ENDING : BECAUSE I LOVE YOU - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Rabu, 04 Maret 2020

ENDING : BECAUSE I LOVE YOU





Rex menjauhkan wajahnya secara perlahan setelah mencium kening Aifa dengan lembut. Rex menatap lekat wajah Aifa yang posisinya masih dekat dengannya.
Wajah cantik Aifa yang Rex rindukan membuat Aifa akhirnya membuka kedua matanya. Ntah dorongan dari mana, Aifa mengulurkan telapak tangannya. Menghapus air mata yang mengalir di pipi Rex.
Rex memejamkan matanya. Ia juga tidak bisa menepis merindukan sentuhan lembut tangan Aifa saat berada di tubuhnya.
"Biarkan tetap seperti ini." Rex membuka kedua matanya lagi.
Tangannya beralih menggenggam tangan Aifa di pipinya. Sementara sebelahnya tangannya tetap tidak berubah berada di pinggul Aifa.
"Aku merindukan semua sentuhanmu. Aku merindukan saat kamu tertawa padaku. Aku juga merindukan saat kamu tersenyum padaku. Bahkan.. "
Rex mencium kening Aifa. Mereka akhirnya saling menempelkan dahi satu sama lain.
"Bahkan aku merindukan semuanya tentangmu."
"Termasuk saat kita membuat mie instan itu?" ucap Aifa polos begitu saja.
Rex tersenyum geli. Lalu mencium ujung hidung Aifa dalam kecupan kilat.
"Jangankan hal itu. Aku juga merindukan saat kamu bermanja denganku Aifa."
"Tapi semua itu sirna." Aifa menjauhkan diri dari Rex. Sedikit memberi jarak diantara mereka. "Saat Mas menyentuh Aifa secara tidak bertanggung jawab. " lirih Aifa.
"Maafkan aku. Aku khilaf. Kurangnya iman membuatku lupa bahwa seharusnya aku menghormatimu sebagai seorang wanita. Kebodohanku dimasalalu membuatku bersikap tidak tahu diri dengan mengabaikanmu dan perasaanmu."
Rex memajukan langkahnya. Ia menggenggam kedua tangan Aifa. Tanpa ragu Rex mengarahkan ke bibirnya. Rex mengecup punggung tangan Aifa.
"Kumohon beri aku kesempatan untuk membahagiakanmu. Aku sadar aku sudah salah."
"Aku juga ingin mengakui kesalahanku padamu. Saat kamu pingsan di ruang kantorku, aku memasangkan alat peretas suara pada anting-antingmu. Aku tahu aku salah. Aku sudah lancang karena menyentuh kulit tubuhmu."
"Aku meretas semua aktivitas suaramu. Karena itu aku juga mendengar semua teriakanmu saat pria muda itu nyaris memperkosamu Aifa."
"Betapa brengseknya malah aku yang khilaf saat itu."
Aifa terdiam sejenak. Kedua mata Aifa berkaca-kaca. Ia sendiri tidak sanggup berlama-lama menatap Rex dengan raut wajah permohonannya yang tulus. Jauh dari hatinya yang paling dalam sesungguhnya Aifa mencintai Rex dan akan selalu mencintainya.
"Allah Maha Pemberi Maaf. Aifa sebagai ciptaan Allah tidak boleh tidak memaafkan Rex. Tapi.."
Aifa menundukan wajahnya. Aifa melepas tangannya dari genggaman tangan Rex. Air mata akhirnya mengalir di pipinya setelah ia menyerah karena tidak bisa menahannya.
"Tapi kalau kita bersama apakah Mas akan berubah tidak melakukan kesalahanan fatal lagi?"
"Aku janji Aifa. Aku janji. Aku suami. Aku punya istri. Kamu amanah dari Allah untukku. Tentu saja aku akan berusaha untuk berubah."
"Termasuk menerima Aifa yang manja ini?"
Rex mengangguk. "Bahkan kekanakanmu Aifa. Tapi setelah apa yang terjadi, sekarang kamu sudah berubah dewasa."
Aifa mendongakan wajahnya. Rex menyentuh kepala Aifa dan mengusapnya dengan lembut.
"Sekarang kamu sudah berubah. Menjadi wanita yang baik. Calon ibu. Allah memberimu keistimewaan dengan mengandung si kecil buah hati kita." Rex mengusap perut Aifa. "Disini. Dia amanah dari Allah untuk kita. Selain aku yang ingin berubah, Aku juga ingin kita membangun masa depan. Bersama kamu dan calon anak-anak kita."
Air mata kembali mengalir di pipi Aifa. Tidak mau menunggu lama sampai akhirnya Rex menarik Aifa kedalam pelukannya. Tangis Aifa pun pecah.
"Aifa rindu sama Mas. Aifa cinta sama Mas. Sejauh apapun kita saling berjauhan ntah kenapa Aifa tidak bisa marah sama Mas berlama-lama. Hati memang kecewa. Tapi jauh dari lubuk hati Aifa yang paling dalam Aifa tidak bisa menyuruh Mas pergi dari sisi Aifa."
"Jangan ucapakan kata cerai lagi seperti yang kamu lakukan di pesan singkat itu."
Aifa mendongakan wajahnya menatap Rex. "Aifa tidak bilang begitu. Semarah apapun Aifa tidak akan pernah melakukan hal itu."
Rex terdiam menatap Aifa. Sayangnya ia tidak menemukan kebohongan apapun disana.
"Tapi bagaimana-" Rex berusaha menahan sabar. "Apakah ponselmu pernah di pegang seseorang selain dirimu atau aku?"
Aifa terlihat berpikir. "Em.. waktu Mas ke Samarinda Aifa ada main kerumah Angel."
"Aulia Aifa Aulia."
"Oh iya lupa."
"Lalu?"
"Ponsel Aifa tertinggal di ruang tamu Aulia. Em lalu, dua jam kemudian Aifa kembali kerumahnya untuk mengambil ponsel Aifa."
Rex menarik napas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. Bertepatan saat itu, suara adzan yang berasal dari mesjid terdekat pantai pun terdengar. Rex merangkul pinggul Aifa. Mereka berjalan meninggalkan lokasi.
"Sepertinya ponselmu di bajak."
"Dibajak?"
"Hm. Dan aku yakin yang melakukan si Fay. Sahabatku yang bodoh itu. Aulia itu gaptek. Mana mungkin dia bisa membajak ponselmu."
"Memangnya isi pesan itu apa?"
"Lupakan saja. Ayo.. kita ke mesjid. Allah sedang memanggil kita."
Dan Aifa bisa tersenyum. Kata-kata Rex barusan secara tidak langsung mengingatkannya ketika Ray berkata seperti itu saat di Turki.
"Lalu setelah itu kita dinner romantis di pantai tadi. Makanan akan tersaji setelah kita selesai sholat magrib."
"Aifa mau mie instan."
"Jangan Aifa. Tidak baik buat kehamilanmu."
"Kenapa? Aaaaaaa Aifa ngidam Mas. Sesekali tidak masalah kok." Dengan manja Aifa bergelayut di lengan Rex. Pertama kalinya ia bermanja dengan Rex di kehamilannya kali ini.
"Ya ya ya? Mas yang tampan dan Soleh."
Rex hanya terkekeh geli. Sungguh ia tidak bisa menolak permintaan sederhana Aifa nya itu. Dia sudah mempersiapkan dinner romantis di pantai yang indah dengan makanan mewah. Tapi selucu itu kalau Aifa malah merequest makanan mie instan.
"Oke. Baiklah."
"Yey!!!!! Yey!!! Akhirnyaaaaaaaaaaaa."
Aifa bahagia. Aifa bersyukur. Akhirnya ia bisa mendengar ucapan itu dari pria yang di cintainya. Dan Rex hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.
***
Kedua mata Aifa terpejam rapat setelah Rex menutup kedua matanya menggunakan kain hitam. Aifa begitu bahagia malam ini. Aifa bersyukur pada Allah karena akhirnya ia berbaikan dengan Rex.
Rex mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Rex menggenggam tangan Aifa sementara tangan satunya ia gunakan untuk menyetir.
"Mas."
"Hm?"
"Kita akan kemana sih?"
"Kamu akan suka. Ini kejutan?"
"Sungguh?"
Rex hanya tersenyum lalu kembali fokus dengan jalanan didepan matanya.
Butuh waktu 30 menit sampai akhirnya mereka tiba di lokasi ketika jam menunjukan pukul 21.00 malam. 
Rex menggandeng tangan Aifa setelah keluar dari mobil. Kain hitam masih terpasang di kedua mata Aifa.
"Mas."
"Sabar Aifa sayang. Ini kejutannya sudah didepan mata kamu."
Rex berpindah posisi dibelakang Aifa lalu membuka ikatan kain hitam dikedua matanya. Aifa membuka kedua matanya dan menatap takjub didepan matanya.
Aifa tergagap. "M-mas, ini..."
"Rezeki. Untukmu."
"Semuanya?"
"Iya. Semuanya. Kalau kamu bosan kamu bisa menggantinya dengan yang lain."
Dan Aifa syok begitu melihat kejutan didepan matanya. Sebuah tempat yang terparkir banyak mobil sport mewah. Tak hanya itu saja. Rex pun membawa Aifa keliling ruangan. Sebuah rumah yang ternyata menjadi tempat tinggal mereka nanti.
"Rumah masa depan kita. Insya Allah akan dipenuhi dengan tawa, canda, tangisan dan keceriaan si kecil kita."
Aifa tak banyak berkata lagi selain memeluk Rex dengan erat. Setelah itu Rex membawa Aifa kedalam kamar mereka karena Aifa harus istirahat.
"Kamu suka tempat ini?" tanya Rex pelan...
Aifa mengangguk. "Aifa suka. Karena Aifa suka warna ungu. Terima kasih atas semuanya Mas."
Rex hanya tersenyum dan memeluk Aifa lagi. Aifa melingkarkan kedua tangannya di leher Rex.
"Aifa?"
"Iya Mas?"
"Bolehkan aku meminta sesuatu padamu?"
"Mas ingin apa?"
"Aku.. aku ingin ke dokter kandunganmu besok. Aku ingin menemanimu periksa keadaan si kecil. Aku.. ingin mendengar detak jantung dia. Apakah sudah bisa?"
Aifa mengangguk. Aifa berjinjit dan mencium pipi Rex. "Sudah 3 bulan. Sepertinya sudah bisa."
"Apakah kamu mau? Aku tidak pernah menemanimu. Izinkan aku melihatnya di layar USG."
Aifa tersenyum tipis. Rex begitu merindukan buah hati mereka sampai-sampai raut wajahnya saat ini terlihat memelas.
"Tentu Mas. Mas Ayah dari si kecil ini. Kenapa tidak?"
Rex pun hanya mencium kening Aifa. Keduanya sama-sama meresapi kebersamaan mereka dalam keheningan malam. Ciuman itu berlanjut ke kedua mata Aifa dan ujung hidung Aifa.
Sesaat Rex menatap Aifa. Begitupun Aifa yang kini tenggelam dalam pesona wajah Rex. Rex tak bisa menahannya lagi. Ia pun langsung menggendong tubuh Aifa ke atas tempat tidur.
Aifa dan Rex. Menghabiskan malam mereka dengan romantis setelah sebelumnya saling berjauhan satu sama lain.
****
Ray merasa tidak tenang setelah melihat kejadian kemarin siang. Dengan cepat Ray mengemudikan mobilnya. Ray tiba dirumah Aisyah tepat di malam hari pukul 19.00 malam.

Promo Ebook Better With You Hanya Rp.250,- (Bersyarat) Klik Disini 
Ray membulatkan kedua matanya tak percaya. Didalam sana banyak beberapa orang yang sedang berkumpul. Rasa ketakutan menggelayut di hati Ray.
Dengan cepat Ray memasuki teras rumah Aisyah. Jangan sampai Aisyah di pinang orang lain! Itu yang ia pikirkan.
"Tolong hentikan!!!" ucap Ray tiba-tiba dengan napas tersengal-sengal.
Ray menatap kedalam rumah Aisyah saat ini yang dipenuhi oleh beberapa kotak hantaran hias berisi barang-barang wanita dan lainnya.
Akibat Ray yang tiba-tiba datang di depan pintu, semuanya pun menoleh kearah Ray termasuk Aisyah yang kini terkejut. Sebelum semuanya benar-benar kacau, Aisyah tiba-tiba berdiri dan menghampiri Ray.
"Aisyah. Aku-"
"Ikut Aisyah keluar kak." ucap Aisyah dingin dengan tatapan kesal.
"Tapi-"
"Sekarang!"
Mau tidak mau Ray menuruti perintah Aisyah. Sesampainya rumah yang agak jauh Aisyah bersedekap.
"Aisy-"
"Aisyah kecewa sama kakak! Kenapa Kakak datang dengan situasi tidak tepat?" potong Aisyah cepat.
"Tidak tepat? Oh!" Ray menatap Aisyah sinis. "Kamu merasa terganggu dengan acara lamaran kamu yang gagal?"
"Ha?"
"Kenapa Aisyah? Kamu berniat menghianatiku?"
"Kak-"
"Kamu lupa aku sudah melamar kamu 2 bulan yang lalu?" Ray meluapkan amarahnya. "Bukankah kamu sendiri yang bilang kalau kita sholat istikharah dulu?"
"Kak. Aisyah-"
"Kenapa Aisyah kenapa? Apakah jawaban yang Allah berikan untukmu bukan aku?!"
Ray terdiam. Suaranya begitu lantang. Ray menghela napasnya. Ia menundukkan wajahnya. Ada apa dengannya? Kenapa dia jadi marah-marah seperti ini?
"A-apakah kakak cemburu?"
Ray menatap Aisyah. "Apa katamu?"
"Em.. didalam rumah sana. Ada lamaran. Bukan untuk Aisyah. Tapi.. adik Aisyah yang perempuan. Calon suaminya itu.. pekerja kasir ditoko buku dan calon adik ipar Aisyah."
Krik.. krik.. krik.. Ray terdiam membisu. Suasananya mendadak canggung dan hening. Lalu Ray merutuki kebodohannya.
"Kakak masih marah? Kalau marah istighfar Kak." ucap Aisyah pelan. "Dan.. Aisyah mau masuk ke dalam. Tidak enak dilihat tetangga kalau kita diluar seperti ini."
Aisyah tak menunggu jawaban dari Ray. Aisyah memilih menuju halaman rumahnya. Sebenarnya sejak tadi Aisyah menerkan-nerka kenapa Ray marah-marah tidak jelas dan salah paham dengannya? Apakah Ray cemburu?
"Izinkan aku menjadi pasangan hidupmu Aisyah."
Deg.
Aisyah menghentikan langkahnya. Aisyah terdiam di tempat. Jantungnya berdebar-debar.
"Aku.. aku suka sama kamu. Maaf sudah salah paham. Aku.. aku hanya takut kamu dimiliki oleh pria lain."
Aisyah tidak berani membalikkan badannya karena takut bila Ray menatap wajahnya yang merona merah. Aisyah hanya berlari cepat dan tidak bisa menahan senyuman di bibirnya.
Ray menatap kepergian Aisyah. Jantungnya berdegup sangat kencang. 
Ntah kenapa akhirnya perasaanya terasa lega setelah berkata tadi.
"Aku tahu kamu lagi malu Aisyah. Aku.. aku jatuh cinta padamu."
"Alhamdulillah. Aku sudah tidak memikirkan Aifa lagi. Yang aku pikirkan adalah kamu. Kamu Aisyah."
***
6 bulan kemudian
Rex mengemudikan mobilnya dengan cepat. Dengan terpaksa Rex meninggalkan rapat penting yang harus ia lakukan. Kabar ketuban Aifa pecah membuatnya panik setelah Mommy Luna menghubunginya.
Semalam Aifa dan Rex menginap dirumah Luna. Ternyata taksiran kelahiran Aifa lebih cepat dari tanggal yang di tentukan.
Butuh waktu 27 menit akhirnya Rex tiba dirumah sakit. Rex segera memasuki ruangan persalinan dengan memakai pakaian medis berwarna hijau.
"Aifa!"
"Mas.." mata berlinang di mata Aifa. Rasanya begitu sakit. Dengan sigap sebelum melakukan proses operasi Caesar, Rex setia berada di samping Aifa.
"Aku yakin kamu pasti bisa Aifa. Berjuanglah. Aku ada untukmu. Disini."
Rex mencium punggung tangan Aifa. Rex mengelap peluh di dahi Aifa. Sesuai kebijakan rumah sakit, Rex mendapat izin dari pihak rumah sakit untuk menemani Aifa selamanya operasi caesar berlangsung.
Rex duduk disebelah Aifa. Sementara kain hijau sebagai pembatas antara mereka dan tim dokter untuk melakukan operasi caesar terpasang tepat didepan wajah Aifa.
Rex cemas. Khawatir dan ketakukan. Melihat Aifa yang kesakitan saat detik-detik mau lahiran membuatnya tidak tega.
Dan Rex sadar. Hanya melihat Aifa yang sedang berjuang melahirkan pun membuatnya menyesal kenapa dulunya pernah mengecewakan Mommynya. Melahirkan itu butuh pengorbanan yang besar diantara hidup dan mati seorang ibu.
Sampai akhirnya Rex juga menyesal karena dia pernah membenci keberadaan Ray. Perjuangan Mommya itu pasti tidaklah mudah karena mengandung dirinya dan mengandung adik tirinya.
Butuh waktu selama kurang lebih 30 menit akhirnya suara tangisan bayi pun terdengar tepat pada pukul 14.00 siang.
Rex menatap si kembar. Rasa bersyukur membuat Rex menitikkan air matanya. Aifa berhasil melahirkan bayi kembar yang sehat dan lengkap. 
Bayi kembar lucu yang lagi-lagi keturunan cucu Hamilton itu berjenis kelamin laki-laki.
πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹
Frankie tertawa dengan bangga. Ia tidak menyangka bila keponakannya itu lahir mirip dengannya waktu kecil. Aifa hanya menggelengkan kepalanya.
Si kembar yang baru lahir itu hanya sedikit memiliki kemiripan dengan Rex di bagian hidung. Sisanya mirip Frankie dan Franklin semua.
"Wah. Aku tidak menyangka bila keponakanku itu mirip denganku kak. Ah apakah selama hamil kakak selalu memikirkanku. Ck. Akui saja kak!"
Aifa menwatp Frankie dengan sebal. Sementara Rex hanya tertawa geli. Suasana begitu akrab. Ada pasangan Farhan dan Aisyah. Fandi dan Ayesha. Ronald dan Luna. Tak hanya itu saja. Para anak-anak terdahulu yang sudah menikah dan berkeluarga pun juga ada.
Ada Fay Aulia bersama ke dua anak mereka kakak adik laki-laki berusia 4 dan 5 tahun serta di kecil tampan yang baru lahir berusia 5 bulan.
Frankie dan Feby dengan ke tiga putra mereka beserta si kecil tampan yang juga baru berusia 6 bulan.
Lalu ada pasangan yang baru saja menikah. Ray dan Aisyah. Akhirnya keduanya saling mencintai satu sama lain. Saat ini Aisyah pun sedang hamil 1 bulan.
Semua berkumpul menjadi satu di ruangan rawat inap VIP pasca persalinan Aifa. Semuanya bahagia karena Aifa baru saja melahirkan bayi kembar berjenis kelamin laki-laki.
Suara tawa canda para cucu Farhan dan Fandi terdengar. Semuanya jagoan berkumpul seperti klub sepak bola kelas junior.
Berbeda dengan para single si Franklin, si kembar Rayna dan Rayni yang memilih sibuk bermain dengan keponakan-keponakan mereka.
"Alhamdullilah Aifa bahagia Mas." bisik Aifa disamping Rex.
Rex duduk di pinggiran brankar pasien berhadapan dengan Aifa. Semua keluarga pada sibuk saling mengobrol. Rex mengulurkan tangannya menyentuh pipi Aifa yang pucat setelah lahiran. Namun tetap manis di lihat dengan hijab di kepalanya.
"Aku juga bahagia dengan semua ini Aifa. Jika mengingat masalalu, sekali lagi aku minta maaf."
"Masalalu akan terus tertinggal Mas. Masa depan kita adalah kebahagiaan kita dan di sikembar." Aifa dan Rex menatap kearah box bayi. Si kembar yang lagi tertidur pulas.
