Chapter 45 : Jodoh Dari Lauhul Mahfudz - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Minggu, 21 Maret 2021

Chapter 45 : Jodoh Dari Lauhul Mahfudz




Sayup-sayup Danish membuka kedua matanya. Sembari mengumpulkan kesadarannya, Danish meraba samping tempat tidurnya. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Nafisah. Mendapati hal itu, Danish terkejut.


"Kemana, Nafisah?"


Danish segera beranjak dari tempat tidurnya, melirik ke arah jam dinding ketika jam sudah menunjukkan pukul 01.00 pagi. Ketika ia melewati kamar mandi, suara kucuran air terdengar. Danish bernapas lega, ia yakin, kalau Nafisah ada didalam sana.


Perut yang lapar pun membuat Danish akhirnya memutuskan untuk ke dapur dan makan malam lagi supaya bisa tidur nyenyak.


"Kenapa dia lama sekali?" Danish terdiam sejenak, lalu kembali mengunyah makanannya hingga seiring berjalannya waktu, makanan tersebut habis tak bersisa di piring. Setelah kenyang, Danish tak ingin menunggu lagi, ia pun mengetuk pintu kamar mandi.


"Nafisah? Kamu baik-baik saja? Kenapa lama sekali?


"Apakah kamu butuh sesuatu?"


"Ayo tidur, ini sudah sangat larut."


Danish terus berbicara didepan pintu. Tiba-tiba suara air melimpah ruah dari bak kamar mandi terdengar. Danish semakin khawatir, tidak mungkin Nafisah lengah begitu saja membiarkan air kran tumpah.


"Nafisah! Buka pintunya."


"Atau aku akan mendobraknya."


"Nafisah! Apakah kamu mendengarkanku?"

Danish memundurkan langkahnya, detik berikutnya, ia mendobrak pintu didepan matanya hingga membuatnya syok.


"Astaghfirullah! Nafisah, apa yang terjadi?! Kamu kenapa?"


"Papa,ada apa? Kenapa malam-malam begini-"


Tanpa diduga Diyah keluar dari kamarnya sambil mengusap matanya. Di saat yang sama, wajahnya pun memerah dan akhirnya menangis.


"Mama! Mama! Papa, kenapa Mama pingsan? Kenapa banyak darah keluar di hidung Mama?"


"Papa nggak tahu," dengan cepat Danish menggendong Nafisah ke sofa ruang tamu dalam keadaan basah kuyup. "Diyah harus siap-siap, cepat ganti baju. Kita harus segera kerumah sakit."


****


Bismillah, semoga terlaksana semuanya.

1. Aku ingin membangunkan Mas Danish sholat tahajjud.
2. Aku ingin membuat sarapan kesukaannya di pagi hari.
3. Aku ingin jalan-jalan bersama Mas Danish dan Diyah.
4. Aku ingin pergi makan malam, hanya berdua dengan Mas Danish ketika Diyah sudah tidur.
5. Aku ingin membeli baju couple, beserta sepatunya dengan keluarga kecilku.
6. Jika ada rezeki dari Allah, aku ingin pergi umroh dengan Mas dan Diyah..

Aamiin ya rabbal Alamin...


Seketika hati Danish remuk. Ia menatap ponsel Nafisah yang kini berada di tangannya, ntah kenapa, tanpa sengaja ia membuka sebuah catatan di ponselnya. Ia tidak pernah mengetahui, kalau Nafisah ingin melakukan beberapa hal bersamanya. 


Danish juga tidak pernah menyadari, kalau kesibukannya dalam pekerjaan membuatnya sedikit memiliki waktu untuk Nafisah. Tanpa ia sadari, keinginan yang tercatat dari nomor 1 hingga nomor 3 sudah terlaksana beberapa Minggu yang lalu. Tinggal nomor 4 sampai 6 saja yang belum terealisasikan.


Danish melirik ke arah Diyah yang tertidur di sofa rumah sakit. Sementara jam sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi. Sudah saatnya ia menghadap Allah, berdoa dan memohon padaNya agar ia dan Nafisah bisa melalui semua ini.


Dan yang paling penting, ia harus berusaha kerja keras, untuk bisa mewujudkan impian Nafisah. Pergi melaksanakan ibadah umroh, mustahil jika di pikiran tentang semua keuangan dan kebutuhan hidup yang ia miliki. Tapi Danish tidak pernah takut dan ragu sedikitpun, bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Pemberian Rezeki yang luas.


"Ya Allah, bismillahirrahmanirrahim. Semoga Allah melancarkan semuanya." ucap Danish pelan, di iringi dengan air mata ketika ia merunduk untuk mencium kening Nafisah.


"Kuharap kamu segera sadar, aku akan menunggumu sampai kamu membuka kedua matamu."


"Aku, mencintaimu, Nafisah."


Dan akhirnya, rasa cinta pun tertoreh di hatinya. Kata cinta terlontar. Ungkapan perasaan haru sudah terucap. Tapi kenapa disaat Nafisah terbaring tak berdaya? bahkan disaat ia berharap kesembuhan untuk Nafisah dan kesempatan bersamanya hingga maut memisahkan.


****


Nggak tau kenapa, kalau update chapter sedih, kenapa pas malam-malam gini 🤧

Jazzakallah Khairan sudah pada baca. Jgn lupa tetap kuat dan sabar ♥️

With Love 💋 LiaRezaVahlefi

Akun Instagram : lia_rezaa_vahlefii

3 komentar:

  1. Malem2 dibuat baper 😭 semangat ka untuk upnnya 💪

    BalasHapus
  2. semoga ada keajaiban utk , nafisah...baca Smpai deg2an akuh nya

    BalasHapus
  3. semoga ada keajaiban utk , nafisah...baca Smpai deg2an akuh nya

    BalasHapus