Chapter 56 : Because I Love You - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Rabu, 04 Maret 2020

Chapter 56 : Because I Love You




Rex : "Aifa.. kumohon kamu memaafkanku. Kata maaf ini memang tidaklah cukup untuk semuanya. Tapi aku ingin memperbaiki kesalahanku padamu. Tolong beri aku kesempatan untuk hubungan kita."
Rex : "Aku mencintaimu. Selalu. Selamanya."
Aifa terdiam setelah menerima pesan singkat dari Rex satu jam yang lalu setelah terbangun dari jam tidur siangnya.
Aifa bimbang. Antara memaafkan Rex dan segera berbaikan atau sebaliknya. Tapi bagaimana dengan kesalahan yang dilakukannya waktu itu?
Pintu terbuka. Aifa menoleh ke arah pintu. Seperti yang Ayesha duga, ia tahu putrinya itu pasti sedang gelisah.
"Kamu baik-baik saja Aifa?"
Aifa tidak menjawab. Ia hanya memegang ponselnya dengan erat di tangannya. Aifa menatap Mommynya yang sedang membawa sepiring potongan buah peer dan alpukat.
Rasanya sungguh menggugah selera dan manis. Tapi saat ini Aifa tidak berselera untuk memakan sesuatu. 
Ayesha memahami apa yang di pikirkan putrinya. Karena itu ia pun meletakkan sepiring buah tadi keatas meja lalu membawa Aifa duduk di pinggiran ranjang.
"Sedang memikirkan Rex?"
Aifa kembali diam. Ia memilih menatap kelain. Tidak mau bila Mommynya akan mengetahuinya. 
"Apapun yang terjadi. Kamu harus membantu suami kamu Aifa."
Ayesha menggenggamn tangan Aifa yang sangat dingin. Aifa terlihat gugup sejak tadi.
"Daddy, Mommy, dan adikmu Franklin memang kecewa dengan sikap Rex. Dia sudah melakukan kesalahanan padamu Aifa. Tapi sekecewa apapun dirimu padanya, Mommy cuma ingin berpesan sama kamu."
Aifa menatap Mommynya sejenak. Lalu kembali menatap kelain. Ay berusaha memakluminya.
"Jika suatu saat Rex membutuhkan bantuanmu, kamu harus menolongnya. Kalian sudah sepakat menikah. Kalian sepasang suami istri. Itu artinya kalian siap saling membantu satu sama lain."
Ayehsa mencium kening Aifa sejenak lalu berdiri dari duduknya. Bersiap untuk keluar kamar dan memberikan waktu agar Aifa memikirkan semuanya.
"Pikiran baik-baik Aifa. Perusahaan suamimu sedang bermasalah. Beritanya sudah tersebar di televisi dan sosial media."
"Jika butuh saran, Mommy siap membantumu. Jangan pikirkan masalah ini sendirian karena Mommy tidak mau kamu sampai stres di kehamilan 2 bulan mu ini."
***
Dengan serius Rex memperhatikan puing-puing bangunan yang baru saja runtuh kemarin pagi. Disebelahnya ada Dilan yang setia mendampingi atasannya.
Rex menatap alat berat yang kini sedang membersihkan sisa-sisa puing bangunan yang runtuh. Beberapa tim sar juga sibuk mengevakuasi dan mencari korban-korban yang tertimbun di reruntuhan.
Rex tidak ingin berlama-lama disana. Ia sudah menyelesaikan semua urusannya dengan meninjau lokasi. Saat ini yang ia pikirkan adalah asuransi jiwa untuk pihak keluarga yang sudah menjadi korban. 
Rex memasuki mobilnya. Sementara Dilan mengemudikkan mobilnya.
"Bagaimana dengan asuransi jiwa untuk para korban?"
"Sedang di proses Pak. Dana akan segera di klaim untuk segera di cairkan."
"Bagaimana dengan kontraktor itu? Apakah sudah ada kabar?"
Dilan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. "Tetap tidak ada kabar Pak. Saya curiga dia kabur dan memalsukan data."
"Maksud kamu?"
"Saya cuma khawatir. Berkas proyek pembangunan ruko untuk klien Bapak itu disalahgunakan oleh kontraktor kita. Mungkin dengan sengaja dia merubah data jumlah bahan-bahan bangunan dengan tujuan menguranginya dan menyebabkan perusahaan kita terkena imbasnya."
Rex terdiam. Apa yang dikatakan Dilan sangat masuk akal. Dilan mengemudikam mobilnya menuju hotel tempat mereka menginap.
"Hubungi asistenku. Katakan padanya untuk mempersiapkan penerbangan menuju Jakarta."
"Kita balik hari ini juga Pak?"
"Iya." ucap Rex serius. "Aku harus membicarakan hal ini pada Om Farrel. Suruh beberapa orang kepercayaan untuk mencari kontrator itu. Jangan sampai kehilangan jejak."
"Baik Pak." Dilan hanya menurut dan segera mengemudikan mobilnya menuju hotel.
Rex beralih mengecek ponselnya. Berharap ada Aifa menghubunginya atau membalas pesan singkatnya. Rex memilih menghubungi Aifa tapi istrinya itu tidak mengaktifkan ponselnya.
Rex berusaha untuk sabar. Ia menyenderkan kepalanya dengan kedua matanya yang terpejam rapat. Bayangan wajah Aifa membuatnya semakin merindu. Kesalahan yang ia buat waktu itu tidak akan mudah dimaafkan oleh Aifa. Rex sadar akan hal itu.
Rex kembali membuka kedua matanya. Rex mengetik sesuatu di ponselnya.
Rex : "Aifa. Kumohon doakan aku agar masalah ini cepat selesai. Aku merindukanmu. Aku juga merindukan dia. Apakah dia sehat?"
Send.
"Aku akan terus berusaha meminta maaf denganmu. Sekalipun kamu menjauhiku Aifa."
Send.
"Dan aku tidak akan menyerah. Aku mencintaimu."
Send.
****

"Aisyah?"
Aisyah menoleh kearah Ibunya yang baru saja dari arah kamar. Wajah Latifah terlihat pucat. Penyakit migren yang dialami ibu paruh baya itu membuatnya lemas dan pusing.
"Ibu.. kenapa ibu keluar kamar?"
Aisyah segera berdiri lalu merengkuh bahu ibunya untuk duduk di sofa. Aisyah merebahkan ibunya dengan nyaman lalu memposisikan pahanya sebagai rebahan kepala ibunya.
Dengan lembut Aisyah mengusap-usap dahi ibunya. "Malam ini kita ke dokter ya Bu. Aisyah khawatir."
"Insya Allah ibu baik-baik aja nak. Jangan khawatir. Bagaimana hubunganmu dengan Ray?" tanya Latifah sebagai pengalihan.
Aisyah terdiam. Ia bingung harus menjawab apa. Sudah 2 bulan berlalu setelah lamaran Ray datang kerumah untuk mengkhitbahnya.
"Alhamdulillah baik Bu. Em, Aisyah dan Ray sepakat untuk melakukan sholat istikharah dulu."
"Jadi kalian menunda?" tanya Latifah sambil menatap putrinya dari bawah.
Aisyah mengangguk. "Supaya tidak salah dalam mengambil langkah untuk keputusan ini Bu. Itu saja. Aisyah memang suka sama Kak Ray. Bahkan Aisyah mencintainya. Tapi.. boleh jadi apa yang Aisyah sukai belum tentu menjadi yang terbaik untuk Aisyah kan Bu?"
Dengan perlahan Latifah bangun dari posisinya. Ia pun menyentuh hangat pipi Aisyah.

Promo Ebook Better With You Hanya Rp.250,- (Bersyarat) Klik Disini 
"Kamu benar. Jangan terburu-buru. Jika kalian berjodoh, maka Allah akan memasangkan kalian untuk bersama dalam ikatan halal."
Aisyah memeluk erat Ibunya penuh kasih sayang. "Terima kasih sudah ngertiin Aisyah. Kalau boleh jujur, nama Kak Ray selalu ada di hati Aisyah. Baik di pikiran maupun dalam mimpi. Tapi Aisyah masih tidak tahu bagaimana kedepannya."
"Cintai Allah nak. Itu yang paling utama. Kalau kamu mencintai Allah, maka Allah akan mendatangkan Ray untukmu. Percayalah."
***
Rex keluar dari mobilnya. Jam sudah menunjukan pukul 16.30 sore setelah sholat ashar berakhir. Penerbangan ke kota Jakarta akan dilakukan sebentar lagi. Farrel pun sudah menunggunya di rumah. Rex mulai menaiki tangga anak pesawat. Bersiap untuk memasuki pesawatnya.
"Tuan Rex Davidson?"
Rex menoleh kebelakang. Dua orang pria berbadan tinggi dan tegap berpakaian polisi mendatanginya. Raut wajah kedua polisi tersebut terlihat serius. Dengan terpaksa Rex pun kembali menuruni anak tangga.
"Ya Pak? Ada yang bisa saya bantu?"
"Kami mendapat laporan mengenai kasus runtuhnya proyek ruko tiga tingkat kemarin pagi. Menurut laporan yang kami terima proyek tersebut merupakan tanggung jawab dari perusahaan milik Bapak."
"Iya itu benar. Lalu? Apa maksudnya dari semua ini Pak?"
Tanpa diduga salah satu polisi memborgol tangan Rex dengan raut wajah seriusnya.
"Kami mendapat tugas untuk menahan Bapak sebagai tersangka dalam kasus ini."
"A-apa?"
Rex panik. Polisi tersebut sudah membawa Rex yang syok ke mobil polisi. Pikiran Rex tiba-tiba pening. Pria itu jadi tidak fokus oleh sekitarnya lagi. Sementara Dilan tidak bisa berbuat apapun.
Tanpa diduga beberapa wartawan pun berdatangan mendekati mereka untuk merekam dan memfoto kejadian .
Bahkan beberapa diantaranya mulai berusaha berebut untuk mengarahkan mike berlabel stasiun TV kearah Rex yang diam membisu.

***
Kalau kalian sempat mikir. Nanti Rex ada apa-apa. Rex kecelakaan. Terus nanti Aifa nanti nangis. Kepikiran. Lalu memaafkan Rex.
Maaf. Kayanya gak deh. Sudah sering bikin alur kecelakaan. Sudah bosan. 😂
Cari alur konflik yang berbeda aja. Yang bikin kalian gemas. Ntah gemas sama Aifa. Sama Rex. Atau sama author 🤣
Makasih sudah baca. Sehat selalu buat kalian ya.
With Love 💋
LiaRezaVahlefi
Instagram
lia_rezaa_vahlefii
***
Next, Chapter selanjutnya. Klik Link di bawah ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar