Chapter 34 : Raisya ( Lagi Sensitif ) - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Rabu, 05 Agustus 2020

Chapter 34 : Raisya ( Lagi Sensitif )




*Lagi Sensitif*

❣️❣️❣️❣️

Hal yang menyakitkan adalah ketika terbangun mendapati bahwa semua tubuhku begitu sakit. Terutama bagian kepala. Aku meringis kesakitan. Astaga jam berapa ini?

Aku menoleh kearah dinding. Jam menunjukkan pukul 03.00 pagi. Dengan perlahan aku membangunkan tubuhku lalu-

APA?! TIDAK PAKAI BAJU?

Kedua mataku membulat seketika. Aku panik. Membenarkan lilitan handuk di tubuhku bahkan tidak memikirkan lagi kondisi kamarku yang berantakan. Banyaknya koran yang menutupi tubuhku pasti ini semua ulah Raihan!

Ah aku baru ingat. Semalam cowok resek itu masuk ke kamarku tanpa izin. Apakah dia lupa kalau kamarku adalah kamar cewek? Ck. Mentang-mentang sudah nikah maunya senenaknya aja! Oh no no no! Tidak semudah itu. Mendapati hal itu tentu saja aku panik dan berakhir dengan pingsan!

Aku segera meraih baju. Memakainya dengan cepat. Menuju pintu dan..
Aku terdiam.

Tunggu sebentar. Aku baru saja sadar dan ketika itu terjadi aku hanya mengenakan handuk, tertutupi oleh koran bagaikan korban tewas di pinggir jalan. Lalu...
Apakah Raihan melihat.. em itu maksudku. Aset tubuhku?

Aku tidak jadi membuka pintu. Dengan lemas aku memundurkan langkahku. Berbagai macam pikiran dan rasa malu tiba-tiba hadir begitu saja.

Seketika tubuhku melemas. Rasa pusing kembali melanda. Akhirnya aku memilih mengalah tidak jadi keluar kamar yang tadinya sempat berniat mencari Raihan untuk memarahinya.

Sebaiknya aku harus menuju tempat wudhu sebelum melaksanakan sepertiga malam. Sholat Tahajjud agar hatiku tenang.
Waktu terus berjalan. Setelah semuanya berlalu dengan sholat sunah dan sholat wajib sebanyak dua rakaat, Aku segera bersiap-siap diri untuk berangkat sekolah. Padahal jam masih menunjukkan pukul 05:30 pagi. Yang artinya masih pagi buta!
Aku sengaja. Aku ingin menghindari si kutu kupret berhati batu yang sok keras kepala tidak pernah mau memaafkanku itu.

Kalian tahu alasannya apa? Alasannya karena aku malu. Malu karena semalam adalah kejadian yang sangat aneh dan menyedihkan.

Ya ampun. Harga diriku. Tolong aja :(

🦋🦋🦋🦋

Aku memilih membawa bekal saja ketimbang sarapan satu meja dengan Papa dan Mama. Semenjak kejadian akad nikah kemarin semuanya kembali seperti semula. Papa tidak lagi menunjukan raut wajah marahnya padaku. Alhamdulillah mama juga kembali sehat. Bahkan Raihan pun tidak ada di rumahku. Ah baguslah kalau begitu.

Aku keluar rumah. Bersiap untuk berangkat sekolah. Mobilku juga sudah kembali setelah mengalami kunci mobilnya yang hilang ntah kemana. Aku mencoba berharap semoga gak ketemu Raihan didepan rumah dan itu berhasil.

Aku segera mengemudikan mobilku lalu tiba di Madrasah Aliyah Darrul Ilmi 30 menit kemudian. Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi.  

Aku pun keluar dari mobil lalu segera memasuki koridor menuju kelas dan-
Aku terkejut dan diam mematung.
Raihan berdiri sambil memasukkan kedua tangannya di saku celana kainnya dengan raut wajah yang begitu tenang sambil menatapku dari kejauhan. Astaga.

Aku terdiam. Seketika aku gugup. Bayangan soal kejadian tadi malam membuatku malu setengah mati. Dengan santai dia melangkah ke arahku. Tanpa banyak berkata dia merogoh sesuatu di saku celana kainnya lalu memberiku sebuah kartu.

