Chapter 40 : Mencintaimu Dalam Doa - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Senin, 24 Mei 2021

Chapter 40 : Mencintaimu Dalam Doa


Apartemen Solo Residen, pukul 09.00 pagi.

Hari Minggu menjadikan Franklin sebagai hari khusus olahraga agar tubuhnya tetap sehat dan bugar serta. Nafas Franklin tersengal-sengal ketika saat ini ia berjalan diatas treadmill dengan kecepatan sedang.


Bel pintu apartemen berbunyi. Franklin menghentikan aktivitasnya untuk berjalan kearah pintu, setelah membukanya, Franklin menatap Aldi didepan matanya sambil menyerahkan amplop coklat berisi uang tunai kearahnya.


"Assalamualaikum, Maaf, Pak mengganggu. Ada titipan buat Bapak."


Franklin mengerutkan dahinya. "Wa'alaikumussalam. Dari siapa?"


"Dari Mbak Misha. Yang suka pingsan itu loh, Pak. Katanya dia titip uang buat Bapak. Isinya Rp. 4.000.000,-"


Franklin menerima amplop tersebut dengan perasaan tidak suka, bahkan sedikit kecewa kenapa Misha tidak memberi langsung ke dirinya.


"Kenapa kamu tidak menghubungi saya?"

"Maaf Pak, awalnya saya berniat begitu. Tapi Misha mencegah niat saya, dia langsung nyerahin amplop coklat ini ke saya. Katanya buru-buru. Kebetulan saya ketemu dia di lantai loby apartemen bertepatan saat saya baru pulang dari minimarket."


Franklin menghela napasnya. Ia pun mengangguk. "Oke, terima kasih."

"Sama-sama. Bapak butuh teman curhat soal wanita? Saya ahlinya." cengir Aldi dengan santai.


"Tidak. Itu urusan pribadi, kalau ada perlu, nanti saya hubungi kamu. Oke? Assalamualaikum."


Pintu tertutup rapat. Aldi menghela napasnya melihat pintu di tutup di depan matanya.


"Wa'alaikumussalam. Kaku banget sih, jadi bos. Untung baik."


Aldi segera berlalu menyebelah pintu apartemennya bertepatan saat pintu apartemen Franklin kembali terbuka.


"Bulan depan saya potong gajimu, ya. Kamu pikir saya tidak dengar?!" kesal Franklin yang tiba-tiba sensitif karena semua itu di sebabkan oleh Misha juga mengabaikannya.


"Potong sana Pak, potong, kalau baper jangan ke saya. Bye, Pak."


Aldi memasuki apartemennya dengan santai. Franklin sadar sekertaris nya itu memang suka bercanda, ia pun menghela napasnya sambil menundukkan wajahnya. Ya, Aldi benar. Saat ini ia sedang baper karena sudah berhari-hari Misha tanpa kabar dan menghindarinya.


"Mimi, kenapa kamu mencampakkan diriku yang tampan dan tajir ini?"


"Harta dan jabatanku sudah berlimpah, tinggal dirimu yang belum aku miliki."


💘💘💘💘


Siang harinya, Mesjid kota Surakarta, pukul 12.30 siang.


"Ya Allah, dimana calon istri hamba itu berada?"


"Ya Allah, sekarang hamba sadar, selama ini hamba terlalu menganggap remeh soal calon pasangan hidup."


"Ya Allah, semoga Allah meridhoi langkah hamba yang ingin memperoleh ibadah terlama dalam sebuah pernikahan dengan calon istri yang hamba inginkan."


"Ya Allah, permudahkanlah langkah hamba untuk mengajak calon istri hamba hijrah bersama di jalan Allah."


"Ya Allah, bukalah pintu hati Misha agar dia bisa menerima hamba dengan ikhlas. Hanya kepada Allah, hamba meminta dan berharap. Hanya kepada Allah, hamba bergantung. Dan hanya Allah lah, yang mampu membolak-balik perasaan Misha."


"Ya Allah, semoga dia baik-baik saja dan senantiasa dalam perlindungan Allah subhanahu wa ta'ala. Aamiin."


Franklin baru saja selesai berdoa dalam hati selepas sholat Zuhur dan berdzikir. Ia yakin, Allah pasti tahu dimana Misha berada. Ini hanya masalah waktu untuk tetap bisa bersikap optimis dalam memperjuangkan suatu hal, itu yang Franklin pikiran saat ini.


Franklin segera berdiri dari duduknya dan berjalan keluar mesjid guna menggunakan waktu yang sudah ia atur untuk mencari Misha. Ia yakin, Misha masih berada di kota ini.


Franklin pun segera mengemudikan mobilnya mencari-cari Misha di sudut kota, kalau saja ia bisa menemukan belahan jiwanya itu. Rasa haus di tenggorokan membuat Franklin berpikir untuk singgah ke minimarket  setelah ia berkeliling kota Surakarta selama 30 menit.


Franklin memarkirkan mobilnya di depan minimarket. Setelah mematikan mesin mobilnya, Franklin segera keluar dari mobilnya. Baru saja ia hendak memasuki pintu minimarket, Franklin menghentikan niatnya bertepatan saat seorang wanita terlihat memakai masker hitam dan jaket pink muda berjalan dari arah sampingan. Kepalanya terpasang hijab meskipun dilapisi dengan tudung jaket tersebut.


Seketika wanita itu berhenti. Dengan perlahan ia memundurkan langkahnya kemudian membalikkan badannya untuk berlari.


"Tunggu!"


Franklin tak mau diam begitu saja, sikap santuy yang biasanya tidak perduli tiba-tiba hilang begitu saja. Franklin yakin itu Misha. Ia merasa familiar dari fisik dan tinggi tubuh wanita itu.


"Mbak, tunggu! Heii!"


Franklin mempercepat langkahnya. Ia melihat wanita itu berlari sangat cepat dan belok kanan untuk memasuki sebuah gang sempit.


"Hei, kamu Misha ya?! Tunggu!"


Franklin pun segera belok kanan dan nafasnya tersengal-sengal. Ia sedikit membungkukkan badannya. Perasaannya semakin kalut ketika wanita misterius itu tidak terlihat lagi didepan matanya.


Samar-samar Franklin melihat sesuatu di tanah. Sebuah ponsel kecil merek keluaran lama yang hanya memiliki fitur senter dan radio. Franklin merunduk untuk meraihnya.


Franklin menekan salah satu tombolnya. Kondisi ponsel menyala normal dengan wallpaper bentuk hati berwarna hitam namun sayangnya terkunci sandi.


Otak Franklin mulai berpikir keras. Ia mengejar wanita misterius tadi dengan cepat dan tiba di tempat ini dalam hitungan detik. Disaat yang sama, situasi gang sedang sepi. Tidak ada siapapun yang masuk apalagi orang-orang yang berlalu-lalang.


Seketika Franklin tersenyum sinis. Ia sadar, tidak salah lagi, ponsel itu pasti milik wanita misterius tadi yang ia sangka Misha. Ia pun mengantongi ponsel tersebut dan segera keluar dari gang untuk menuju minimarket.


Franklin segera memasuki minimarket tersebut dan membeli beberapa kaleng soda untuk dirinya dan Aldi. Tiba-tiba ia membutuhkan bantuan Aldi saat ini juga begitu sampai di apartemen nantinya.


💘💘💘💘


40 menit kemudian. Apartemen Solo Residen, pukul 13.30 Siang.


Aldi mengerutkan dahi nya. Ia menatap atasannya yang kini terlihat santai sambil menenggak minuman kaleng bersoda di tangannya.


"Bapak yakin, ponsel jadul ini punya Misha? Bagaimana kalau punya orang lain? Bapak bisa di tuduh mencuri loh. Kan lucu banget kalau beritanya sampai viral, seorang pria kaya mencuri ponsel jadul seharga ratusan ribu."


"Kamu jangan drama Aldi. Kerjakan saja apa yang saya perintahkan. Bukankah tadi pagi kamu ahlinya dalam urusan wanita?" ucap Franklin datar.


"Maksud saya, kenapa nggak pakai cara mudah saja? Tinggal Bapak reset ponselnya, semua selesai. Bapak bisa tahu isi catatan memo atau semacamnya, apakah ponsel ini milik Misha atau bukan."


"Aku tidak ingin meresetnya. Siapa tahu ada data pribadinya disana."


"Lalu?"


Seketika Franklin tersenyum puas. Ia pun mengeluarkan selembar kertas HVS polos yang sempat ia tulis menggunakan pulpennya sebelum Aldi tiba di apartemennya.


"Ini, kamu bikin postingan sesuai isi dari kertas yang saya berikan ke kamu. Sebarkan ke sosial media. Hanya yang merasa memilikinya saja yang akan berani mendatangi saya."


Aldi sampai geleng-geleng kepala. Bahkan saat ini ia melongo membaca isi catatan Franklin di kertas tersebut.


"INFO PENTING !!!
Telah di temukan, Ponsel dengan penampakan seperti ini. ( Cek gambar, real pict )
Yang merasa memiliki ponsel ini, bisa datangi apartemen asisten saya di apartemen Solo Residen Lt 10 no 2 + Bonus tambahan uang dari saya
RP. 10.000.000,-  dengan syarat yang datang khusus wanita karena ponsel tsb milik seorang wanita serta membawa kotak ponselnya dengan merek yang tertera di atas."


Tertanda, Pemimpin perusahaan PT FR Food Jaya.


Aldi syok. "Kenapa harus mendatangi saya, Pak? Kenapa tidak di apartemen Bapak?"


"Kamu lupa kalau apartemen saya adalah wilayah pribadi yang hanya orang-orang khusus seperti dirimu yang boleh masuk?"


"Bapak begini macam sayembara mencari Cinderella saja."


Franklin tersenyum smirk. "Iya, hanya Cinderellaku saja yang pasti akan mengenali ponselnya ini."


💘💘💘💘


Ketika Franklin mulai beraksi. Cuma disini, kalian tahu bagaimana watak dan sikapnya yg asli begitu dia di hadapkan urusan asmara 🤣


Kalau di Better With You dan Because I Love You, Franklin jangan ditanya, dia datar dan pendiam banget 🙃


Jazzakallah Khairan ukhti sudah baca. Sehat selalu buat kalian dan sekeluarga ya.


With Love 💋 LiaRezaVahlefi


Instagram : lia_rezaa_vahlefii



Tidak ada komentar:

Posting Komentar