"Kamu benar. " Rex memajukkan tubuhnya untuk mencium kening Aifa. "Aku mencintaimu Aifa. Terima kasih telah menungguku selama 4 tahun yang lalu sampai akhirnya Allah benar-benar menguji cinta kita. Dari masalalu aku akan memetik hikmah yang bisa aku peroleh demi kebahagiaan kita."
Aifa memejamkan matanya. Dan tersenyum setelah Rex menyudahi ciuman di keningnya.
"Aifa juga mencintai Mas. Terima kasih telah menerima kekurangan dan kelebihan Aifa selama ini."
"Tidak ada yang sempurna kecuali Allah Aifa. Manusia dipenuhi kesalahan. Tapi Allah Maha Pengampun dan Penyayang bagi hambaNya yang berniat untuk bertaubat sekaligus berbuat kebaikan."
Aifa menatap Rex dengan haru. Rex berdiri menggendong salah satu si kembar dan membawanya ke gendongan Aifa di ikuti dengan dirinya yang menggendong si kembar satunya.
Aifa dan Rex terlihat sibuk dengan dunia mereka sendiri atas kebahagiaan yang mereka rasakan. 
Tanpa keduanya sadari, semuanya menatap Aifa dan Rex dengan raut wajah bahagia.
Ronald juga bersyukur. Akhirnya putra tirinya itu memaafkan kesalahannya dimasalalu dan menerima keberadaannya sebagai sosok Ayah dengan ikhlas.
Dari masalalu, Fandi belajar bahwa sebagai Ayah, tidak seharusnya ia bersikap egois dan mencegah keinginan putrinya yang hendak menikah di usianya yang dewasa.
Dari masalalu, Aifa juga banyak memetik hikmah yang diambil bahwa mencintai seseorang tidak boleh secara berlebihan mengalahkan rasa cintanya pada Allah Ta'ala. Karena Allah Maha Pencemburu.
Dari masalalu, Rex juga menyadari kesalahannya sebagai pria dewasa. Sudah kewajibannya ia menundukan pandangannya terhadap yang bukan mahramnya. Menjaga hawa nafsunya agar bisa terkendali serta tidak mempermainkan perasaan seorang wanita. Apalagi menunda pernikahan yang secara finansial ia sudah mampu melakukannya.
Dari kisah ini, kalian semua yang membaca kisah ini semoga bisa memetik hikmah dan pesan moral yang terkandung didalamnya.
"Because I Love You Mas." ucap Aifa dengan tatapan cinta sambil menggendong si kecil.
"Because I Love You too Aifa. Dan putra kembar kita. Rafa Davidson dan Rafi Davidson" Jawab Rex balik yang juga menggendong putra tercintanya.
___
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu." (QS : At Tahrim: 6
Dari Author :
Allah memerintahkan kita untuk menjadi keluarga yang baik. Menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah.
Keluarga yang baik agar terhindar dari kemaksiatan. Karena keluarga yang baik dan berbuat kebajikan di jalan Allah maka akan menjadi ladang amal ibadah yang shalih dunia akhirat.
Aifania Hamilton, Rex Davidson dan perjuangan cintanya. Berakhir disini.
TAMAT
____
Masya Allah Alhamdulillah. 
πŸ™πŸ™
Alhamdulillah Because I Love You yang di update secara rutin akhirnya tamat πŸ–€
Terima kasih buat kalian yang sudah baca πŸ–€
Terima kasih sudah ikutin cerita ini dari part 1 sampai endingπŸ–€
Terima kasih sudah bucin dan baper bareng author disiniπŸ–€
Terima kasih atas komentar. Dukungan dan vote di cerita iniπŸ–€
Tanpa Allah dan kalian, cerita ini tidak akan memiliki makna apa-apaπŸ–€
Doakan semoga karya ini suatu saat naik cetak karena setiap cerita yang tamat di Wattpad, author akan mengusahakan terus agar cerita ini bisa lolos seleksi di penerbit mayor dan bisa terpajang di toko buku seluruh Indonesia.
Semua membutuhkan waktu dan tidak sebentar bahkan berbulan-bulan. Karena itu jangan heran ya kenapa author paling jarang nerbitkan novel secara cetak πŸ˜†
Semoga kalian tetap sabar menunggu πŸ–€
Tolong berikan kesan terbaik kalian selama ikutin cerita ini dan pesan-pesan buat Author. Terima kasih πŸ–€
Next :




