Chapter 36 : Jodoh Dari Lauhul Mahfudz - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Sabtu, 30 Januari 2021

Chapter 36 : Jodoh Dari Lauhul Mahfudz


 

Beberapa jam kemudian..


Hawa pengap membuat Nafisah tersadar setelah ia sempat mengalami pingsan tak sadarkan diri. Sayup-sayup Nafisah membuka kedua matanya, menatap keselilingnya yang terlihat sangat asing. Rupanya ia sedang berada di bangunan kosong tak berpenghuni.


"Dimana ini?"


Tiba-tiba kepala Nafisah terasa pusing. Ia memejamkan matanya dan menundukkan wajahnya. Nafisah ingin memegang kepalanya, namun kedua tangannya terhalang oleh sebuah ikatan tali yang sangat kuat.


"Ya Allah, aku di sandera?"


Nafisah semakin panik, menatap lagi keselilingnya untuk memastikan keadaan disekitarnya. Berusaha untuk melepaskan ikatan tali yang  begitu menyebalkan baginya.


"Butuh bantuan, sayangku?"


Nafisah langsung menghentikan gerakannya. Ia menatap seorang pria didepan matanya dan syok. Pria tersebut terlihat santai dengan sebatang rokok yang terselip di bibir tipisnya.


"Ka.. kamu?"


"Kaget? Ck.."


Pria itu mendekati Nafisah dengan santai. Sementara Nafisah mulai was-was. Pria itu membungkuk, menatap wajah Nafisah yang sangat cantik baginya sejak dulu, sejak pertama kali bertemu.


"Cantik. Aku suka." ucapnya pelan, tanpa diduga ia hendak mengulurkan tangannya untuk membelai pipi Nafisah, namun secepat itu, Nafisah menghindar bahkan tak tanggung-tanggung meludahi tangan pria itu.


"Jangan sampai kamu menyentuhku lagi walaupun hanya seujung jari!" ancam Nafisah marah.


Pria itu tertawa. Seolah-olah mengejek Nafisah yang sebenarnya saat ini tidak bisa berbuat apapun.


"Apakah aku harus melakukannya dengan paksaan seperti dulu? Hm?"


"Lepaskan aku!"


"Tidak semudah itu, Nafisah."


"Lepas! Atau aku akan berteriak!"


"Silahkan saja." tanpa diduga, ia ingin mencium pipi Nafisah, merasa terancam, tanpa diduga Nafisah berusaha menghalang-halangi pria itu dengan tendangan kedua kakinya meskipun terbatas.


"Pergi! Pria bajingan!"


"Ah, kamu mulai berani melawanku?"

Brak! Pintu terbuka lebar. Danish masuk di saat yang tepat dan langsung menyerang pria itu. Tak tanggung-tanggung, ia juga meninju pria itu secara bertubi-tubi.


"Aku tidak percaya denganmu Randi! Tega-teganya dirimu menghancurkan dia bahkan merusaknya!"


Pukulan terus terjadi. Nafisah makin panik, khawatir kalau Danish malah membunuhnya secara perlahan dan masalah menjadi rumit.


"Mas, Mas Danish! Hentikan! Jangan sampai Mas membunuhnya!"


"Kamu membela pria bejat ini?!" Danish menghentikan pukulannya, ia menatap Nafisah tidak suka.


"Bukan begitu. Aku-"


BUG! Secepat itu, Randi membalas menyerang Danish yang lengah selama beberapa detik akibat teralihkan oleh ucapan Nafisah. Danish tersungkur ke lantai. Tanpa diduga, Randi menindih bagian perut Danish sembari menyodorkan pistol di keningnya.


"Aku bisa saja membuatmu kehilangan nyawa saat ini juga kalau dirimu berani melawanku!"


"Aku tidak perduli!"


Randi menarik pelatuknya bertepatan saat Nafisah berteriak histeris. Air mata sudah mengalir di pipinya. Ia tidak menyangka kalau situasi sekacau ini.


"Sebenarnya apa maumu? Masalalu sudah terlewati. Bahkan aku sudah berkeluarga dan mencintai suamiku. Tolong lepaskan kami." lirih Nafisah akhirnya.


"Aku akan melepaskan Danish." ucap Randi dengan sombongnya. Posisinya masih sama seperti tadi. "Tapi tidak denganmu, Nafisah."


"Please.." Nafisah memelas. "Tolong-"


"Pilihannya ada dua." potong Randi cepat. "Kamu harus jadi milikku atau foto tanpa busanamu akan tersebar dengan mudahnya."


Nafisah syok, tak hanya itu, Danish pun merasa tubuhnya melemah. Bukan karena kalah fisik oleh Randi, melainkan kenyataan pahit yang lagi-lagi membuatnya terluka.


Nafisah, istri yang sekarang menjadi pasangannya itu memiliki aurat yang seharusnya terjaga dan kini terlihat bebas bahkan di nikmati sepuasnya oleh pria tidak tahu diri seperti Randi.


Dor!


Seketika Randi tersungkur begitu saja setelah timah panas berhasil menembus bagian kakinya. Tanpa diduga, Ela datang di saat yang tepat bersama dua orang polisi.


Randi segera di amankan oleh pihak kepolisian. Sementara Ela sibuk membuka ikatan tali yang terpasang di tubuh Nafisah. Nafisah bernapas lega, meskipun akhirnya semua yang ia lihat perlahan-lahan menjadi kabur dan gelap. Nafisah terduduk lemah karena pingsan bahkan nyaris terjatuh kalau saja Ela tidak menahannya.


"Kita harus ke rumah sakit." ucap Ela akhirnya pada Danish."



****


Masya Allah Alhamdulillah, update lancar di Chapter 36.


Jazzakallah Khairan ukhti sudah baca. Kira-kira apa yang terjadi nantinya setelah Ela dan Danish berada di rumah sakit?


Tetap stay yaa. Insya Allah di Chapter selanjutnya.


With Love 💋 LiaRezaVahlefi

Akun Instagram : lia_rezaa_vahlefii 


Next, chapter 37. Langsung klik link dibawah ini :

https://www.liarezavahlefi.com/2021/02/chapter-37-jodoh-dari-lauhul-mahfudz.html

10 komentar:

  1. Ditunggu kelanjutannya ka😘 makin penasaran

    BalasHapus
  2. Jazzakallah Khairan, Insya Allah 🖤

    BalasHapus
  3. Ditunggu chapter selanjutnya kk

    BalasHapus
  4. Aku rasa penyakit nafisahh bakal ketauan dechhh

    BalasHapus
  5. Nafisa panjang umur ya🥺🥺🥺

    BalasHapus
  6. Ditunggu chapter 37 Ka🙂
    Ughhh ceritanya sedih😢

    BalasHapus
  7. Makin penasaran,di tunggu part berikutnya ka..🤗🤗🤗

    BalasHapus
  8. Apakah nnti pas diRS danish tau penyakit nafisah😱 smkin penasaran ditunggu next nya kk smngt💪🥰

    BalasHapus
  9. Semangat kak di tunggu kelanjutannya

    BalasHapus