Chapter 27 : Jodoh Dari Lauhul Mahfudz - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Senin, 12 Oktober 2020

Chapter 27 : Jodoh Dari Lauhul Mahfudz

 



Nafisah terbangun ketika alarm di ponselnya berbunyi. Sayup-sayup ia meraih ponselnya dan melihat jam di layarnya, pukul 03.00 pagi. Nafisah meletakkan kembali ponselnya sambil menarik napas sejenak.


Seketika Nafisah teringat Danish. Dengan perlahan ia menoleh kebelakang, Danish masih tertidur pulas. Lalu tatapan Nafisah beralih ke perutnya, ada tangan Danish disana yang memeluk seputaran pinggulnya. Nafisah menyentuh punggung tangan Danish, dan mengusapnya pelan hingga membuat Danish terbangun.


"Jam berapa ini?" tanya Danish pelan, sembari mengumpulkan kesadarannya.


"Jam 03.00 pagi, Mas. Em, kita sholat tahajjud ya."


Danish tersenyum tipis. Tanpa di duga ia menarik tubuh Nafisah agar mendekat ke dirinya. Dengan nyaman Nafisah bersandar pada dada bidnah Danish, ntah kenapa jantungnya berdebar sangat kencang. Raut wajahnya juga merona merah. Perasaan suka pada Danish mulai muncul pada hatinya.


"Terima kasih, ya, soal tadi malam." bisik Danish pelan.


Nafisah mendongakkan wajahnya menatap Danish. Ia menatap Danish dengan tatapan tak biasa, merasa kasmaran untuk pertama kalinya dengan seorang pria yang kini menjadi suaminya meskipun dulunya sempat menyukai Rasyid sebelum menikah. Namun siapa sangka, cinta yang halal kini tumbuh di hatinya.


"Sama-sama, Mas. Aku bahagia, sudah menjalankan tugasku sebagai seorang istri sebagaimana mestinya."


"Cantik."


Nafisah tersenyum malu, ia pun mengecup pipi Danish kemudian menjauh.


"Aku ingin mandi junub dulu sebelum sholat tahajjud, Mas."


"Kalau begitu silahkan."


Danish pun kembali mendekati Nafisah, mencium kening istrinya. Ntah kenapa tiba-tiba ia merasa sebahagia ini dengan Nafisah. Apakah ia sudah mulai move on dengan almarhumah istrinya terdahulu?


Nafisah pun akhirnya turun dari tempat tidur, kemudian menuju kamar mandi. Setelah Nafisah menghilang di balik pintu kamar mandi, Danish terdiam sejenak memikirkan kejadian tadi malam. Sebuah ibadah suami istri yang sudah lama tidak ia lakukan selama setahun terakhir setelah Alina meninggal.


Danish menarik kedua sudut bibirnya, merasa bersyukur kalau akhirnya ia bisa memenuhi kebutuhan biologisnya sebagai seorang pria tanpa harus menahan seperti sebelumnya saat menduda.


Danish pun segera meraih ponselnya, mengecek beberapa notip pesan chat WhatsApp. Salah satunya dari Bayu.


Bayu : "Dan, aku sudah menemukan file data berita yang kamu minta beberapa tahun silam. Karena semalam mati listrik sebelum kita membuka laptop, aku kirim saja lewat email ya. Cek saja sekarang."


Danish terdiam, semalam ia memilih pulang cepat saat tiba-tiba listrik padam. Sadar bahwa teringat Nafisah yang takut gelap apabila sendiri di apartemen. Ia pun membalas pesan chat Bayu.


Danish : "Oke, Yu, Thanks ya."


Danish melihat pesan chat terkirim dengan centang dua meskipun belum di baca oleh Bayu. Ntah kenapa ia merasa tidak sabar untuk membuka berita laporan beberapa tahun silam.


****


TERTANGKAP BASAH SAAT PESTA NARKOBA DAN BERHUBUNGAN SEKS BEBAS.

Oleh Bayu, pada 11/03/2003, 13.00 WITA


Petugas pihak Satpol PP berhasil merazia beberapa pasangan muda-mudi yang di duga berstatus belum menikah pada hari Sabtu malam ( 10/03/2002), pukul 22.00 WITA di salah satu hotel kota Bontang.


Beberapa diantaranya tengah melakukan kegiatan seks bebas dan pesta narkoba. Petugas satpol PP juga menemukan benda-benda bukti seperti alat pengaman yang di gunakan untuk berhubungan seks, serta peralatan yang di gunakan untuk memakai narkoba jenis sabu-sabu.


Menurut salah satu petugas satpol PP, ada dua remaja perempuan yang sempat kabur namun berhasil di tangkap bernama Naf dan Din saat di razia petugas. Keduanya berasal dari kota tersebut dan berstatus masih sekolah menengah atas.


"Kami memang sering melakukan razia secara dadakan tanpa pemberitahuan sebelumnya guna membuat para muda-mudi ini jera agar tidak melakukan hal tersebut." ujarnya.


Pasangan muda-mudi yang tertangkap karena telah melakukan seks bebas tersebut di bawa ke kantor satpol PP setempat. Selanjutnya di lakukan pendataan dan pembinaan.


Semua masih teringat bagaimana Danish membaca berita artikel tersebut tadi pagi setelah sholat tahajjud. Naf dan Din? Kenapa nama Naf seolah-olah itu adalah nama Nafisah?


Apakah benar Nafisah dulunya perempuan yang tidak baik?


Apakah benar, Nafisah pernah tertangkap seperti kejadian beberapa tahun silam?


Lalu, siapa pria yang sudah terlibat menjadi pasangan nya sewaktu razia?


Seketika Danish merasa kepalanya pusing. Ntah kenapa lagi-lagi nama Randi terlintas di pikirannya. Danish terdiam, sebentar lagi ia akan siaran langsung membawakan berita kriminal siang harian seperti biasanya. Ponsel Danish bergetar, Danish segera mengeceknya. Sebuah pesan WhatsApp dari Nafisah.


Nafisah : "Mas, aku ingin jalan-jalan sore ini. Apakah boleh sekalian saja aku mendatangi Mas ke kantor?"


Danish terdiam melihat isi pesan Nafisah. Sekelebat bayangan kejadian tadi malam membuat Danish berpikir. Mengapa rasanya begitu beda saat menyentuh Nafisah ketimbang Alina yang dulunya benar-benar masih gadis?


"Tidak, itu, mungkin hanya perasaanku saja." sela Danish dalam hati, berusaha berprasangka baik kalau semuanya akan baik-baik saja.


Dengan cepat Danish membuka email di ponselnya, ia memilih menghapus file pesan dari Bayu dan menganggap kalau semua itu hanyalah kebetulan belaka dan tidak ada yang perlu di khawatirkan.


"Insya Allah semuanya akan baik-baik saja. Allah tergantung prasangka hambaNya. Istriku itu wanita yang baik dan terlahir dari keturunan yang baik."


****

Alhamdulillah Chapter 27 sudah up. 


Chapter semakin membuat Danish dan kalian mulai menerka-nerka, ya, hhe. 


JazzakallahKhairan sudah menanti aku up, ditunggu next Chapter selanjutnya ya. 


With Love 💋 LiaRezaVahlefi


Akun Instagram : lia_rezaa_vahlefii

2 komentar: