Chapter 45 : Mencintaimu Dalam Doa - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Senin, 24 Mei 2021

Chapter 45 : Mencintaimu Dalam Doa


 

Hotel Royal Classical. Pukul 17.30 petang. Yogyakarta.

Franklin memasuki kamarnya yang sudah di hias dekorasi nuansa pengantin baru seperti pada umumnya. Ia melihat Misha duduk di pinggiran ranjang setelah seorang wanita yang baru saja menyelesaikan tugasnya memulas riasan make up ke wajah Misha.


"Dia sangat cantik. Cobalah untuk melihatnya." puji wanita tersebut. Franklin hanya mengangguk


"Terima kasih. Kakak saya memang tidak pernah di ragukan lagi dalam memilih jasa make up profesional seperti anda."

"Sama-sama, Pak Franklin. Permisi."


Franklin mengangguk. Ia pun segera mendekati Misha dengan perasaan gugup. Tatapan Franklin beralih kearah kursi di dekat pinggiran ranjang sudut ruangan.

"Assalamualaikum,"



"Wa'alaikumussalam." jawab Misha pelan sambil menundukkan wajahnya.

"Em, boleh aku duduk, di hadapan kamu?"

"Bo.. boleh, Kak."


Franklin segera duduk di kursi. Namun masih berjarak. Setelah itu Franklin terdiam. Sekarang ia bingung harus membahas apa. Rasa grogi benar-benar mengalahkan rasa percaya dirinya saat ini.

"Kok, Kakak jauh sekali duduknya?"

"Ha?"


"Kenapa jauh?"


"Kamu suka dekat-dekat sama aku, ya?"


Seketika Misha terdiam. Franklin berdeham. Ia menggaruk lehernya salah tingkah. Ia pun memajukan tubuhnya bersamaan dengan kursi yang ia duduki. Misha merasa malu. Ia pun mendongak wajahnya menatap suaminya.


"Em, Kakak giana kabarnya?"

"Aku, baik."

"Oh..."


Lagi, suasana menjadi canggung. Rasanya Franklin ingin mengucap kata bodoh untuk dirinya sendiri. Ia pun menatap keatas. Lampu ruangan kamar hotel berwarna kuning temaram.


"Lampunya.. em bagus ya?"


Misha mengerutkan dahinya.  Ia malah ikut mendongakkan wajahnya menatap keatas plafon, sadar bahwa ucapan Franklin barusan memang tidak faedah. Lalu tiba-tiba, sebuah genggaman tangan begitu hangat terasa di kulitnya. Misha menatap kedua tangannya yang di pegang oleh Franklin.


"Aku gugup ketika berada didepanmu Misha. Maafkan aku,"


"Aku.. aku nggak apa-apa kok."


Franklin berdeham. Ia pun memajukan lagi posisinya sampai lututnya bersentuhan dengan lutut Misha. Tiba-tiba pintu terbuka. Detik berikutnya dengan cepat Franklin segera berdiri dan terlihat salah tingkah. Beberapa pihak keluarga para wanita datang di saat yang tidak tepat, dan Franklin berusaha menahan rasa kesal.


Ayesha menatap Misha dengan berbinar yang saat ini sudah memakai riasan make up serta dress wedding yang terlihat indah di tubuh Misha berwarna peach.


Apalagi Aifa, jangan di tanya, sejak tadi ia begitu banyak memuji adik iparnya yang baru saja resmi menjadi keluarganya sehingga membuat Misha tersipu-sipu malu.



"Franklin, sana keluar dulu, cobain jas formal kamu deh." perintah Aifa dengan santai.


Franklin pun mengangguk pasrah. Gagal sudah rencananya yang berniat hendak berduaan dengan Misha.


"Masya Allah, Misha cantik sekali. Mertua kamu pasti sangat bersyukur memiliki menantu sepertimu." puji Luna dengan raut wajah sumringah.


Luna adalah Mommy Rex yang menjadi mertua Aifa. Mendengar hal itu, tentu saja Aifa semakin bersemu merah. Padahal bukan dia yang di puji.


"Tapi Mommy juga bersyukur kan, punya menantu seperti Aifa yang cantik dan baik hati serta pintar memasak gini?"


Lalu semua yang ada dikamar mewah berfasilitas presiden suite pun tertawa bahkan sampai menggelengkan kepalanya.

Disana hanya ada para wanita lainnya seperti Tante Aisyah, Aulia, Feby, menantu Luna yang bernama Aisyah, serta putri kembarnya yang bernama Rayna dan Rayni.


"Oh iya, umur Misha berapa?" sela Tante Aisyah tiba-tiba, seorang ibu paruh baya yang menjadi rekan akrab seperti keluarga sejak beberapa tahun silam dengan keluarga Hamilton.


"Alhamdulillah umur saya 25 tahun, Tante." jawab Misha sambil tersenyum.


"Wah, hanya selisih 5 tahun ya dengan Franklin. Pas banget untuk menikah di usia matang."


"Lalu, bagaimana kalian bertemu? Apakah Misha teman kerja di perusahaan Franklin?" tanya Aulia tiba-tiba.


"Em, sebelumnya saya bekerja di kedai kopi yang ada di kota Surakarta."


"Jadi, Misha merantau sama Kakak kandungnya ya?"


"Iya, Kak." senyum Misha lagi.


"Wah Alhamdullilah, ya, jodoh itu memang nggak disangka-sangka. Sejak lahir hingga dewasa, Franklin tinggal di Jakarta. Tapi begitu memiliki perusahaan sendiri, dia pindah ke Surakarta dan jodohnya malah ada disana."


Seketika Misha menundukkan wajahnya. Ia sudah bersemu merah. Ia bersyukur, semua keluarga menerima dan menyukai kehadirannya sebagai anggota baru di keluarga Hamilton.


"Namanya jodoh, ya rahasia Allah, Angel. Bahkan Angel sendiri tidak menyangka kalau jodohnya malah atasannya sendiri." ucap Aifa santai.


"Aku Aulia, bukan Angel."

"Oh iya, lupa."


Aulia menatap jengah sahabatnya si Aifa itu. Sejak dulu Aifa tidak berubah. Padahal semenjak mualaf, ia sudah mengganti namanya menjadi Aulia.


Lagi-lagi suara obrolan dan tertawa 

 terdengar. Franklin menoleh kearah pintu kamarnya. Apa daya ia hanya bisa pasrah berdiam diri ketika salah satu hairstylist ternama membuat model rambutnya menjadi rapi. Sementara beberapa pria yang menjadi tim wedding organizer ada yang menyiapkan stelan jas formal resepsi miliknya, sepasang pentofel mengkilat, serta salah satu fotografer yang siap mengabadikan dan mendokumentasikan momen persiapan sebelum acara resepsi dimulai pukul 20.00 malam nanti.

Padahal Franklin sudah berusaha menahan sabar sejak tadi siang setelah akad nikah. Ingin sekali rasanya ia memiliki waktu berduaan dengan Misha. Namun lagi-lagi terus gagal lantaran Aifa ataupun keluarga nya dari pihak wanita terus mendekati Misha.


Franklin menghela napasnya.
"Sabar Franklin, sabar, tunggu nanti malam. Malam mah, bebas."


💘💘💘💘


Malam Harinya, Pukul 20.00 malam.


Resepsi pun akhirnya tiba tepat waktu. Kali ini pihak keluarga Franklin dan Misha memang sepakat untuk mengundang tamu sebanyak 100 orang untuk wilayah Jogja karena sebenarnya Misha memang berasal dari kota Jogjakarta. Sementara resepsi kedua secara besar-besaran akan di adakan di kota Jakarta.


Beberapa media juga di undang untuk melakukan dokumentasi di acara pernikahan Franklin dan Misha karena acara pernikahan Franklin tentu saja sebuah moment penting yang harus di ketahui banyak kalangan terutama di dunia para pengusaha.


Semua wajah-wajah terlihat bahagia dengan ucapan syukur. Begitupun Fandi, sebagai Ayah tentu saja ia merasa bangga akhirnya putra yang ia sayangi itu memiliki pendamping hidup sesuai pilihan hatinya.


Dua orang pria berbadan besar dan tinggi tiba-tiba berdiri didepan pintu masuk acara resepsi bertepatan saat tim bagian pemeriksaan tamu undangan pun menyapanya.


"Selamat malam, Pak. Silahkan.."


Kedua tamu tersebut hanya diam. Ia menatap sebuah alat yang terpajang diatas meja. Alat tersebut bertugas untuk menerima scan dari sebuah kartu undangan pernikahan Franklin dan Misha yang terdapat barcode di bagian belakangnya.


"Kami tidak membawa kartu undangannya. Tapi kami mendapat tugas kemari untuk menangkap seseorang."


Tanpa diduga, salah satu pria tersebut memperlihatkan identitasnya. Seorang Intel kepolisian lengkap dengan surat penangkapan yang ia bawa.


Pria muda yang bertugas memeriksa tamu undangan pun diam tak berkutik. Tak ada yang biasa ia lakukan selain menekan alat komunikasi kecil yang tersemat di telinganya, berbicara sesuatu dan menyampaikan apa yang barusan terjadi.


Seorang wanita yang menjadi tamu undangan pun melangkah kakinya dengan santai. Apa yang didepan matanya membuatnya tersenyum sinis.


Wanita tersebut segera berdiri di samping kedua polisi tadi dan menyerahkan kartu undangan miliknya kepada petugas penerimaan tamu.


"Ini souvernir nya, selamat datang. Silahkan masuk, nona Jasmine."


Jasmine menerima sebuah souvernir yang sangat indah, berukuran box sedang dan berhias pita yang didalamnya terdapat jam tangan couple dengan hiasan butiran berlian kecil edisi keluaran terbaru berlabel nama pengantin M&F.


"Terima kasih."


Jasmine memasuki ruangan resepsi pernikahan Franklin dan Misha. Senyuman angkuh masih menghias di bibirnya.


"Tempat yang indah, pengantin yang serasi, wajah-wajah bahagia, ah tapi sayang sekali, sebentar lagi semua nya akan sirna."


💘💘💘💘


Jasmine lama gak muncul yaa. Tapi pas muncul..


Lupa sama Jasmine? Cek Chapter 32..


Siapkan hati kaliaaaaaannn.. 😩


Jazzakallah Khairan ukhti sudah baca. Sehat selalu buat kalian dan sekeluarga ya.


With Love 💋 LiaRezaVahlefi


Instagram : lia_rezaa_vahlefii



Tidak ada komentar:

Posting Komentar