Next :         

Bercerita tentang Franklin, Kakak Aifa yang pendiam cool tapi memiliki kisah problematika cinta yang begitu rumit. Yuk simak Blurb nya :
Mecncintaimu Dalam Doa
"Apa yang harus aku lakukan bila aku menyukaimu?" tanya wanita itu serius pada Franklin.
"Berdoa saja"
"Berdoa?"
"Hm."
"Apakah dengan cara berdoa kamu bisa menyukaiku balik?"
"Tergantung."
"Maksud kamu?"
"Hanya Allah yang mampu membolak-balik perasaan hambanya. Termasuk perasaanku padamu."
Wanita itu terdiam. Ia mencoba mencerna semua ucapan pria tampan yang ia kagumi selama ini.
"Cintailah orang yang kamu cintai dengan cara mendoakannya." ujar Franklin dengan singkat.
Franklin hanya tersenyum geli melihat wanita didepan matanya. Ia pun membalikan badannya untuk melenggang pergi sambil melambaikan tangannya kebelakang.
Karena berharap sama Allah adalah satu-satunya hal yang tidak akan pernah mengecewakanmu dan berharap pada manusia adalah salah satu cara untuk memulai patah hati yang sesungguhnya.
Franklin, Pria baik yang memang pendiam itu telah membuat banyaknya para wanita bersaing hanya untuk merebut dirinya.
( sudah publish di akun wattpad liareza15 https://www.wattpad.com/story/155437037-mencintaimu-dalam-doa
Dan akun platfrome lainnya dengan akun LiaRezaVahlefi ( Storial, Dreame, Joylada, NovelPlush dan NovelToon )
Happy Reading. Ditunggu Next komentar dan Vote dari kalian.
Jazzakallah Khairan :)

8 komentar:

  1. ini adalah kali ketiga baca aifa rex, dan ga bosen bosen bacanya.
    mulai aifa masih on going di wp, dan harus bersabar menunggu update ceritanya di wp

    BalasHapus
  2. Bener" Memuaskan deh baca ini ending yang bahagia meskipun ceritanya menguras air mata tapi bagus bgt kak😍😍😍

    BalasHapus
  3. Bagus kak ceritanya...
    Semangat ya kak buat Karya-karya yang lainnya yang lebih menarik lagi☺☺☺

    BalasHapus
  4. Masya Allah ukh..Bagus kisahnya,alurnya sangat menginspirasi banyak muda-mudi terutama kaum jomblo fisabilillah����. Di setiap chapter juga terdapat beberapa bait pesan moral yang penuh makna. Jazakillah khoiron ukhti Lia❤�� Ditunggu karya2 terbarunya. Semangat dan sukses selalu��

    BalasHapus
  5. Ini bener" memuaskan menginspirasi banyak muda-mudi,ya meski Awa"nya nguras air mata, tapi puas terbayarkan dengan endingnya bahagia

    BalasHapus
  6. Ya Allah ukhti bahagianya saya bisa membaca novel ini sampai tamat...banyak pembelajaran yg bisa diambil dr cerita ini...makasih banyak ukhti udah mau membagi link nya secara gratis...semoga Allah slalu memberikan berkah kepadamu ukhti...Amin.

    BalasHapus
  7. Ya Allah ukhti bahagianya saya bisa membaca novel ini sampai tamat...banyak pembelajaran yg bisa diambil dr cerita ini...makasih banyak ukhti udah mau membagi link nya secara gratis...semoga Allah slalu memberikan berkah kepadamu ukhti...Amin.

    BalasHapus
  8. Ya Allah ukhti bahagianya saya bisa membaca novel ini sampai tamat...banyak pembelajaran yg bisa diambil dr cerita ini...makasih banyak ukhti udah mau membagi link nya secara gratis...semoga Allah slalu memberikan berkah kepadamu ukhti...Amin.

    BalasHapus