Chapter 57 : Mencintaimu Dalam Doa - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Sabtu, 22 Mei 2021

Chapter 57 : Mencintaimu Dalam Doa



Apartemen Solo Residen, pukul 06.00 pagi.


Franklin menikmati sarapan dalam diam. Tak hanya itu, ntah kenapa ia juga merasa kalau Misha curi-curi pandang terhadapnya. Sejak tadi, ia berusaha untuk fokus, tapi rasanya tidak bisa.


"Kalau kamu lihatin aku, nggak akan kenyang, Mimi."


"Ha?"


Franklin menatap Misha, seketika Misha salah tingkah dan menyuapkan sesendok sarapan ke dalam mulutnya. Franklin hanya menggeleng kepalanya dan mencoba memaklumi gelagat istrinya yang sedikit aneh sejak bangun tadi pagi.


"Em, Mas, apakah aku boleh bertanya sesuatu?"


"Hm.." jawab Franklin singkat.


"Mas, lagi suka sama wanita lain ya di luar sana? Siapa?"


Franklin menghentikan kunyahan terakhirnya. Menu sarapan sehat berupa telur dadar, sosis, dan roti tawar bakar serta tambahan susu rendah lemak yang menjadi rutinitasnya sejak remaja pun selesai. Franklin enggan menatap Misha.


"Seorang suami bekerja siang sampai malam untuk mencari nafkah dan kamu menuduhku mengkhianatimu?"


"Maksud aku-"


"Apa kamu lupa kalau aku seorang pimpinan tertinggi perusahaan yang aku dirikan sejak nol?"


Misha menggeleng lemah. Wajahnya terlihat sedih. Namun hatinya belum puas dengan semua jawaban yang ia harapkan.


"Kalau begitu kamu pasti paham betapa sibuknya diriku diluar sana sampai akhirnya terpikir untuk menduakanmu."

"Tapi, Mas-"


Franklin segera berdiri. Raut wajahnya terlihat datar. Suasana sekarang terasa menyebalkan baginya. Baru saja pagi tiba, tapi secepat itu moodnya rusak. Ia pun akhirnya meninggalkan Misha dalam diam tanpa memberinya kecupan pipi selamat pagi sebelum berangkat bekerja bahkan enggan hanya untuk mengulurkan punggung tangannya agar Misha bisa menciumnya seperti biasa.


"Aku hanya bertanya baik-baik. Jika semuanya tidak ada masalah, kenapa harus marah?"


Franklin mendengar semua itu, suara Misha yang terdengar lirih. Namun hatinya terlanjur kesal dan pergi begitu saja.

💘💘💘💘


Beberapa jam kemudian..


Misha berjalan mondar-mandir. Ntah kenapa perasaan begitu gelisah. Padahal pekerjaan rumahnya hari ini begitu banyak. Suara mesin cuci yang sedang bekerja pun terdengar. Di tangannya ada ponsel yang sebenarnya ia gunakan untuk menghubungi seseorang.


"Jika aku bertanya meminta pendapat pada Vita, apakah semuanya baik-baik saja?" gumam Misha dengan sendirinya.


"Tapi Vita kan, bekerja disana. Sedikit banyaknya dia pasti tahu bagaimana Mas Franklin disana."


Misha dilema. Apakah pantas bertanya hal itu jika pada akhirnya akan berdampak sesuatu yang tidak baik ketika permasalahan rumah tangga yang tadinya aib malah di ketahui orang lain sekalipun orang tersebut adalah sahabat?


Ting! Dentingan suara tanda bahwa mesin cuci telah selesai bekerja pun berbunyi. Misha segera beralih mengeluarkan pakaian yang sudah kering dan berlanjut untuk di jemur. Seketika Misha terdiam, perasaannya menjadi berkecamuk ketika ia beralih memegang celana kain hitam Franklin yang belum di cuci. Ia memegang sebuah benda kecil di celana kain tersebut.


"Bukankah tadi malam Mas Franklin memakai celana kain ini?"


Misha merogoh bagian sakunya, terdapat botol parfum wanita berukuran 10 mili. Dengan amarah yang besar, Misha malah menggenggamnya dengan kuat.


"Aku harus ke perusahaan sekarang juga!"


💘💘💘💘


PT FR Food Jaya, pukul 11.30 siang. Surakarta.

Dengan teliti Franklin sibuk membolak-balik halaman berkas penghasilan bulanan produksi pangan yang sedang ia olah. Ia juga memeriksa hasil keuntungan sahamnya pada perusahaan parfum Rayna dan perusahaan pangan milik Jasmine.


Jasmine sendiri berada di hadapan Franklin. Sedang duduk dengan santai sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit di usia 4 bulan.


"Ternyata begini rasanya hamil. Aku sangat bahagia."


"Alhamdulillah," jawab Franklin singkat, tanpa menoleh kearah Jasmine.


"Oh iya, sayang sekali ya, Misha belum hamil."


"Belum rezekinya."


"Hm, gitu ya? Tapi aku berharap, anak ini bisa setampan dirimu."


Franklin tersenyum kecil. Ia menggelengkan kepalanya. Jasmine ada-ada saja.


"Sejak masa sekolah kamu memang tidak berubah."


"Maksud kamu?"


"Suka berbicara seenaknya tanpa berpikir dan bergosip."


Jasmine tertawa kecil. Ya, Franklin memang benar. Sebuah notifikasi pesan singkat masuk. Pesan chat dari seseorang yang akhirnya membuatnya tersenyum puas.


"Namanya juga seorang wanita Franklin, sudah kodratnya begitu. Ya, walaupun nggak semua sih. Hm, yang penting aku bahagia. Bukankah anak yang aku kandung ini adalah darah dagingmu?"

Jasmine pun memilih berdiri, sedikit meregangkan otot-otot tubuhnya. Ia pun melangkah menuju pintu.

"Oh iya, aku lagi ngidam sesuatu di luar sana. Apakah kamu mau nitip? Mungkin makan siang?"

Franklin masih sibuk dengan pekerjaannya. Tidak sedikitpun ia menatap Jasmine.

"Tidak, terima kasih."

Jasmine pun tersenyum tipis dan membuka pintunya. Di saat yang sama, ada Misha berdiri dengan raut wajah pucat bahkan terlihat sedang menahan amarah. Jasmine bersedekap, ia tersenyum sinis.

"Oh iya, Franklin, apakah kamu bahagia dengan kehamilan yang sedang aku kandung ini? Bukankah keinginan seorang wanita akan lebih sempurna bila dirinya bisa hamil?"

"Tentu saja aku bahagia." sahut Franklin terdengar lebih nyaring, sekarang ia sibuk mengetik sesuatu di laptopnya.

"Alhamdulillah deh. Kalau kamu bahagia, bagaimana denganku? Tentu saja aku bahagia daripada terlihat menyedihkan tidak bisa hamil."

Detik berikutnya Jasmine pergi berlalu dengan langkah santai. Ia tersenyum puas. Apa yang ia harapkan sejak tadi kini menjadi kenyataan.

Bruk!

Franklin mengalihkan perhatiannya didepan pintu. Kedua matanya terfokus ke satu tempat hingga membuatnya segera berdiri.

"Misha! Astaghfirullah.."

Misha pingsan di tempat, Franklin segera menggendongnya menuju lift.  Bahkan ia juga tidak menyangka. Kenapa ada air mata yang mengalir di pipi istrinya?

💘💘💘💘


Iya, iya, paham, yang tadi bacanya mungkin kebawa kesel. Simpan dulu teplon sama ulekannya ya 😂


Aku yakin kalian sabar kok 🤣🤣


Jazzakallah Khairan sudah baca dan sabar menanti 😘 sehat-sehat ya kalian disana dan keluarganya 🖤


With Love 💋 LiaRezaVahlefi


Akun Instagram : lia_rezaa_vahlefii




Tidak ada komentar:

Posting Komentar