Masih Bingung Cara Membuat Suatu Cerita? Nih, Ikuti Cara Membuat Outline Novel Khusus Bagi Penulis Pemula - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Minggu, 29 Januari 2023

Masih Bingung Cara Membuat Suatu Cerita? Nih, Ikuti Cara Membuat Outline Novel Khusus Bagi Penulis Pemula

 


ASSALAMU’ALAIKUM! Sebagai orang yang memiliki hobi membaca khususnya cerita-cerita fiksi, pasti pernah terbersit dalam benak Sobat Lia untuk membuat suatu cerita versi diri sendiri. Lalu, bagaimana sih cara membuat suatu cerita tersebut? Nih, simak cara membuat outline novel khusus bagi para penulis pemula!

 

Outline dapat diartikan sebagai kerangka dari sebuah cerita. Ibarat ingin membuat rumah, tentu kita harus membuat kerangkanya terlebih dahulu bukan? hal yang serupa juga terjadi saat kita membuat suatu cerita.

 

Mengapa harus membuat outline terlebih dahulu sebelum menulis? melansir dari situs resmi cabaca.id, tujuan dari pembuatan outline ialah, supaya cerita yang sedang dibuat lebih terarah dengan jelas, serta tidak keluar dari konteks.

 

Selain itu, dengan adanya outline, para penulis dapat menemukan jalan pulang saat mengalami writer’s block yang sering melanda setiap penulis. Oleh sebab itu, outline sangat penting untuk dibuat sebelum menulis suatu cerita fiksi ataupun nonfiksi. Lantas, bagaimana sih cara membuat outline novel bagi penulis pemula? begini caranya!

 

1. Menentukan Tema

Hal pertama yang harus dilakukan ialah menentukan tema dari cerita yang hendak dibuat. Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, tema merupakan salah satu pondasi penting dalam sebuah cerita. Karena jika tanpa tema, maka cerita tersebut tidak akan bisa disebut sebagai cerita.

 

Selain tema, tentukan juga genre apa yang hendak dibuat untuk cerita tersebut. Karena, hal ini sangat penting untuk dilakukan agar cerita yang kita buat tidak hilang arah. Sehingga, para pembaca nanti tidak akan kebingungan saat membaca cerita yang kita buat.

  

2. Buat Tabel Penokohan

Cara membuat outline novel yang kedua bagi para pemula sebelum menulis cerita fiksi tentu saja kita juga perlu memikirkan tokoh dari si pemeran yang akan melakoni cerita yang Sobat Lia buat. Buatlah tabel untuk setiap tokoh yang selalu muncul dalam ceritamu.

 

Tabel-tabel tersebut dapat berisi tentang nama dari tokoh, ciri-ciri fisik, watak atau kebiasaannya, serta latar belakangnya. Buatlah tokoh tersebut persis seperti manusia sungguhan yang hidup dalam dunia nyata.


Selain membuat tabel tersebut, Sobat Lia juga harus menentukan tokoh tersebut memegang peran apa dalam cerita yang sedang dibuat. Apakah tokoh tersebut memiliki karakter protagonist, antagonis, tritagonist, atau hanya sekedar figuran saja.

 

3. Tentukan Plot atau Alur Cerita 

Pada tahap ini, Sobat Lia akan membuat seperti apa jalan cerita yang menghubungkan sebab akibat dari suatu konflik yang hendak diangkat. Konflik penting untuk dibuat, sebab tanpa konflik maka cerita akan terasa hambar dan tidak akan ada yang minat untuk membaca cerita yang kita buat.

 

Biasanya, pada tahap ini para penulis akan membuat bagaimana tahap awal konflik, klimaks dari konflik tersebut hingga tahap penyelesaian. Selain itu, pada tahap ini penulis juga dapat menentukan pada bab berapa konflik akan diperlihatkan.

 

4. Menentukan Latar

Selain membuat plot, tentu latar juga perlu dibuat. Banyak penulis terkadang mengesampingkan hal ini. Padahal, latar merupakan salah satu elemen yang tidak kalah pentingnya selain tema serta tokoh dan penokohan. Mengapa demikian?

 

Karena, dengan menentukan latar yang tepat, maka cerita yang kita buat akan mendapatkan ruhnya. Selain itu, para pembaca juga tidak salah paham saat membaca cerita kita. Buatlah latar tempat yang sesuai dengan alur yang telah kita tentukan ya!

 

5. Kerangka Karangan 

Cara membuat outline novel yang terakhir ialah dengan membuat kerangka karangan. Kerangka karangan serta plot itu berbeda ya! Di tahap ini para penulis akan memperjelas detail-detail dari setiap bab. Bisa dikatakan, tahap ini ialah proses seorang penulis dalam membuat sinopsis cerita dari awal bab, sampai menuju ending.

 

Bahkan, penyebab dari konflik tersebut terjadi juga harus dijelaskan pada tahap ini. Karena, jika cerita yang Sobat Lia buat hendak dibawa ke jalur penerbit baik itu secara cetak atau platform, para editor akan berfokus pada tahap ini. Karena, kerangka karangan bisa dikatakan menjawab semua cerita yang hendak kita tulis.

 

Nah, setelah mengetahui cara membuat outline novel, tentu Sobat Lia tidak akan bingung lagi kan ketika ingin membuat suatu cerita? Ayo, coba latih diri sendiri dengan membuat outline yang sesuai dengan tahap-tahap di atas ya!

 

Bagi kalian yang ingin mengetahui karya-karya terbaru dari author kesayangan kita ini, jangan lupa kunjungi akun wattpad @liareza15 ya!***

(by. Ami) 

1 komentar: