Chapter 48 : : Mencintaimu Dalam Doa - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Senin, 24 Mei 2021

Chapter 48 : : Mencintaimu Dalam Doa


 


"Baik Tuan. Saya pastikan wanita itu tidak kemari agar tidak menyentuh satupun harta Tuan Franklin."


"Iya, saya mengerti."


"Dia belum ada kemari hingga sekarang. Iya Tuan, baiklah."


Diam-diam Misha mendengarkan semua percakapan pria berbadan besar yang sedang berdiri didepan pintu apartemen Franklin.


Misha tak menyangka, niatnya ingin mengetuk pintu apartemen Aldi untuk meminta tolong memberi kabar pada Franklin bahwa ia baru saja kecopetan itu pun kini terlihat kecewa.


"Semoga saja wanita itu tidak kemari, kalau dia bersikeras juga, aku bisa menanggung akibatnya dan dipecat. Bagaimana nasib anak dan istriku?"


"Bahkan Tuan Franklin juga bisa terkena imbasnya. Kasihan sekali Tuan muda kita itu, padahal baru saja menikah, namun keluarga wanita itu membuat suami istri itu menjadi korban." sela pria satunya yang sedang bersedekap.


Dan lagi, Misha mendengarkan percakapan mereka. Dua orang pria berbadan besar yang bisa di pastikan suruhan keluarga besar Hamilton. Misha pun menghela napasnya, mungkin ia harus ke perusahaan Franklin, barang kali ia bertemu dengan Aldi disana.

💘💘💘💘


PT FR Food Jaya, 30 menit kemudian..



Dengan sisa uang pas-pasan, Misha memutuskan untuk pergi menggunakan angkot, berharap apa yang ia rencanakan nanti berhasil. Dari jarak beberapa meter, Misha melihat salah satu resepsionis wanita yang tengah memegang gagang telepon sambil berbicara.


"Permisi, Mbak, Assalamualaikum?"


"Wa'alaikumussalam. Ada yang bisa saya-"


Resepsionis bername tag Dessy itu pun seketika terdiam. Ia baru saja memunggungi Misha setelah menerima panggilan penting, ia pun menatapi Misha dengan tatapan dingin. Tentu saja ia tahu tentang berita terbaru yang sudah menyebar setelah kejadian semalam. Demi bersikap profesional, ia pun terpaksa tersenyum manis penuh kepalsuan.


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Maaf, apakah saya bisa bertemu dengan Pak Aldi?"


"Maaf, Pak Aldi sedang berada diluar. Beliau benar-benar sibuk."


"Apakah, saya bisa minta tolong?"


"Maaf pekerjaan saya sibuk. Lebih baik anda bisa kembali lagi besok pagi."


Dessy pun membuka buku catatan seolah-olah terlihat sibuk. Enggan menatap Misha bahkan merasa ilfeel. Kabar bahwa Misha adalah seorang wanita penggoda yang mengincar harta dan tahta Hamilton bahkan memiliki Kakak penyebab Nona besar Ayesha kecelakaan itu tentu saja menjadi perbincangan hangat satu perusahaan cabang dan pusat di Jakarta.


Misha mencoba sabar lagi. Ia pun akhirnya membalikkan badannya, memutuskannya untuk pergi dari sana. Beberapa pekerja wanita lalu lalang terlihat menatapnya tidak suka, bahkan ada yang saling berbisik-bisik. Berbeda dengan para pekerja pria yang malah menunduk hormat bahkan terlihat segan dengan istri atasan mereka. Misha kembali risih dan memikirkan lagi apakah ia sanggup untuk kembali besok pagi?


"Wanita itu, nggak tahu malu ya. Dengar-dengar sih, katanya mau di ceraikan.."


"Ha? Masa sih? Tapi, dia memang pantas di ceraikan. Lagian Pak Franklin itu keluarga terpandang, keturunannya jelas. Wajar saja kalau ada keluarga baru yang seperti itu harus di jauhkan."


Vita terdiam mendengarkan ucapan rekan-rekan yang berasal dari divisi marketing. Saat ini ia sedang berada di toilet sambil mencuci tangan di wetafel.


"Eh tahu nggak? Beberapa menit yang lalu dia terlihat didepan resepsionis loh. Mungkin cari Pak Franklin, padahal mereka kan sudah menikah. Kok pada pisah tempat? Seharusnya mereka terlihat bersama kan? Apalagi pengantin baru."


"Memangnya Pak Franklin masih mau sama dia? Yang ada Pak Franklin lebih cocok sama Ibu Jasmine, sudah cantik, baik, dia sering kesini dan traktir kopi setiap hari Senin. Kebayang nggak, kalau dia jadi nyonya besar di perusahaan ini?"


Detik berikutnya Vita segera keluar dari toilet. Benarkah ada Misha didepan sana? Dengan cepat Vita memasuki lift dan memencet tombol lantai lobby, berharap kalau Misha ada disana. Setidaknya ia bisa membantu sahabatnya itu.


💘💘💘💘


Kota Sydney, pukul 15.00 sore. Australia.

Keesokan harinya..

Kota Sydney adalah kota metropolitan terbesar di negara Australia. Tentu saja dengan hal itu menjadikan Rex seorang pengusaha sukses di bidang properti yang memanfaatkan situasi dan kondisi.


Franklin menatap Rex yang tengah berbincang dengan seorang pria dari jarak beberapa meter, saat ini ia berada di lokasi pembangunan apartemen mewah yang rencananya akan di dirikan di negara itu oleh Rex.


Kakak iparnya itu rupanya menjadikannya seorang investor pada proyeknya. Sebenarnya ia ingin menolak, namun lagi-lagi Daddynya memberi omongan bahwa usaha tersebut adalah peluang baginya untuk mendapatkan banyak keuntungan di usia muda yang baru saja menjadi pemimpin perusahaan yang sukses.


Selagi Rex terlihat sibuk, Franklin merogoh saku celana jeansnya untuk mengeluarkan ponselnya. Sudah 12 jam berlalu tapi mengapa Misha tak kunjung memberinya kabar? Secercah rasa rindu yang teramat dalam rasanya membuat Franklin terluka.


Franklin kembali mengantongi ponselnya, mencoba untuk fokus pada proyek Kakak iparnya.


"Ya Allah, aku mencoba sabar dalam ujian ini. Sampaikan rasa rindu dan doaku padanya. Aku mencintainya, hamba mohon maafkan hamba yang belum bisa menjalankan tugas hamba sebagai seorang suami untuknya."


"Aku yakin, Allah pasti menjaga Mishaku. Aku yakin Allah pasti melindungi dimanapun istriku berada."


"Mimi, tunggu aku ya, aku lagi kerja disini. Cari uang buat kita. Aku juga rindu kok sama kamu. Bukankah kita cinta sejati yang saling mendoakan satu sama lain? Siapa lagi tempat mengadu apa yang kita rasakan saat ini kecuali Allah?"


"Aku akan berusaha meminta izin sama Daddy, aku yakin saat ini kamu tengah berusaha mendoakan aku agar bisa melalui semuanya disini."


Itulah yang Franklin katakan sejak kemarin-kemarin. Berusaha berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja. Berusaha untuk tetap tenang dan berprasangka baik kepada Allah bahwa ini ujian untuknya.


Allah bersama orang-orang yang sabar..

Tiba-tiba ponsel Franklin berdering. Namun sayangnya ia tidak merasakan apapun didalam saku celananya karena sejak tadi ia atur dengan panggilan senyap ketika nama Vita pun terpampang di layarnya..

💘💘💘💘



Jadi nikmati aja alurnya. Resapi pelan-pelan karena kalau sudah tamat, kita bakal berpisah sama Fandi, Ayesha, Aifa, dkk 😭


Sabar menanti tentang si Franklin dan ujian cintanya 💕


Jazzakallah Khairan ukhti sudah baca..


With Love 💋 LiaRezaVahlefi


Akun Instagram :
lia_rezaa_vahlefii



Tidak ada komentar:

Posting Komentar