"Ini."

"A-apa ini?"

"ATM."

"I-iya aku tahu." Aku berusaha untuk tenang. Tapi gagal. Bahkan saat ini aku tergagap. Aku berdeham. "Untuk apa?"

"Jatah bulananmu."

"Jatah bulanan?" tanyaku sekali lagi.

"Iya."

Aku hendak membuka suaraku. Tapi dia malah melenggang pergi melalui ku. Dia itu kenapa sih? Aneh. Berbagai macam pikiran dan pertanyaan membuatku akhirnya mempercepat langkahku mengejarnya.

"Raihan!"

"Apa?"

"Kamu.. em maksudnya ini apa?"

"Apanya?"

"ATM ini. Untuk apa kamu memberi ATM ini padaku?"

"Tidak apa-apa."

Lagi-lagi aku terdiam. Sekarang aku baru sadar. Mungkin maksud dia sebagaimana kewajiban seorang suami yang memberikan nafkah pada istrinya.

"Maksud kamu nafkah?"

Raihan mengangguk. Lalu kembali pergi.
"Raihan!"

"Apa lagi?"

"Soal tadi malam-"

"Santai aja."

"Ha?"

"Lupakan."

"Tapi. Tadi malam. Kamu. Em aku-"

Raihan tersenyum sinis kearahku. "Kenapa?"

Melihat raut wajahnya yang seperti itu tiba-tiba aku merasa dia akan mengejekku. Astaga. Tidak akan kubiarkan dia begitu. Dengan santai aku memasang raut wajah sok penuh pembelaan harga diri.

"Tidak apa-apa. Nanya aja!"

"Oke."

"Dasar gak sopan! Seenaknya aja masuk kamar cewek!"

"Maaf."

"Bilang aja semalam kamu ambil kesempatan dalam kesempitan kan? Jangan-jangan semalam kamu mau ngapa-ngapain aku? Iyakan?"

"Tidak."

"Ngaku aja deh Rai! Gak usah bohong!"

"Aku gak tertarik."

"Ck." Aku tersenyum sinis. Mana mungkin cowok macam Raihan gak tertarik dengan tubuhku yang ideal putih mulus gini?  

"Meskipun kita sudah menikah jangan harap yang gak-gak!"

"Oke."

Raihan melenggang pergi. Aku mendengus kesal. Astaghfirullah. Dia manusia atau bukan sih? Kenapa disaat aku marah dia begitu tenang tanpa rasa bersalah?!
Ntahlah sepertinya saat ini aku begitu sensitif. Rasanya pengen marah-marah. 

Apalagi sebentar lagi jadwal tamu bulananku akan datang. Tapi.. ya ampun.....
Dia itu benar-benar keterlaluan. Bukannya minta maaf kek. Nanyain keadaanku kek. Atau apalah yang sekiranya tahu diri setelah dengan seenaknya dia masuk kamarku tanpa izin.

"Syukur deh semalam gak terjadi apapun." ucapku dingin. "Lagian aku gak mau satu sekolah ini tahu kalau kita sudah menikah. Apa kata anak-anak nanti? Ntar dikira aku ngebet nikah pula gara-gara ngikutin Bejo sama Lili. Ogah! Ini semua kan ide Papa dan papi kamu! Bukan ide kita." ucapku kesal.

Dia menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya menatapku.

"Terus?"

"Ya gak apa-apa! Aneh aja. Tadi malam juga kamu keterlaluan! Bukannya aku ditolong malah dibiarkan gitu aja di lantai! Ditutupin pakai koran macam mayat hidup di pinggir jalan! Memangnya aku korban kecelakaan?!"

"Bukan."

"Terus?!"

"Istriku."
❣️❣️❣️❣️

Kalau sudah gitu kira-kira Raisya masih mau berkicau? 😌😂

Makasih sudah baca ya. Sehat selalu buat kalian. 

With Love 💋
LiaRezaVahlefi

Instagram
lia_rezaa_vahlefii

___

Next Chapter 35. Langsung klik link dibawah ini ya :

https://www.liarezavahlefi.com/2020/08/chapter-35-raihan-si-tampan-yang.html?m=1




Tidak ada komentar:

Posting Komentar