3 Macam Sudut Pandang dalam Cerita Fiksi yang Wajib Diketahui! - Hai, Assalamu'alaikum Readers

Rabu, 01 Maret 2023

3 Macam Sudut Pandang dalam Cerita Fiksi yang Wajib Diketahui!

 


ASSALAMU’ALAIKUM! Dalam sebuah novel ataupun cerpen, istilah POV atau Point of View sudah tidak asing lagi kan di telinga para Sobat Lia. Maksud dari POV itu sendiri ialah sudut pandang. Nah, dalam pembahasan kali ini, kita akan mengulas lebih jauh macam sudut pandang dalam cerita fiksi yang harus kita ketahui.

 

Salah satu unsur terpenting dalam pembuatan cerita fiksi ialah sudut pandang tokoh atau POV. Selain tema, sudut pandang dinilai begitu penting dan harus diperhitungkan baik-baik oleh setiap penulis ketika ingin membuat suatu cerita.

 

Mengapa demikian? karena, sudut pandang atau POV memiliki pengaruh yang kuat dalam penyajian suatu cerita. Tidak heran, sudut pandang menjadi salah satu faktor penting kesuksesan penulis dalam menggarap cerita tersebut.

 

Sudut pandang yang dapat digunakan oleh penulis itu cukup beragam. Namun, cukup ketahui saja 3 macam sudut pandang dalam cerita fiksi. Berikut ini daftar POV yang perlu diketahui lengkap dengan contohnya.


Sudut Pandang Orang Pertama 

Macam sudut pandang dalam cerita fiksi yang pertama ialah Sudut pandang orang pertama. Mengapa disebut sebagai orang pertama? sebab, penulis memposisikan dirinya sendiri sebagai si tokoh utama tersebut.

 

Sapaan yang sangat khas dari sudut pandang ini ialah dengan menggunakan kata ganti seperti, ‘Aku’, ‘Saya’, ataupun ‘Kami’. Saat menggunakan sudut pandang ini, Sobat Lia harus memposisikan diri seolah sedang menjadi salah satu tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut.

 

Jadi, para pembaca juga akan merasakan seperti dirinyalah yang berada di dalam cerita tersebut. Supaya Sobat Lia tidak merasa bingung maksud dari sudut pandang orang pertama, mari kita simak bersama contohnya di bawah ini ya!

 

Bau anyir langsung tercium kuat saat kedua kakinya menapak ke dalam kamar hotel ini. Dapat kulihat, bercak darah tersebar hampir diseluruh lantai ruangan ini. Seorang wanita dengan pakaian minim terduduk lemas sembari memegang sebuah pisau di telapak tangannya.

 

Segera aku mengeluarkan pistol yang selalu tersembunyi di balik jubah yang kukenakan saat ini. Kedua tanganku mengepal senapan mematikan ini dengan kuat sembari kuarahkan kepada wanita yang ku duga sebagai tersangka dari semua kejadian ini.

 

Sudut Pandang Orang Kedua 

Jika salah satu ciri dari sudut pandang orang pertama selalu menggunakan kata ganti ‘Aku’ atau ‘Saya’, untuk sudut pandang kali ini menggunakan kata sapaan, ‘kau’ atau juga ‘kamu’. Sobat Lia pernah membaca suatu cerita yang menggunakan sudut pandang seperti ini?

 

Mungkin sebagian besar tidak pernah ya. Sebab, lazimnya para penulis kerap menggunakan sudut pandang orang pertama, dan sudut pandang orang ketiga. Dalam karya sastra, sudut pandang orang kedua biasanya digunakan dalam puisi, penulis instruksional, pidato, hingga artikel persuasive.

 

Adapun contoh dari sudut pandang orang kedua itu seperti:

Sudah lebih dari dua jam kamu menunggu disini. Namun, kedua matamu belum melihat siluet dari Rika, salah satu teman terbaikmu. Rasa cemas mulai melanda. Hatimupun mulai bertanya-tanya, kemana perginya sosok sahabatmu itu?

 

Sudut Pandang Orang Ketiga 

Nah, untuk sudut pandang yang satu ini pasti sangat lumrah ya bagi Sobat Lia. Sebab, author kesayangan kita kerap menggunakan sudut pandang ini saat mengemas ceritanya yang mengesankan.

 

Adapun ciri khas dari sudut pandang ini ialah menggunakan kata ganti ‘Dia’, ‘Ia’, dan juga ‘Mereka’. Seorang penulis yang menggunakan sudut pandang ini mengisahkan dirinya sendiri sebagai orang yang mengamati serta mengawasi si tokoh dalam cerita tersebut.

 

Jadi, penulis membahasakan dirinya sebagai si paling tahu situasi dan keadaan yang sedang terjadi di dalam cerita tersebut. Untuk lebih memahami sudut pandang ini, simak ya contohnya di bawah ini.

 

Contoh ini dikutip langsung dari novel terbaru milik author kesayangan kita yang berjudul ‘Kembali Membawa Luka Atau Harapan.’

Sebenarnya Kevin sedikit kecewa karena sejak kegiatan makan siang bersama waktu itu hingga sekarang, ia sama sekali belum bertemu dengan Zulfa. Padahal terakhir kali dirinya bertemu saat kejadian di minimarket yang ada di kota Bali.

 

Saat dimana Marcello tidak mampu membayar semua belanjaanya hingga akhirnya Kevin sendiri lah yang rela membayarnya. Semua yang ia lakukan, demi menarik perhatian Zulfa.

 

Demikianlah macam sudut pandang dalam cerita fiksi yang perlu Sobat Lia ketahui. Disarankan bagi penulis pemula untuk menggunakan sudut pandang orang pertama. Sebab, selain mudah, penulis dapat mengapresiasikan perasaannya dalam cerita yang sedang ia buat.***


Diantara Sobat Lia yang memiliki bisnis dan masih terkendala dengan sistem marketing, Yuk cobain Aplikasi Akun Ternak yang satu ini!


(by. Ami)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar