapkan Mommy. Aku sebagai umpan mereka saat itu."
"Kapan kejadian itu?"
"Saat umurku 5 tahun."
"Jadi waktu umur 5 tahun Mas pernah di culik?"
"Iya." Rex mengangguk. "Tapi Tante Natasya sangat baik. Dia memperlakukanku sebagai putranya. Lalu Mommy datang menolongku saat aku di sekap oleh kompolotan Ayahnya si Ronald. Aku hendak di tembak saat pingsan. Tubuhku di ikat. Kemudian secepat itu Tante Natasya melindungiku hingga akhirnya dia yang tewas. Timah panas itu mengenai tubuh Tante Natasya."
"Karma itu berlaku pada Om Ronald ya Mas. Dulu dia membunuh almarhum Daddy Mas. Sekarang malah Ayahnya Om Ronald yang bunuh menantunya sendiri. " ucap Aifa lagi. "Jadi bagaimana setelah itu?"
"Om Ronald melindungi Mommy dari jeratan Ayah kandungnya. Dia membawaku dan Mommy ke Bali. Kami tinggal disebuah apartemen. Tapi siapa sangka kalau ternyata Om Ronald jatuh cinta sama Mommy."
"Jatuh cinta?" Aifa merasa takjub. "Dia sudah membunuh Daddy Mas. Kenapa Mommy Luna bisa menerimanya?"
"Karena cinta hadir saat terbiasa bersama. Itu yang terjadi diantara mereka. Mommy adalah cinta pertama Om Ronald sejak dulu. Tapi pria itu mengalah demi kebahagian adiknya si David."
"Lalu Mommy hamil Ray?"
"Iya. Kamu benar. Saat aku mengetahui hal itu betapa terpukulnya aku sampai-sampai aku membenci keberadaan Ray."
"Berarti Om Ronald mualaf?"
Rex mengangguk. "Dia mualaf. Katanya dia ingin berubah. Menjadi orang normal yang jauh dari pekerjaan kotor. Makanya dia menikahi Mommy. Itulah alasanku kenapa aku membenci Ray. Aku begitu cemburu saat Ray menyukaimu juga. Sejak kami kecil aku tidak menyukai keberadaanya. Termasuk kedua adik kembarnya si Rayna dan Rayni itu."
"Nama Ray sama ya kayak nama almarhum Daddy mas."
Rex menghela napasnya. "Em ya. Begitulah. Kata Om Ronald karena nama Ray adalah nama sosok almarhum suami Mommy yang tercinta sebelumnya. Makanya dia memberi nama putranya Ray. Ray Chevlier Ronald."
Rex berdiri. Ia menarik pergelangan tangan Aifa. "Aku tahu semua itu dari Om Farrel. Ayah Angel yang menceritakan semuanya padaku."
"Aulia mas. Aulia."
"Oh iya lupa."
Aifa terkekeh geli. "Oke deh. Sekarang Aifa sudah paham semuanya. Tapi beneran kan Mas sudah baikan sama Ray? Gak baik menyimpan dendam. Apalagi kalian saudara."
Rex pun membalikan badannya. Ia merangkul pinggul Aifa. "Kamu tidak perlu khawatir. Aku sudah memaafkannya. Ah aku lelah. Ayo kita balik kepenginapan."
"Mas."
"Hm?"
"Aifa pengen mangga muda."
"Memangnya disini ada?"
"Aaaaaaa.. pokoknya harus cari!"
"Tapi-"
"Pokoknya Aifa gak mau tahu! Anggap aja Aifa ngidam! Latihan Mas. Latihan jadi calon Ayah."
Dan Rex terkekeh geli. Lalu ia pun hanya bisa pasrah menuruti si princess kesayangannya.
****
Rex mengemudikkan mobilnya dengan cepat. Ia sadar. Sikapnya saat ini sudah membuat semua orang marah.
Tapi Rex tidak perduli. Itu akan menjadi urusan belakangan baginya. Nama Ray terlintas di pikirannya. Ia pun menambah kecepatan mobilnya untuk tiba di apartemennya.
Hanya membutuhkan waktu 20 menit, Rex tiba disebuah bassement parkiran apartemen. Rex mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Ray.
"Asalamualaikum? Halo? Kak Rex! Ini, acaranya-"
"Aku menunggu di apartemenmu. Temui aku sekarang. Jangan katakan pada siapapun kalau aku disini."
"Tapi-"
"Lakukan saja."
Rex mematikan sambungannya. Rex pun segera melepaksan pakaian akad nikahnya. Ia pun segara menggantinya didalam mobil dengan pakaian yang selalu ia bawa sebagai cadangannya didalam mobilnya.
Waktu terus berjalan. Rex dan Ray akhirnya bertemu didalam apartment. Kedua saudara tiri itu saling terdiam sejenak. Rex memasukan salah satu tangannya didalam saku celana sambil menghadap jendela bertirai didepan matanya.
"Apa ini?" tanya Ray yang sejak tadi memegang sebuah amplop coklat setelah Rex memberikannya.
"Buka saja."
Ray hanya menurut. Ia menyobek ujung amplopnya dan mengeluarkan selembar foto. Foto wanita cantik. Berhijab dan tersenyum manis.
"Siapa ini?" tanya Ray bingung.
Rex membalikan badannya. "Bagaimana dia menurutmu?"
"Apanya?"
"Wajahnya."
Ray terdiam. Menatap sejenak. "Cantik. Tapi dia siapa?"
"Seorang wanita yang menyukaimu selama ini."
Ray terkejut. "Apa? Kak jangan bercanda. Kakak sudah meninggalkan dia saat akad nikah tadi. Lalu kakak bilang dia menyukaiku?"
"Justru itu aku membatalkan pernikahan ini." ucap Rex lagi. "Aku pernah mendapati dia menstalker akun sosial mediamu saat aku bersamanya. Awalnya aku menganggap hal itu adalah biasa saja. Tapi begitu dia berkata ada menyukai pria lain, aku menyimpulkan bahwa pria itu adalah kamu."
"Baru menyimpulkan kan? Belum sepenuhnya benar?" tanya Ray dengan jengah.
"Nikahin dia."
"Apa?!" Ray merasa marah. Kakaknya itu benar-benar bersikap seenaknya. "Tapi kak-"
"Kenapa? Kamu tidak mau? Karena Aifa?"
Lalu Ray terdiam. Tapi ia tidak bisa mengelak bahwa itu adalah benar. Rex tersenyum sinis. Ia bersedekap.
"Terserah saja. Tapi asal kamu tahu." Rex berjalan angkuh kearahnya lalu berbisik di samping tubuhnya. "Aifa adalah milikku. "
"Apa maksud kakak?"
"Ck." Rex mendecak sebal. Ia memundurkan langkahnya. "Aku sudah menyentuhnya saat dia pingsan dan tak sadarkan diri setelah menolongnya. Kalau kamu masih nekat ingin menikahi Aifa..." Rex menghedikkan bahu lagi. "Terserah saja. Tapi kamu harus ingat satu hal."
"Apa?" tanya Ray was-was
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkanmu. Kejadian dimasalalu itu sulit di maafkan Ray. Kamu harus tahu itu. Daddymu itu pembunuh."
Ray terdiam sejenak. Sebuah keputusan tersulit dan sedikit membuat dirinya syok. Ia merasa Rex memanfaatkan keadaan.
"Pilih dan putuskan. Nikahi Aisyah dan lupakan Aifa atau aku tidak akan pernah memaafkanmu seumur hidupku. Ya anggap saja aku tidak pernah menerima Ayahmu dan kedua adik kembarmu itu."
Rex tidak ambil pusing hanya untuk menunggu waktu. Dengan santai ia berjalan kearah pintu.
"Jika aku menerima Aisyah apakah kakak berjanji akan memaafkanku, memaafkan Daddy dan menerima Rayna dan Rayni dalam hidupmu?"
Rex menghentikan langkahnya setelah ia sudah mencapai ambang pintu. Lalu menoleh ke arah Ray.
"Iya. Aku akan memaafkanku."
Hati Ray merasa terpukul. Pernikahan yang dipaksakan. Kedilemaan yang besar. Ia harus mengalah satu diantaranya. Demi keluarganya atau demi Aifa. Tapi.. kondisi Aifa sekarang sudah ternodai tanpa wanita itu sadari. Secara tidak langsung Aifa sudah milik Rex seutuhnya.
"Baiklah. Aku akan menikahi wanita itu." ucap Ray dengan lirih.
"Baguslah kalau begitu." Rex tersenyum sinis. "Aku memaafkanmu adik kecil."
"Tapi aku minta satu permohonan denganmu Kak."
"Apa?"
Ray berjalan kearah Rex dan menatapnya serius. "Beri aku waktu bersama Kak Aifa. Hanya 1 Minggu kedepan. Setelah itu aku janji akan pergi. Melepaskan dia dan melupakan dia."
Rex terdiam. Sebuah permintaan yang sudah membuatnya cemburu. Tapi kali ini ia akan berusaha menahan rasa cemburu itu.
"Baiklah. Aku mengizinkanmu. Tapi jangan pernah katakan apapun hal yang sebenarnya terjadi padanya. Itu akan menjadi urusanku sama dia. Kamu mengerti?"
Ray mengangguk. Rex tak banyak berkata. Ia pun akhirnya keluar apartemen Ray. Meninggalkan perasaan luka di hati Ray.
"Hibur dia. Aku tahu kamu bisa melakukannya." ucap Rex lagi tanpa harus menoleh kebelakang.
Ray menutup pintu apartemennya. Perasaanya hancur. Ia kembali duduk di sofa. Menatap salah foto wanita yang bernama Aisyah disana.
Ray mengeluarkan ponselnya. Ia membuka akun sosial media Aifa. Hatinya melemas. Ray pun mencari tahu hal apa yang saat ini terjadi dengan Aifa. Lalu Ray terdiam. Ia melihat lokasi snapgram Aifa yang kini berada di Turki.
Rex mengubungi asisten pribadinya di ponselnya. Dalam hitungan detik ke lima. Panggilan itu tersambung.
"Iya ini aku. Aku butuh bantuanmu. Siapkan penerbangan menuju Turki. Aku mau malam ini kita berangkat."
****
Ayo bernapas lah. Aku tahu selama baca ini kalian dah Dig dug tahan napas
🤣🤣🤣
Maaf ya update siang. 2200 kata tidak akan sempat bila di udpate tadi pagi hhe. Keburu urus anak dan suami 😅
Sehat selalu buat kalian. 
With Love 💋
LiaRezaVahlefi
Instagram
lia_rezaa_vahlefii

Ayo. Siapa tahu ada pembaca baru disini. Yang mau cari tahu kisah masalalu Rex. Ray. Ronald. Dan Luna. Gak kalah baper! Sudah publish juga ya 🖤


 Gak kalah baper! Sudah publish juga ya 🖤        
Sinopsis :
Kenyataan pahit terjadi pada Luna ketika putra tercinta bernama Rex Davidson menghilang karena di culik oleh Natasya, Istri dari Ronald yang divonis tidak bisa memiliki keturunan. Ronald adalah musuh terbesar Luna dalam hidupnya yang pernah membunuh mendiang suaminya 5 tahun yang lalu.
Ronald bersikap licik. Ia memanfaatkan situasi yang ada untuk memaksa Luna agar menerima lamaran pernikahannya dengan segala ancaman yang diberikan kepadanya.
Luna mengalami dilema. Menerima lamaran Ronald dan mendapatkan Rex dengan mudah oleh segala bayangan masalalu kematian mending suaminya atau menolak lamaran tersebut tapi tidak bisa meraih Rex dalam keadaan hidup.
*****
"Kau benar-benar pria berhati keji Ronald! Kau sudah membunuh suamiku 5 tahun yang lalu, tapi sekarang kau berulah dengan istrimu yang menculik putraku!" ucap Luna dengan marah.
"Pilih dan putuskan Luna." sinis Ronald tajam. "Menikah denganku atau putramu akan mati dalam hitungan detik saat ini juga."
Sudah publish, di akun wattpad liareza15, klik link dibawah ini :
Dan platfrome lainnya dengan akun LiaRezaVahlefi di ( Storial, Dreame, Joylada, NovelPlush dan NovelToon )
******************
Next, Chapter selanjutnya. Klik link dibawah ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar