Chapter 52 : Because I Love You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Rabu, 04 Maret 2020

Chapter 52 : Because I Love You



Luna meluruh di lantai. Tubuhnya lemas. Ibu paruh baya itu syok dan tidak menyangka memiliki putra yang begitu bejat. Fandi bisa saja melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Dan sebagai ibu, ia akan menerima jika itu terjadi.
Suara amarah Fandi terdengar. Rex tersungkur di lantai. Pria paruh baya itu baru saja memukul wajah Rex beberapa detik yang lalu.
"Kamu! Apa yang kamu lakukan pada putriku HAH!" Dengan amarah yang membelundak, Fandi mencengkram kuat kerah baju Rex.
"Da-daddy aku-" BUG!
Sudut bibir Rex berdarah. Fandi tidak perduli. Apa yang dilakukan Rex ternyata diluar dugaan semua orang bahkan menyakiti hatinya sebagai Ayah.
"Aku tidak perlu mendengarkan penjelasanmu lagi!"
Fandi memilih pergi dari sana. Ay sampai kewalahan melerai suami dan menantunya. Rex tak ingin menyerah bahkan kembali menghadang ayah mertuanya.
"Dad! Kenapa Daddy menyalahkan ku? Bagaimana dengan Daddy yang malah menunda keinginan kami 4 tahun yang lalu saat hendak menikah?"
"Bagaimana denganku? Ck." Fandi menatap Rex dengan sinis. "Bagaimana aku bisa percaya kalau kamu memilih pekerjaanmu di banding dengan Aifa? Kamu pikir aku bakal membiarkan putriku terbengkalai dengan suami yang workaholic sepertimu?"
"Dad-"
"Jika kamu memang serius dengan Aifa. Kamu pasti akan berjuang keras menemuiku untuk meminta restu. " Fandi merasa enggan menatap Rex. "Nyatanya kamu malah pergi dan menghilang selama 4 tahun. Putriku sampai seperti orang bodoh menunggu seorang pria pengecut sepertimu."
"Aku minta maaf." tanpa diduga Rex bersimpuh didepan kaki Fandi. "Maafkan aku Dad. Aku-"
"Aku akan memaafkanmu bila putriku menerimamu. Kebahagiaan putriku kebahagiaanku juga. Aku kecewa dengan bocah sepertimu. Putriku yang banyak berjuang selama 4 tahun setelah kamu meninggalkannya."
"Dad-"
"Dan begitu kamu hadir. Bukannya kamu berjuang lagi tapi malah mengecewakannya. Kamu sudah membuat hatinya terluka dengan cara melamar Aisyah. Lalu kamu kembali merusak kehormatannya."
"Jangan pernah menginjak keluarga Hamilton lagi!"
Rex berdiri. "Dad! Tidak. Apakah Daddy bercanda? Aku-"
"Kamu pikir aku bakal mempercayai dirimu sebagai ayah dari calon cucuku nanti?" Fandi tersenyum sinis. "Aku pastikan Aifa tidak akan mendekatimu sekalipun Aifa hamil atau tidak nantinya!"
Fandi tak mau menunggu respon dari Rex. Ucapan yang ia tahan selama ini akhirnya terluapkan semuanya. Berulang kali ia kecewa. Berulang kali ia mencoba sabar. Begitu bahagia itu hadir pada hatinya, rasa kecewa itu kembali datang dengan semua kebodohan Rex.
Ay tak banyak bisa berbuat apapun. Jangankan hal itu, menatap sahabatnya si Luna saja Ay merasa tidak sanggup. Rex sudah membuat kedua keluarga mereka saling terpecahkan.
Kedua mata Rex menatap Luna. Mommynya itu menangis. Disampingnya ada Ronald yang berusaha keras menenangkannya. Tak hanya itu saja, adik tiri kembarnya itupun sampai bingung harus berbuat apa.
"Jangan pernah menemuiku lagi Rex." ucap Luna dingin.
Rex hendak mendekati Luna. Tapi Luna sudah berdiri dan memundurkan langkahnya.
"Pergi dari sini."
Rex tercekat. "M-mom aku-"
Luna tidak lagi menjawab. Ia berbalik meninggalkan Rex yang terpukul di ikuti semuanya. Sebuah getaran ponsel terasa. Rex mengeceknya dan ada pesan singkat masuk.
Ray : "Tunggu aku di apartemenku kak. Lebih baik kakak tinggal disana."
***
"Ketatkan semua penjagaan rumah ini. Jangan sampai Rex Davidson itu memasuki rumah ini!"
Fandi melangkahkan kedua kakinya dengan tegap. Raut wajah marah masih terpancar di wajahnya. Semua asisten rumah yang bekerja dikediaman Hamilton itu sampai bergidik ngeri ketakutan. Ayesha dan Franklin sejak tadi tidak bisa berbuat apapun lagi setelah meninggalkan rumah Luna.
"Laurent! Laurent!"
Suara langkah kaki berlarian terdengar. Laurent sampai tergopoh-gopoh hanya untuk mendatangi Tuannya.
"Iya Tuan?"
"Kamu kembali mendapat tugas dengan menjaga Aifa."
Laurent mengangguk. "Baik Tuan."
"Pastikan jika Aifa tidak berniat menemui si pecundang itu. Laporkan kepadaku tentang Aifa setiap satu jam sekali. Kamu mengerti?"
Laurent menagguk. "Baik."
"Kalau kamu gagal menjaga Aifa. Kamu tahu akibatnya?"
Laurent meneguk ludahnya dengan gugup. "Baik Tuan. Saya akan menjaga Nona Aifa dengan baik."
"Bagus."
Fandi memasuki kamarnya. Langkahnya terhenti begitu didepan kamar Aifa.
"Ay?"
"Hm?"
"Aku ingin melihat putri kita. Kamu mau ikut masuk kedalam?"
Ayesha tidak menjawab. Hanya buliran air mata yang menetes di pipinya. Menyadari hal itu Fandi memelukku sangat erat.

Promo Ebook Better With You Hanya Rp.250,- (Bersyarat) Klik Disini 
"Kamu tahu hal yang membuat kita sama-sama saling terpukul saat ini?"
Hening sejenak. Ay merasa tubuhnya sangat lemah. Fandi mengelus lembut punggung istrinya sambil menenangkan.
"Melihat Aifa menangis dan tersakiti."
"Kenapa sejak dulu tidak kamu nikahkan saja mereka?" tanya Ay lirih.
"Karena saat itu Rex tidak serius."
"Fan-"
"Kalau dia serius pria itu akan memperjuangkan Aifa. Bukan menahan gengsinya. Kamu tahu itu Ay. Kamu tahu itu. Kamu tidak lihat tangan Aifa yang terluka sampai lecet terkena minyak panas hanya untuk memasak demi pria itu? Kamu tidak lihat seberapa keras putri kita itu memperjuangkan cintanya?"
Fandi menangkup kedua pipi Ay. "Dia.. dia sama sepertimu. Dia wanita yang kuat. Tidak mudah menyerah. Dia menjaga kehormatannya demi kita. Demi Rex. Sampai akhirnya pria itu yang benar-benar menghancurkannya."
"Kamu pikir aku tidak sakit melihat itu semua Ay?"
"Aifa seperti jantung dalam hidupku. Jika dia tersakiti, aku akan merasakannya juga. Tidak hanya dia. Tapi kita juga."
***
Rasanya mau nangis 😞
Makasih sudah baca. Makasih sudah menunggu author kembali update. Ini sudah di area konflik. Jadi maaf begitu update bukan alur yang roman.
Sehat selalu buat kalian

With Love 💋
LiaRezaVahlefi

Instagram 

lia_rezaa_vahlefii

***

Next, Chapter selanjutnya. Klik Link dibawah ini :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar